alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Pemilik Akun Raja Rantau Minta Maaf

PUTUSSIBAU– Pemilik akun Facebook Raja Rantau akhirnya minta maaf kepada Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir. Dimana sebelumnya, pemilik akun bernama Juniar (35), warga Piasak, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu itu sempat membuat status di Facebooknya dengan kata-kata yang tidak etis.

Di hadapan aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kapuas Hulu, Juniar mengaku salah, dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka ke publik melalui media.

Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir juga sebelumnya sudah mengambil keputusan untuk tidak meneruskan kasus tersebut ke ranah hukum. “Kami dipanggil sama Pak Bupati, setelah mendengar penjelasan bahwa yang bersangkutan (Juniar) ini memang agak sulit diajak berkomunikasi, dan gangguan pendengaran. Maka ini juga menjadi pertimbangan beliau,” ungkap Kepala Bidang Penegakan Operasi Satpol PP Kapuas Hulu, Edy Suhardi, Jumat (14/2).

Baca Juga :  Warga Mulai Nikmati Jalan Baru

Tapi lanjut Edy, Bupati mengingatkan, kejadian seperti ini cukup sekali, jika terjadi dikemudian hari maka tidak ada toleransi.

Lebih lanjut Edy mengatakan, pihaknya mengetahui postingan Facebook bernama Raja Rantau tersebut sejak 10 Februari lalu, kemudian pada tanggal 11 Februari pihaknya menghadap Bupati, dengan tujuan berkoordinasi untuk melacak keberadaan yang bersangkutan. ternyata yang bersangkutan sedang berada di Pontianak.

Maka dari itu, pihak Satpol PP berkoordinasi dengan pihak Desa Piasak untuk langkah pejemputan Juniar, bahwa tidak akan dijemput paksa.

Juniar akhirnya datang langsung ke kantor Satpol PP diantar langsung oleh Kepala Desa bersama Sekdes Piasak, pada Kamis (13/2) kemarin.

“Karena pak Bupati punya rasa kemanusiaan, dia tanya lanjut atau tidak ke kepolisian. Namun kita beri batas waktu dengan yang bersangkutan, kalau tidak kita akan lakukan penjemputan,” tegas Edy.

Baca Juga :  Seorang Pelajar Disetubuhi di Kebun

Karenanya, Edy menyampaikan pesan Bupati Kapuas Hulu Nasir bahwa kejadian tersebut cukup ini yang terakhir, jika tidak maka akan ditindak tegas, dengan proses hukum.

Sementara itu, Kades Piasak Sukirman mengaku bahwa Juniar memang memiliki keterbatasan mental, baik pendengaran hingga komunikasi. Atas nama warga Piasak, dirinya menyampaikan permohonan maaf.

“Saya sampaikan permohonan maaf warga saya kepada Pak Bupati, maaf lahir batin. Khusus warga jangan melakukan postingan aneh-aneh di media sosial,” pesan Sukirman.

Ia juga menjelaskan, bahwa Juniar memang bekerja atau tulang punggung keluarganya. Selain itu keterbatasan secara mental Juniar membuat Kades dan Sekdes merasa peduli.

“Maka kami dengan Sekdes memutuskan untuk menjemput dia ke Pontianak, karena dia memang pas di sana bekerja ikut kapal motor Putussibau-Pontianak,” pungkasnya.

PUTUSSIBAU– Pemilik akun Facebook Raja Rantau akhirnya minta maaf kepada Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir. Dimana sebelumnya, pemilik akun bernama Juniar (35), warga Piasak, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu itu sempat membuat status di Facebooknya dengan kata-kata yang tidak etis.

Di hadapan aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kapuas Hulu, Juniar mengaku salah, dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka ke publik melalui media.

Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir juga sebelumnya sudah mengambil keputusan untuk tidak meneruskan kasus tersebut ke ranah hukum. “Kami dipanggil sama Pak Bupati, setelah mendengar penjelasan bahwa yang bersangkutan (Juniar) ini memang agak sulit diajak berkomunikasi, dan gangguan pendengaran. Maka ini juga menjadi pertimbangan beliau,” ungkap Kepala Bidang Penegakan Operasi Satpol PP Kapuas Hulu, Edy Suhardi, Jumat (14/2).

Baca Juga :  BKPSDM Sesalkan Banyak Peserta tak Datang

Tapi lanjut Edy, Bupati mengingatkan, kejadian seperti ini cukup sekali, jika terjadi dikemudian hari maka tidak ada toleransi.

Lebih lanjut Edy mengatakan, pihaknya mengetahui postingan Facebook bernama Raja Rantau tersebut sejak 10 Februari lalu, kemudian pada tanggal 11 Februari pihaknya menghadap Bupati, dengan tujuan berkoordinasi untuk melacak keberadaan yang bersangkutan. ternyata yang bersangkutan sedang berada di Pontianak.

Maka dari itu, pihak Satpol PP berkoordinasi dengan pihak Desa Piasak untuk langkah pejemputan Juniar, bahwa tidak akan dijemput paksa.

Juniar akhirnya datang langsung ke kantor Satpol PP diantar langsung oleh Kepala Desa bersama Sekdes Piasak, pada Kamis (13/2) kemarin.

“Karena pak Bupati punya rasa kemanusiaan, dia tanya lanjut atau tidak ke kepolisian. Namun kita beri batas waktu dengan yang bersangkutan, kalau tidak kita akan lakukan penjemputan,” tegas Edy.

Baca Juga :  Bupati Buka Musdat Ke III

Karenanya, Edy menyampaikan pesan Bupati Kapuas Hulu Nasir bahwa kejadian tersebut cukup ini yang terakhir, jika tidak maka akan ditindak tegas, dengan proses hukum.

Sementara itu, Kades Piasak Sukirman mengaku bahwa Juniar memang memiliki keterbatasan mental, baik pendengaran hingga komunikasi. Atas nama warga Piasak, dirinya menyampaikan permohonan maaf.

“Saya sampaikan permohonan maaf warga saya kepada Pak Bupati, maaf lahir batin. Khusus warga jangan melakukan postingan aneh-aneh di media sosial,” pesan Sukirman.

Ia juga menjelaskan, bahwa Juniar memang bekerja atau tulang punggung keluarganya. Selain itu keterbatasan secara mental Juniar membuat Kades dan Sekdes merasa peduli.

“Maka kami dengan Sekdes memutuskan untuk menjemput dia ke Pontianak, karena dia memang pas di sana bekerja ikut kapal motor Putussibau-Pontianak,” pungkasnya.

Most Read

Belasan Anak Diamankan Dari Hotel

Pembelajaran Online di Masa Covid-19

Prakira Cuaca Panas

Forkopimcam Sepauk Bentuk Kampung Tangguh

Mantan Bos Petral Terjerat Korupsi

Artikel Terbaru

/