alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Patroli Lima Hari Resmi Berakhir

Satgas Pamtas dan Tentara Malaysia Patroli Bersama

BADAU – Operasi Patroli Bersama antara TNI dan Tentara Malaysia di perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu telah usai. Patroli terkoordinasi yang digelar bersama selama lima hari, 5 – 10 Februari yang dimulai dari sektor patok Mentari dan Perumbang Malaysia dan berakhir di Pos Gabungan Bersama TNI AD dan TDM di Lubok Antu.

Sebagaimana diketahui, patroli patok perbatasan dilaksanakan setiap tahun, dalam rangka mengecek kondisi patok-patok perbatasan. Patroli patok perbatasan pada tahun anggaran 2020 ini, menempuh jarak sepanjang 68 kilometer dengan menemukan 125 patok perbatasan kedua negara.

Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas Yonif 133/YS Letkol Inf. Hendra Cipta, mengatakan, sinergitas antarprajurit pengamanan perbatasan kedua negara perlu dipupuk secara baik. Kebersamaan terus dibina mereka, di mana prajurit yang melakukan patroli patok berjalan dan tidur bersama di alam terbuka. Dia yakin, kebersamaan tersebut akan terpatri terus dalam benak masing-masing, setelah melakukan patroli bersama.

“Prajurit TNI dan TDM memupuk semangat kebersamaan yang efektif, untuk mewujudkan saling memahami dan pengertian dari kedua negara dalam menjaga kedaulatan antar negara, jadi kebersamaan terus dibina setelah pelaksanaan patroli patok terkoordinasi ini,” pungkasnya.

Sementara sebelumnya, Pangdam XII/Tpr melalui Korem 121/ABW dan Satgas Pamtas Yonif Yonif 133/YS  menggelar Upacara Pembukaan Patroli Koordinasi antara TNI dan RAMD Siri I Tahun 2020 di wilayah perbatasan darat RI – Malaysia. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 133/Yudha Sakti, Dusun Berangan, Desa Janting, Kecamatan Badau, Senin (3/2). Upacara itu digelar dalam rangka melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia di Wilayah Kalimantan Barat tahun 2020.

Baca Juga :  Pengundian Nomor Urut Ketiga Paslon, KPU Klarifikasi tak Bisa Hadirkan Media Massa

Upacara dibuka oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 121/ABW Kolonel Inf. Marzuki dan didampingi tamu undangan antara lain Kasiren Kolonel Inf. Ibnu Subroto, Kasdim 1206/Psb Mayor Inf. Agus Jaelani, Danramil 04/Badau Kapten Inf. Tatang dan unsur Muspika Kecamatan Badau, Kepala Imigrasi, serta Bea Cukai Badau dan para kepala desa se-Kecamatan Badau. Hadir pula tamu undangan dari Tentera diraja Malaysia (TDM) dihadiri oleh Letkol Mohd Rizal-co, Letkol Salleh bin Mohamad, beserta rombongan. Pasukan upacara diikuti oleh dari kedua negara  sebagai pelaksana patroli terkoordinasi yang dilaksanakan lebih dari seminggu tersebut.

Kasrem selaku inspektur upacara menyampaikan amanat Dankolaops Brigjen TNI Bambang Trisnohadi. Dijelaskan Danrem bahwa pelaksanaan kegiatan patroli perbatasan yang digelar bersama antara Satgas Pamtas TNI, dalam hal ini Yonif 133/YS dengan Yon 13 RAMD Siri I/2020 sepanjang 3 – 12 Februari 2020, merupakan salah satu wujud hasil kesepakatan bersama pada kegiatan Unit Commander Meeting Siri I/2020 yang telah dilaksanakan.

“Kegiatan patroli bersama ini selain sebagai simbol kebersamaan, juga merupakan bentuk aplikasi eratnya persahabatan antara kedua institusi yaitu TNI dan RAMD di dalam saling menjaga kedaulatan negaranya yang berbatasan darat,” terang Marzuki. Kegiatan itu, tambah Marzuki, juga  berdampak positif untuk mengontrol aktivitas berbagai kegiatan ilegal seperti ilegal logging, ilegal minning, trafficking, pelintas batas dan kriminalitas seperti narkoba, yang kerap memanfaatkan celah yang ada di wilayah perbatasan kedua negara serta berbagai dampak lainnya yang timbul di perbatasan. Lebih lanjut Kasrem mengatakan masalah kawasan perbatasan merupakan fenomena yang senantiasa menjadi fokus perhatian dari semua negara di dunia.

Baca Juga :  KPU Musnahkan Surat Suara Lebih dan Rusak

“Hal tersebut semakin mengemuka ketika dunia sekarang ini disibukkan oleh perdagangan global fungsionalisasi hukum bagi penyelesaian sengketa, melemahnya ratifikasi hukum meningkatnya intensitas konflik di daerah sebagai akibat lain dan daya alam kawasan sebagainya,” bebernya.

Maka dalam menyikapi permasalahan tersebut, setiap negara, menurut dia, berupaya mengadakan kerja sama regional untuk menentukan batas-batas wilayah teritorialnya. “Suatu pengkajian sosiokultural maupun historis dan yuridis, dilakukan, demikian juga kegiatan perundingan-perundingan untuk menetapkan perjanjian tapal batas bagi negara pihak terkait,” tegasnya.

Karenanya, Kasrem menekankan kepada setiap prajurit Yonif 133/YS yang bertugas diperbatasan, agar senantiasa menjalin hubungan yang harmonis dengan prajurit  Yon 13 Rezimen Askar Melayu Diraja (RAMD).

