alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Dinkes Kapuas Hulu Gelar Rembuk Stunting

PUTUSSIBAU-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar kegiatan Rembuk Stunting di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (12/4/2021) kegiatan tersebut mengangkat tema “Optimalisasi Intervensi Gizi Spesifik dan Sensitif dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting”

Kegiatan dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bahtiar, SP.,M.Si. Hadir Forkopimda Kabupaten Kapuas Hulu, Kepala Bappeda Abang Mohammad Nasir, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu M. Nazaruddin, SKM.,MPH, Anggota DPRD Kapuas Hulu Hendry Suwarta.

Hadir pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dilingkungan Pemkab Kapuas Hulu, Kepala para Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa 42 locus stunting di Kapuas Hulu.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, selaku Ketua Panitia kegiatan Rembuk Stunting M. Nazaruddin, SKM.,MPH mengatakan, melalui kegiatan tersebut diharapkan terwujudnya komitmen bersama intervensi gizi spesifik dan sensitif dalam rangka penurunan stunting di Kapuas Hulu.

“Yang bertujuan terwujudnya rencana kebijakan daerah dalam mendukung percepatan penurunan Stunting, maka perlu peningkatan peran camat dalam melaksanakan koordinasi. Kemudian, tersosialisasinya kebijakan upaya percepatan penurunan Stunting sebagai prioritas di desa dan kecamatan serta terwujudnya Komitmen secar konsisten dan berkelanjutan,” papar Nazaruddin.

Baca Juga :  Orientasi Tata Laksana Gizi Buruk Bagi Puskesmas

Ditambahkannya, berdasarkan penilaian kinerja Bappeda Provinsi Kalbar, Kabupaten Kapuas Hulu meraih peringkat kedua dalam penanganan stunting, dari 4 kabupaten/kota di Kalbar.

Sementara itu, Drs Bahtiar, SP.,M.Si menyampaikan, saat ini keadaan gizi di Indonesia belum menggembirakan, salah satunya permasalahan stunting.

Di Kabupaten Kapuas Hulu, Asisten II mengharap penanganan stunting perlu konsen dan menjadi prioritas.

“Pencapaian kinerja kita dalam penanganan stunting sangat baik. Namun demikian alangkah baik tidak ada stunting di Kapuas Hulu,” kata Bahtiar.

Dirinya menyarankan, untuk mencegah stunting, masyarakat harus merubah prilaku. Pasalnya Kabupaten Kapuas Hulu memiliki sumber daya alam banyak yang bisa dikelola untuk memperbaiki peningkatan gizi masyarakat.

“Contoh daerah kita banyak ikan, maka dari hasil ikan tersebut tidak semata-mata harus dijual, tapi perhatikan anak-anak kita supaya mereka juga bisa mengkonsumsinya, jadi jangan diabaikan,” pesan Asisten.

Baca Juga :  Komitmen Tingkatkan Pelayanan

Oleh karenanya, Bahtiar mengharapkan Kepala Desa, Camat jangan lupa melakukan pembinaan kepada masyarakat tentang pentingnya pentingkan gizi dalam mencegah stunting.

“Prevalensi sunting banyak faktor yang banyak belum diketahui masyarakat, sehingga mendorong terjadinya stunting. Stunting banyak berpengaruh pada aspek lainnya,” kata Asisten.

Dikatakan Asisten anak merupakan generasi penerus untuk kelangsungan hidup, maka harus dipersiapkan sejak dini, agar tercapai tumbuh kembang fisik, mental, sosial dan spiritual yang baik.

