alexametrics
27 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Sajikan Potensi Daerah Terpencil Lewat Fotografi

KAPUAS HULU – Panda Click ikut memeriahkan Festival Bumi Kasturi di Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu lewat pameran foto dan buku. Karya foto hasil jepretan masyarakat yang dilatih selama satu tahun dipajang di pameran tersebut.

Jimmy Syahirsyah, Koordinator IKI Project WWF-Indonesia mengatakan, pameran ini diikuti 30 fotografer dan memamerkan 120 karya foto (60 dari Indonesia, 60 Serawak-Malaysia) bertemakan potensi dan permasalahan di daerah terpencil.

“Pameran ini bisa menjadi informasi bagi pemerintah untuk melihat berbagai permasalah ataupun potensi di beberapa daerah guna untuk pembangunan,” ujarnya.

Jimmy menambahkan selain foto, diterbitkan buku Warna-Warni Borneo yang berisi foto atau cerita di balik foto. “Buku ini diserahkan ke Bupati Kapuas Hulu sebagai acuan pembangunan di beberapa desa,” katanya.

Baca Juga :  Sidang Gugatan Ismawan, Tergugat Hadirkan Dua Saksi

Zaenab, peserta pameran dari Desa Kelakar mengatakan, pameran ini sudah ditunggu sejak bergabung di program tersebut.

“Saya awalnya malu untuk bergabung, tapi ketika saya tahu bahwa program ini bisa mengajarkan untuk belajar berani berbicara di depan banyak orang untuk mengangkat isu atau keluhan yang ada di masyarakat, makanya saya langsung gabung,” ujarnya.

Zaenab merasa ada yang berubah dalam dirinya. Lewat foto, ia mengaku bisa menjelaskan apa yang ada di benaknya kepada semua orang. (mdy)

KAPUAS HULU – Panda Click ikut memeriahkan Festival Bumi Kasturi di Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu lewat pameran foto dan buku. Karya foto hasil jepretan masyarakat yang dilatih selama satu tahun dipajang di pameran tersebut.

Jimmy Syahirsyah, Koordinator IKI Project WWF-Indonesia mengatakan, pameran ini diikuti 30 fotografer dan memamerkan 120 karya foto (60 dari Indonesia, 60 Serawak-Malaysia) bertemakan potensi dan permasalahan di daerah terpencil.

“Pameran ini bisa menjadi informasi bagi pemerintah untuk melihat berbagai permasalah ataupun potensi di beberapa daerah guna untuk pembangunan,” ujarnya.

Jimmy menambahkan selain foto, diterbitkan buku Warna-Warni Borneo yang berisi foto atau cerita di balik foto. “Buku ini diserahkan ke Bupati Kapuas Hulu sebagai acuan pembangunan di beberapa desa,” katanya.

Baca Juga :  ANBK Dengan Mode Online dan Semi Online

Zaenab, peserta pameran dari Desa Kelakar mengatakan, pameran ini sudah ditunggu sejak bergabung di program tersebut.

“Saya awalnya malu untuk bergabung, tapi ketika saya tahu bahwa program ini bisa mengajarkan untuk belajar berani berbicara di depan banyak orang untuk mengangkat isu atau keluhan yang ada di masyarakat, makanya saya langsung gabung,” ujarnya.

Zaenab merasa ada yang berubah dalam dirinya. Lewat foto, ia mengaku bisa menjelaskan apa yang ada di benaknya kepada semua orang. (mdy)

Most Read

Artikel Terbaru

/