alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Tahap Pertama, Vaksin Ratusan Nakes

PUTUSSIBAU – Tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Kapuas Hulu merupakan sasaran pertama yang akan dilakukan vaksin. Hal ini disampaikan Ade Hermanto, kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Senin (11/1) di Putussibau.

Lebih lanjut Ade mengatakan, pemberian vaksin nantinya dilakukan bertahap, di mana Kapuas Hulu saat ini memiliki 1.833 tenaga kesehatan.

“Secara keseluruhan total tenaga kesehatan yang sudah masuk data untuk vaksinasi sebanyak 1.833. Namun itu bertahap, karena untuk kuota vaksin yang didistribusikan di Kapuas Hulu tahap pertama ini sebanyak 420 vial,” kata Ade.

Dari 420 tersebut, sedikitnya, menurut dia, 210 tenaga kesehatan akan dilakukan vaksin sebanyak dua kali vaksin/vial.

“Untuk pendistribusian vaksin ke Kapuas Hulu belum ada jadwal pastinya,” tambah Ade.

Ade berharap upaya vaksin yang dilakukan itu bisa melindungi semua nakes yang ada di Bumi Uncak Kapuas dari penyebaran Covid-19. “Kita terus ingatkan masyarakat untuk patuh menerapkan protokol kesehatan, dengan selalu mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker dan menjaga jarak,” demikian pesan Ade.

Sebelumnya diberitakan bahwa Kabupaten Kapuas Hulu mendapat kuota vaksin sebanyak 420 vial dengan sasaran utama yang akan divaksin yakni tenaga kesehatan. Hal ini diungkapkan Mohd. Zaini, ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kapuas Hulu, belum lama ini.

“Untuk vaksin Kapuas Hulu tahap pertama akan mendapatkan kuota 420 vial yang di peruntukan 210 tenaga kesehatan,” terang Zaini.

Dikatakan Zaini, saat ini vaksin masih berada di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalbar di Kota Pontianak, di mana nantinya, satu tenaga kesehatan mendapatkan dua kali vaksin atau vial. “Untuk vaksinisasi itu akan diprioritaskan untuk 1.833 orang petugas kesehatan yang ada di wilayah Kapuas Hulu,” tambahnya.

Menurut Zaini, kuota vaksin untuk Kapuas Hulu tahap pertama ini masih kurang, jika dibandingkan dengan jumlah petugas kesehatan di Kapuas Hulu. “Tahap pertama ini Kapuas Hulu dapat 420 vial vaksin dan sesuai petunjuk Kementerian kesehatan diperuntukan bagi petugas kesehatan,” ulasnya.

Untuk itu dirinya berharap tahap berikutnya kuota vaksin sesuai dengan jumlah petugas kesehatan di Kapuas Hulu. “Vaksin di dahulukan untuk petugas kesehatan, kemungkinan untuk selanjutnya baru pihak lain, kami pun belum dapat petunjuk teknis, namun yang jelas di prioritaskan petugas kesehatan,” kata dia.

Baca Juga :  Siapkan 200 Vial Vaksin Covid-19

Zaini juga menegaskan, sampai saat ini Satgas Covid-19 Kabupaten hingga kecamatan terus melakukan gerakan pencegahan penyebaran Covid-19. “Kita terus galakan langkah-langkah sosialisasi dan penerapan disiplin protokol kesehatan untuk masyarakat tetap dilaksanakan oleh tim gabungan,” katanya.

Karenanya, Zaini mengimbau agar masyarakat bersama-sama memerangi sebaran Covid-19, dengan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 10 ribu vial vaksin Covid-19 Sinovac tiba di Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (5/1) pagi. Seluruh vaksin ini sementara disimpan dan dijaga ketat sampai keluarnya surat Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), untuk selanjutnya didistribusikan ke daerah.

Vaksin kiriman pertama ini dibawa dari Jakarta dengan pesawat Lion Air. Sesampainya di bandara Internasional Supadio, langsung dibawa menggunakan truk khusus yang dikawal ketat oleh pihak Polda Kalbar serta TNI ke gudang penyimpanan (cold room Instalasi Farmasi) Dinas Kesehatan Kalbar.

