alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Sosialisasikan ASF pada Masyarakat TNBK

DATAH DIAAN-Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) bersama YPOS melaksanakan sosialisasi penyakit African Swine Fever (ASF) kepada masyarakat sekitar Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) di Rumah Adat Ma’ Suling Desa Datah Diaan, Kecamatan Putussibau Utara pada 10 Juni 2021.

Dalma kesempatan tersebut drh. Victor Vernandes, selaku Ketua Pengurus/Manager YPOS dan juga berprofesi sebagai dokter hewan ini menyampaikan

African Swine Fever (ASF) merupakan penyakit virus hemoragik yang menjangkiti babi domestik dan babi liar dari semua umur dan jenis kelamin dengan tingkat fatalitas kasus hingga 100 persen.

“Penyakit ini menyebabkan kerugian ekonomi yang besar, mengancam ketahanan pangan dan perdagangan yang aman serta menjadi tantangan produksi babi yang berkelanjutan di negara-negara tertular,” kata Victor.

Dikatakannya, kegiatan sosialisasi ASF bertujuan untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai ASF dan mekanisme penanganannya yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

Baca Juga :  Pajang Foto tak Senonoh di Medsos, Polisi Amankan Warga Selimbau

Dalam paparannya tentang ASF ini  drh. Victor menyampaikan akan bahaya penyakit ASF ini, sehingga diperlukan mekanisme penanganan khusus yang diperlukan peran serta masyarakat guna mencegah penyebaran penyakit ini pada babi hutan didalam Kawasan TNBK.

“Penyakit ini sangat menular dengan tingkat morbiditas mencapai 100 persen, selain itu virus ini juga adaptif terhadap perubahan lingkungan, tahan disinfektan, sulit dikendalikan dan belum ada vaksinnya. ASF termasuk kedalam penyakit non zoonotik dan dapat menyerang semua jenis babi pada semua rentang usia,” papar Victor.

Di kesempatan yang sama, Bupati Kapuas Hulu yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Hulu Petrus Kusnadi menyampaikan himbauannya terkait dengan penyakit ASF.

“Penyakit ini sangat berbahaya bagi babi hutan, sehingga diperlukan adanya deteksi dini, lapor dini dan respon dini berupa surveilans pada habitat babi hutan, perlu kerjasama lintas sektor antara Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran ASF,” pesan Kusnadi.

Baca Juga :  Tingkatkan Pembangunan Fasilitas Perbatasan

Kegiatan ini disambut baik Markus Jaraan, selaku Kepala Desa Datah Diaan. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat akan bahaya dari virus ASF. “Sehingga kami bisa melakukan upaya pencegahan guna mengurangi jumlah kematian babi hutan di dalam Kawasan TNBK, karena babi hutan menjadi salah satu satwa buruan masyarakat,” kata Markus.

Ditambahkan Arief Mahmud, selaku Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan penyebaran virus ASF pada populasi babi hutan di Kawasan TNBK,” pungkas Arief Mahmud. (r/dRe)

DATAH DIAAN-Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) bersama YPOS melaksanakan sosialisasi penyakit African Swine Fever (ASF) kepada masyarakat sekitar Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) di Rumah Adat Ma’ Suling Desa Datah Diaan, Kecamatan Putussibau Utara pada 10 Juni 2021.

Dalma kesempatan tersebut drh. Victor Vernandes, selaku Ketua Pengurus/Manager YPOS dan juga berprofesi sebagai dokter hewan ini menyampaikan

African Swine Fever (ASF) merupakan penyakit virus hemoragik yang menjangkiti babi domestik dan babi liar dari semua umur dan jenis kelamin dengan tingkat fatalitas kasus hingga 100 persen.

“Penyakit ini menyebabkan kerugian ekonomi yang besar, mengancam ketahanan pangan dan perdagangan yang aman serta menjadi tantangan produksi babi yang berkelanjutan di negara-negara tertular,” kata Victor.

Dikatakannya, kegiatan sosialisasi ASF bertujuan untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai ASF dan mekanisme penanganannya yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

Baca Juga :  Cegah Demam Babi, Perbatasan Diperketat

Dalam paparannya tentang ASF ini  drh. Victor menyampaikan akan bahaya penyakit ASF ini, sehingga diperlukan mekanisme penanganan khusus yang diperlukan peran serta masyarakat guna mencegah penyebaran penyakit ini pada babi hutan didalam Kawasan TNBK.

“Penyakit ini sangat menular dengan tingkat morbiditas mencapai 100 persen, selain itu virus ini juga adaptif terhadap perubahan lingkungan, tahan disinfektan, sulit dikendalikan dan belum ada vaksinnya. ASF termasuk kedalam penyakit non zoonotik dan dapat menyerang semua jenis babi pada semua rentang usia,” papar Victor.

Di kesempatan yang sama, Bupati Kapuas Hulu yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Hulu Petrus Kusnadi menyampaikan himbauannya terkait dengan penyakit ASF.

“Penyakit ini sangat berbahaya bagi babi hutan, sehingga diperlukan adanya deteksi dini, lapor dini dan respon dini berupa surveilans pada habitat babi hutan, perlu kerjasama lintas sektor antara Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran ASF,” pesan Kusnadi.

Baca Juga :  Pelestarian Nilai Seni Budaya adalah Hal Positif

Kegiatan ini disambut baik Markus Jaraan, selaku Kepala Desa Datah Diaan. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat akan bahaya dari virus ASF. “Sehingga kami bisa melakukan upaya pencegahan guna mengurangi jumlah kematian babi hutan di dalam Kawasan TNBK, karena babi hutan menjadi salah satu satwa buruan masyarakat,” kata Markus.

Ditambahkan Arief Mahmud, selaku Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan penyebaran virus ASF pada populasi babi hutan di Kawasan TNBK,” pungkas Arief Mahmud. (r/dRe)

Most Read

PT. CMI Bantu Pembangunan Rumah Ibadah

Bupati Beri Bantuan dan Penghargaan

Menyambut Ramadan

Artikel Terbaru

/