“Laksanakan tugas dengan dasar kehormatan, agar kegiatan patroli ini senantiasa dapat dicapai sebagaimana mestinya dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan baik porsenil maupun materil,” pungkas Kasrem. (arf)

Satgas Pamtas dan Tentara Malaysia Patroli Bersama

BADAU – Operasi Patroli Bersama antara TNI dan Tentara Malaysia di perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu telah usai. Patroli terkoordinasi yang digelar bersama selama lima hari, 5 – 10 Februari yang dimulai dari sektor patok Mentari dan Perumbang Malaysia dan berakhir di Pos Gabungan Bersama TNI AD dan TDM di Lubok Antu.

Sebagaimana diketahui, patroli patok perbatasan dilaksanakan setiap tahun, dalam rangka mengecek kondisi patok-patok perbatasan. Patroli patok perbatasan pada tahun anggaran 2020 ini, menempuh jarak sepanjang 68 kilometer dengan menemukan 125 patok perbatasan kedua negara.

Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas Yonif 133/YS Letkol Inf. Hendra Cipta, mengatakan, sinergitas antarprajurit pengamanan perbatasan kedua negara perlu dipupuk secara baik. Kebersamaan terus dibina mereka, di mana prajurit yang melakukan patroli patok berjalan dan tidur bersama di alam terbuka. Dia yakin, kebersamaan tersebut akan terpatri terus dalam benak masing-masing, setelah melakukan patroli bersama.

“Prajurit TNI dan TDM memupuk semangat kebersamaan yang efektif, untuk mewujudkan saling memahami dan pengertian dari kedua negara dalam menjaga kedaulatan antar negara, jadi kebersamaan terus dibina setelah pelaksanaan patroli patok terkoordinasi ini,” pungkasnya.

Sementara sebelumnya, Pangdam XII/Tpr melalui Korem 121/ABW dan Satgas Pamtas Yonif Yonif 133/YS  menggelar Upacara Pembukaan Patroli Koordinasi antara TNI dan RAMD Siri I Tahun 2020 di wilayah perbatasan darat RI – Malaysia. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 133/Yudha Sakti, Dusun Berangan, Desa Janting, Kecamatan Badau, Senin (3/2). Upacara itu digelar dalam rangka melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia di Wilayah Kalimantan Barat tahun 2020.

Baca Juga :  Pemuda Putussibau Diciduk, Kepergok Intip Ibu-ibu Mandi

Upacara dibuka oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 121/ABW Kolonel Inf. Marzuki dan didampingi tamu undangan antara lain Kasiren Kolonel Inf. Ibnu Subroto, Kasdim 1206/Psb Mayor Inf. Agus Jaelani, Danramil 04/Badau Kapten Inf. Tatang dan unsur Muspika Kecamatan Badau, Kepala Imigrasi, serta Bea Cukai Badau dan para kepala desa se-Kecamatan Badau. Hadir pula tamu undangan dari Tentera diraja Malaysia (TDM) dihadiri oleh Letkol Mohd Rizal-co, Letkol Salleh bin Mohamad, beserta rombongan. Pasukan upacara diikuti oleh dari kedua negara  sebagai pelaksana patroli terkoordinasi yang dilaksanakan lebih dari seminggu tersebut.

Kasrem selaku inspektur upacara menyampaikan amanat Dankolaops Brigjen TNI Bambang Trisnohadi. Dijelaskan Danrem bahwa pelaksanaan kegiatan patroli perbatasan yang digelar bersama antara Satgas Pamtas TNI, dalam hal ini Yonif 133/YS dengan Yon 13 RAMD Siri I/2020 sepanjang 3 – 12 Februari 2020, merupakan salah satu wujud hasil kesepakatan bersama pada kegiatan Unit Commander Meeting Siri I/2020 yang telah dilaksanakan.

“Kegiatan patroli bersama ini selain sebagai simbol kebersamaan, juga merupakan bentuk aplikasi eratnya persahabatan antara kedua institusi yaitu TNI dan RAMD di dalam saling menjaga kedaulatan negaranya yang berbatasan darat,” terang Marzuki. Kegiatan itu, tambah Marzuki, juga  berdampak positif untuk mengontrol aktivitas berbagai kegiatan ilegal seperti ilegal logging, ilegal minning, trafficking, pelintas batas dan kriminalitas seperti narkoba, yang kerap memanfaatkan celah yang ada di wilayah perbatasan kedua negara serta berbagai dampak lainnya yang timbul di perbatasan. Lebih lanjut Kasrem mengatakan masalah kawasan perbatasan merupakan fenomena yang senantiasa menjadi fokus perhatian dari semua negara di dunia.

Baca Juga :  Pemda Siapkan Tiga Raperda Baru

“Hal tersebut semakin mengemuka ketika dunia sekarang ini disibukkan oleh perdagangan global fungsionalisasi hukum bagi penyelesaian sengketa, melemahnya ratifikasi hukum meningkatnya intensitas konflik di daerah sebagai akibat lain dan daya alam kawasan sebagainya,” bebernya.

Maka dalam menyikapi permasalahan tersebut, setiap negara, menurut dia, berupaya mengadakan kerja sama regional untuk menentukan batas-batas wilayah teritorialnya. “Suatu pengkajian sosiokultural maupun historis dan yuridis, dilakukan, demikian juga kegiatan perundingan-perundingan untuk menetapkan perjanjian tapal batas bagi negara pihak terkait,” tegasnya.

Karenanya, Kasrem menekankan kepada setiap prajurit Yonif 133/YS yang bertugas diperbatasan, agar senantiasa menjalin hubungan yang harmonis dengan prajurit  Yon 13 Rezimen Askar Melayu Diraja (RAMD).

“Laksanakan tugas dengan dasar kehormatan, agar kegiatan patroli ini senantiasa dapat dicapai sebagaimana mestinya dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan baik porsenil maupun materil,” pungkas Kasrem. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/