“Selanjutnya kami masih menunggu Emergency Use Authorization (EUA) atau penggunaan dalam keadaan darurat, surat EUA itu dari Badan POM yang rencananya akan diterbitkan pada tanggal 11 Januari 2021,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson kepada awak media.

Setelah ada surat dari BPOM tersebut, barulah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar boleh mengirimkan vaksin ke pemerintah kabupaten/kota se-Kalbar. Mengenai jumlah vaksin yang diterima, kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu tersebut, tergantung dari kapasitas cold room yang ada di Kalbar. Karena memang ruang khusus tersebut hanya mampu menampung antara 18 ribu sampai 20 ribu tambahan vaksin.

“Sementara sebentar lagi akan masuk vaksin japanese encephalitis, jadi kami minta agar di-drop dulu 10 ribu, kami bagikan dulu, baru nanti pengiriman selanjutnya akan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Harisson menjelaskan, secara umum ada tiga juta vaksin untuk seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut khusus Kalbar mendapat alokasi sebanyak 50 ribu vial vaksin. Teknisnya untuk satu orang harus menggunakan dua vial vaksin, dengan jarak pemberian vaksin harus lebih dari 14 hari. “Jadi setelah ini akan datang lagi vaksin-vaksin tambahan, jadi satu orang itu membutuhkan dua vial vaksin,” ucapnya.

Sasaran vaksinasi untuk tahap pertama ini adalah para petugas kesehatan. Dari 10 ribu vaksin yang sudah ada bakal dibagikan secara proporsional ke daerah sesuai jumlah tenaga kesehatan yang dimiliki. Dimana sesuai data di sistem informasi sumber daya manusia (SDM) kesehatan, total petugas kesehatan di Kalbar tercatat ada 26.651 orang. “Nah ini nanti kami secara bertahap akan melakukan vaksinasi,” katanya.

Baca Juga :  Penerapan Protokol Kesehatan Diperketat

Untuk distribusi vaksin ke daerah, nantinya juga akan dikawal secara ketat oleh pihak TNI dan Polri. Sementara mengenai fasilitas penyimpanan di daerah, hampir sama dengan provinsi, masing-masing sudah memiliki cold room, tempat penyimpanan vaksin yang ada sebelumnya.

Nantinya, setelah sampai ke daerah, tenaga yang akan melaksanakan vaksinasi adalah para dokter, perawat dan bidan. Dimana di Kalbar sendiri, saat ini memiliki tenaga vaksinator sebanyak 8.403 orang. “Ini mereka terus kami latih, sebenarnya mereka ini sudah terbiasa dengan pemberian vaksin, hanya mungkin lebih ditekankan lagi, untuk memonitor kejadian ikutan pasca imunisasi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Harisson juga menyampaikan bahwa pemberian vaksin ini dilakukan sebanyak empat tahap. Hal tersebut dilakukan karena memang kondisi ketersediaan vaksin, baik secara nasional maupun global jumlahnya terbatas. Termasuk juga dipengarui oleh waktu kedatangan vaksin dan profil keamanan vaksin.

Untuk itu Kementerian Kesehatan menurutnya sudah membuat arahan agar pembagian vaksin dilaksanakan dalam empat tahap. Tahap pertama Januari sampai April 2021, yang menjadi sasaran adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang dan mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja di fasilitas layanan kesehatan.

Kemudian tahap kedua sasaran vaksinasi adalah petugas layanan publik. Seperti TNI, Polri, aparat penegak hukum, petugas bandara, petugas pelabuhan, stasiun, terminal, perbankan, PLN dan PDAM. Serta petugas lain yang terlibat langsung dalam pelayanan kepada masyarakat. “Kemudian dalam tahap dua juga ada kelompok usia lanjut di atas 60 tahun yang akan divaksinasi juga,” terangnya.

Sementara tahap ketiga waktu pelaksanaannya dari April 2021 sampai Maret 2022. Dengan sasaran masyarakat yang rentan secara aspek geospasial, sosial dan ekonomi. Terakhir tahap empat di bulan April 2021 sampai Maret 2022, sasarannya adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lain sesuai dengan pendekatan kluster dan ketersediaan vaksin. (dRe)

PUTUSSIBAU – Tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Kapuas Hulu merupakan sasaran pertama yang akan dilakukan vaksin. Hal ini disampaikan Ade Hermanto, kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Senin (11/1) di Putussibau.

