alexametrics
25.3 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Wabup Dorong Potensi Unggulan

PUTUSSIBAU-Wakil Bupati Kapuas Hulu, Wahyudi Hidayat membuka Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Kabupaten Kapuas Hulu yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis kemarin.

Sosialisasi dengan tema “Perlindungan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual Dalam mendukung Pertumbuhan dan Peningkatan Inovasi Daerah” itu dihadiri Kepala Balitbang Provinsi Kalbar, Kanwil Kemenkum dan HAM Kalimantan Barat, OPD terkait dan undangan lainnya.

Berkenaan dengan hak kekayaan intelektual tersebut, Wabup Wahyudi Hidayat mengharapkan masyarakat hendaknya peka terhadap potensi yang ada disekitar. “Apa yang  lihat dan kita makan sehari-hari, apakah sudah dipatenkan atau belum. Contoh tempe yang telah dipatenkan Jepang padahal tempe adalah makan kita sehari-hari,” kata Wabup.

Demikian pula jenis makanan Kapuas Hulu yang lain seperti kerupuk basah atau kerupuk kering. Jika belum dipatenkan maka Wabup minta dipatenkan. “Agar nantinya tidak diambil oleh orang lain, dan dapat menjadi kekayaan kita khususnya Kabupaten Kapuas Hulu,” kata Wahyudi.

Baca Juga :  Cegah Gangguan Listrik, PLN dan Pemkot Pontianak Pangkas Pohon Sekitar Jaringan

Menurut Wabup, HKI menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, menjadikan sekat-sekat teretorial suatu bangsa bahkan daerah menjadi semakin kabur.

“Kreativitas apa yang kita hasilkan sangat mudah diakses bahkan ditiru oleh bangsa atau masyarakat lain. Oleh karena itu untuk melindungi karya kreatif kita khususnya Kabupaten Kapuas Hulu, maka kita harus peduli dengan Hak Kekayaan Intelektual,” tegas dia.

Sementara itu Kepala Balitbang Provinsi Kalbar, Herkulana Mekarryani mengungkapkan, sosialisasi ini merupa­kan salah satu upaya untuk menambah wawasan, pengetahuan serta kesadaran akan pentingnya hak kekayaan intelektual.

“Dengan HKI, suatu produk hasil kreativitas masyarakat akan memiliki kekuatan hukum. Terlebih bagi dunia usaha terutama UMKM, HKI menjadi sangat penting untuk pengembangan ekonomi kreatif yang penuh dengan persaingan,” jelasnya.

Baca Juga :  Dorong Pendidikan Kontekstual, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu Sahkan Kurikulum Pendidikan Muatan Lokal

Dikatakan Herkulana, di tahun 2020 sudah di upayakan madu Kapuas Hulu didaftarkan HKI, semoga tahun depan selesai. “Selain itu tanaman kratom juga bisa diproses HKI, kemudian kelompok tenun juga perlu diperhatikan,” pinta Herkulana.

Dijelaskannya, bahwa HKI bisa diusulkan secara personal maupun komunal. Untuk pembiayaan kata Herkulana jangan khawatir dan bisa hubungi Balitbang. “Ini bentuk kepedulian Bapak Gubernur. Apalagi kita Kapuas Hulu ini merupakan daerah perbatasan, kekayaan intelektual yang ada cepat di inventarisir,” pintanya. (dRe)

 

PUTUSSIBAU-Wakil Bupati Kapuas Hulu, Wahyudi Hidayat membuka Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Kabupaten Kapuas Hulu yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis kemarin.

Sosialisasi dengan tema “Perlindungan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual Dalam mendukung Pertumbuhan dan Peningkatan Inovasi Daerah” itu dihadiri Kepala Balitbang Provinsi Kalbar, Kanwil Kemenkum dan HAM Kalimantan Barat, OPD terkait dan undangan lainnya.

Berkenaan dengan hak kekayaan intelektual tersebut, Wabup Wahyudi Hidayat mengharapkan masyarakat hendaknya peka terhadap potensi yang ada disekitar. “Apa yang  lihat dan kita makan sehari-hari, apakah sudah dipatenkan atau belum. Contoh tempe yang telah dipatenkan Jepang padahal tempe adalah makan kita sehari-hari,” kata Wabup.

Demikian pula jenis makanan Kapuas Hulu yang lain seperti kerupuk basah atau kerupuk kering. Jika belum dipatenkan maka Wabup minta dipatenkan. “Agar nantinya tidak diambil oleh orang lain, dan dapat menjadi kekayaan kita khususnya Kabupaten Kapuas Hulu,” kata Wahyudi.

Baca Juga :  Biasakan Diri Amalkan Nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan

Menurut Wabup, HKI menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, menjadikan sekat-sekat teretorial suatu bangsa bahkan daerah menjadi semakin kabur.

“Kreativitas apa yang kita hasilkan sangat mudah diakses bahkan ditiru oleh bangsa atau masyarakat lain. Oleh karena itu untuk melindungi karya kreatif kita khususnya Kabupaten Kapuas Hulu, maka kita harus peduli dengan Hak Kekayaan Intelektual,” tegas dia.

Sementara itu Kepala Balitbang Provinsi Kalbar, Herkulana Mekarryani mengungkapkan, sosialisasi ini merupa­kan salah satu upaya untuk menambah wawasan, pengetahuan serta kesadaran akan pentingnya hak kekayaan intelektual.

“Dengan HKI, suatu produk hasil kreativitas masyarakat akan memiliki kekuatan hukum. Terlebih bagi dunia usaha terutama UMKM, HKI menjadi sangat penting untuk pengembangan ekonomi kreatif yang penuh dengan persaingan,” jelasnya.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 1206/Silat Hilir Laksanakan Gotong Royong Bersama Warga Perbaiki Jalan Desa

Dikatakan Herkulana, di tahun 2020 sudah di upayakan madu Kapuas Hulu didaftarkan HKI, semoga tahun depan selesai. “Selain itu tanaman kratom juga bisa diproses HKI, kemudian kelompok tenun juga perlu diperhatikan,” pinta Herkulana.

Dijelaskannya, bahwa HKI bisa diusulkan secara personal maupun komunal. Untuk pembiayaan kata Herkulana jangan khawatir dan bisa hubungi Balitbang. “Ini bentuk kepedulian Bapak Gubernur. Apalagi kita Kapuas Hulu ini merupakan daerah perbatasan, kekayaan intelektual yang ada cepat di inventarisir,” pintanya. (dRe)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/