“Saya sangat mengharapkan kegiatan Rembuk Stunting ini mencapai kesimpulan dan strategi yang dapat diimplementasikan, jadi saran pendapat dilaksanakan dalam sebuah perencanaan strategi dalam menurunkan stunting di Kapuas Hulu sangat diharapkan, menuju Kapuas Hulu bebas stunting tahun 2024,” pungkas Bahtiar. (dRe)

PUTUSSIBAU-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar kegiatan Rembuk Stunting di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (12/4/2021) kegiatan tersebut mengangkat tema “Optimalisasi Intervensi Gizi Spesifik dan Sensitif dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting”

Kegiatan dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bahtiar, SP.,M.Si. Hadir Forkopimda Kabupaten Kapuas Hulu, Kepala Bappeda Abang Mohammad Nasir, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu M. Nazaruddin, SKM.,MPH, Anggota DPRD Kapuas Hulu Hendry Suwarta.

Hadir pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dilingkungan Pemkab Kapuas Hulu, Kepala para Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa 42 locus stunting di Kapuas Hulu.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, selaku Ketua Panitia kegiatan Rembuk Stunting M. Nazaruddin, SKM.,MPH mengatakan, melalui kegiatan tersebut diharapkan terwujudnya komitmen bersama intervensi gizi spesifik dan sensitif dalam rangka penurunan stunting di Kapuas Hulu.

“Yang bertujuan terwujudnya rencana kebijakan daerah dalam mendukung percepatan penurunan Stunting, maka perlu peningkatan peran camat dalam melaksanakan koordinasi. Kemudian, tersosialisasinya kebijakan upaya percepatan penurunan Stunting sebagai prioritas di desa dan kecamatan serta terwujudnya Komitmen secar konsisten dan berkelanjutan,” papar Nazaruddin.

Baca Juga :  Karantina Kesehatan Perketat Prokes PLBN Badau

Ditambahkannya, berdasarkan penilaian kinerja Bappeda Provinsi Kalbar, Kabupaten Kapuas Hulu meraih peringkat kedua dalam penanganan stunting, dari 4 kabupaten/kota di Kalbar.

Sementara itu, Drs Bahtiar, SP.,M.Si menyampaikan, saat ini keadaan gizi di Indonesia belum menggembirakan, salah satunya permasalahan stunting.

Di Kabupaten Kapuas Hulu, Asisten II mengharap penanganan stunting perlu konsen dan menjadi prioritas.

“Pencapaian kinerja kita dalam penanganan stunting sangat baik. Namun demikian alangkah baik tidak ada stunting di Kapuas Hulu,” kata Bahtiar.

Dirinya menyarankan, untuk mencegah stunting, masyarakat harus merubah prilaku. Pasalnya Kabupaten Kapuas Hulu memiliki sumber daya alam banyak yang bisa dikelola untuk memperbaiki peningkatan gizi masyarakat.

“Contoh daerah kita banyak ikan, maka dari hasil ikan tersebut tidak semata-mata harus dijual, tapi perhatikan anak-anak kita supaya mereka juga bisa mengkonsumsinya, jadi jangan diabaikan,” pesan Asisten.

Baca Juga :  Yolanda Pulanglah! Ayahmu Mencarimu

Oleh karenanya, Bahtiar mengharapkan Kepala Desa, Camat jangan lupa melakukan pembinaan kepada masyarakat tentang pentingnya pentingkan gizi dalam mencegah stunting.

“Prevalensi sunting banyak faktor yang banyak belum diketahui masyarakat, sehingga mendorong terjadinya stunting. Stunting banyak berpengaruh pada aspek lainnya,” kata Asisten.

Dikatakan Asisten anak merupakan generasi penerus untuk kelangsungan hidup, maka harus dipersiapkan sejak dini, agar tercapai tumbuh kembang fisik, mental, sosial dan spiritual yang baik.

“Saya sangat mengharapkan kegiatan Rembuk Stunting ini mencapai kesimpulan dan strategi yang dapat diimplementasikan, jadi saran pendapat dilaksanakan dalam sebuah perencanaan strategi dalam menurunkan stunting di Kapuas Hulu sangat diharapkan, menuju Kapuas Hulu bebas stunting tahun 2024,” pungkas Bahtiar. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/