Lebih lanjut Ade mengatakan, pemberian vaksin nantinya dilakukan bertahap, di mana Kapuas Hulu saat ini memiliki 1.833 tenaga kesehatan.

“Secara keseluruhan total tenaga kesehatan yang sudah masuk data untuk vaksinasi sebanyak 1.833. Namun itu bertahap, karena untuk kuota vaksin yang didistribusikan di Kapuas Hulu tahap pertama ini sebanyak 420 vial,” kata Ade.

Dari 420 tersebut, sedikitnya, menurut dia, 210 tenaga kesehatan akan dilakukan vaksin sebanyak dua kali vaksin/vial.

“Untuk pendistribusian vaksin ke Kapuas Hulu belum ada jadwal pastinya,” tambah Ade.

Ade berharap upaya vaksin yang dilakukan itu bisa melindungi semua nakes yang ada di Bumi Uncak Kapuas dari penyebaran Covid-19. “Kita terus ingatkan masyarakat untuk patuh menerapkan protokol kesehatan, dengan selalu mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker dan menjaga jarak,” demikian pesan Ade.

Sebelumnya diberitakan bahwa Kabupaten Kapuas Hulu mendapat kuota vaksin sebanyak 420 vial dengan sasaran utama yang akan divaksin yakni tenaga kesehatan. Hal ini diungkapkan Mohd. Zaini, ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kapuas Hulu, belum lama ini.

“Untuk vaksin Kapuas Hulu tahap pertama akan mendapatkan kuota 420 vial yang di peruntukan 210 tenaga kesehatan,” terang Zaini.

Dikatakan Zaini, saat ini vaksin masih berada di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalbar di Kota Pontianak, di mana nantinya, satu tenaga kesehatan mendapatkan dua kali vaksin atau vial. “Untuk vaksinisasi itu akan diprioritaskan untuk 1.833 orang petugas kesehatan yang ada di wilayah Kapuas Hulu,” tambahnya.

Menurut Zaini, kuota vaksin untuk Kapuas Hulu tahap pertama ini masih kurang, jika dibandingkan dengan jumlah petugas kesehatan di Kapuas Hulu. “Tahap pertama ini Kapuas Hulu dapat 420 vial vaksin dan sesuai petunjuk Kementerian kesehatan diperuntukan bagi petugas kesehatan,” ulasnya.

Untuk itu dirinya berharap tahap berikutnya kuota vaksin sesuai dengan jumlah petugas kesehatan di Kapuas Hulu. “Vaksin di dahulukan untuk petugas kesehatan, kemungkinan untuk selanjutnya baru pihak lain, kami pun belum dapat petunjuk teknis, namun yang jelas di prioritaskan petugas kesehatan,” kata dia.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Siapkan 4.000 Dosis Vaksin Untuk Pekerja di Pontianak

Zaini juga menegaskan, sampai saat ini Satgas Covid-19 Kabupaten hingga kecamatan terus melakukan gerakan pencegahan penyebaran Covid-19. “Kita terus galakan langkah-langkah sosialisasi dan penerapan disiplin protokol kesehatan untuk masyarakat tetap dilaksanakan oleh tim gabungan,” katanya.

Karenanya, Zaini mengimbau agar masyarakat bersama-sama memerangi sebaran Covid-19, dengan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 10 ribu vial vaksin Covid-19 Sinovac tiba di Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (5/1) pagi. Seluruh vaksin ini sementara disimpan dan dijaga ketat sampai keluarnya surat Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), untuk selanjutnya didistribusikan ke daerah.

Vaksin kiriman pertama ini dibawa dari Jakarta dengan pesawat Lion Air. Sesampainya di bandara Internasional Supadio, langsung dibawa menggunakan truk khusus yang dikawal ketat oleh pihak Polda Kalbar serta TNI ke gudang penyimpanan (cold room Instalasi Farmasi) Dinas Kesehatan Kalbar.

“Selanjutnya kami masih menunggu Emergency Use Authorization (EUA) atau penggunaan dalam keadaan darurat, surat EUA itu dari Badan POM yang rencananya akan diterbitkan pada tanggal 11 Januari 2021,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson kepada awak media.

Setelah ada surat dari BPOM tersebut, barulah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar boleh mengirimkan vaksin ke pemerintah kabupaten/kota se-Kalbar. Mengenai jumlah vaksin yang diterima, kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu tersebut, tergantung dari kapasitas cold room yang ada di Kalbar. Karena memang ruang khusus tersebut hanya mampu menampung antara 18 ribu sampai 20 ribu tambahan vaksin.

“Sementara sebentar lagi akan masuk vaksin japanese encephalitis, jadi kami minta agar di-drop dulu 10 ribu, kami bagikan dulu, baru nanti pengiriman selanjutnya akan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Harisson menjelaskan, secara umum ada tiga juta vaksin untuk seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut khusus Kalbar mendapat alokasi sebanyak 50 ribu vial vaksin. Teknisnya untuk satu orang harus menggunakan dua vial vaksin, dengan jarak pemberian vaksin harus lebih dari 14 hari. “Jadi setelah ini akan datang lagi vaksin-vaksin tambahan, jadi satu orang itu membutuhkan dua vial vaksin,” ucapnya.

Sasaran vaksinasi untuk tahap pertama ini adalah para petugas kesehatan. Dari 10 ribu vaksin yang sudah ada bakal dibagikan secara proporsional ke daerah sesuai jumlah tenaga kesehatan yang dimiliki. Dimana sesuai data di sistem informasi sumber daya manusia (SDM) kesehatan, total petugas kesehatan di Kalbar tercatat ada 26.651 orang. “Nah ini nanti kami secara bertahap akan melakukan vaksinasi,” katanya.

Baca Juga :  Masyarakat Silat Hulu Korban Banjir Terima Bantuan Beras

Untuk distribusi vaksin ke daerah, nantinya juga akan dikawal secara ketat oleh pihak TNI dan Polri. Sementara mengenai fasilitas penyimpanan di daerah, hampir sama dengan provinsi, masing-masing sudah memiliki cold room, tempat penyimpanan vaksin yang ada sebelumnya.

Nantinya, setelah sampai ke daerah, tenaga yang akan melaksanakan vaksinasi adalah para dokter, perawat dan bidan. Dimana di Kalbar sendiri, saat ini memiliki tenaga vaksinator sebanyak 8.403 orang. “Ini mereka terus kami latih, sebenarnya mereka ini sudah terbiasa dengan pemberian vaksin, hanya mungkin lebih ditekankan lagi, untuk memonitor kejadian ikutan pasca imunisasi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Harisson juga menyampaikan bahwa pemberian vaksin ini dilakukan sebanyak empat tahap. Hal tersebut dilakukan karena memang kondisi ketersediaan vaksin, baik secara nasional maupun global jumlahnya terbatas. Termasuk juga dipengarui oleh waktu kedatangan vaksin dan profil keamanan vaksin.

Untuk itu Kementerian Kesehatan menurutnya sudah membuat arahan agar pembagian vaksin dilaksanakan dalam empat tahap. Tahap pertama Januari sampai April 2021, yang menjadi sasaran adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang dan mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja di fasilitas layanan kesehatan.

Kemudian tahap kedua sasaran vaksinasi adalah petugas layanan publik. Seperti TNI, Polri, aparat penegak hukum, petugas bandara, petugas pelabuhan, stasiun, terminal, perbankan, PLN dan PDAM. Serta petugas lain yang terlibat langsung dalam pelayanan kepada masyarakat. “Kemudian dalam tahap dua juga ada kelompok usia lanjut di atas 60 tahun yang akan divaksinasi juga,” terangnya.

Sementara tahap ketiga waktu pelaksanaannya dari April 2021 sampai Maret 2022. Dengan sasaran masyarakat yang rentan secara aspek geospasial, sosial dan ekonomi. Terakhir tahap empat di bulan April 2021 sampai Maret 2022, sasarannya adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lain sesuai dengan pendekatan kluster dan ketersediaan vaksin. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/