alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Banjir Rendam Ruas Jalan di Desa Nanga Tepuai

NANGA TEPUAI – Curah hujan sejak beberapa hari lalu hingga tadi malam cukup tinggi, sehingga sejumlah desa di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu dilanda banjir, Rabu (14/7). Wilayah terdampak banjir salah satunya di Kecamatan Hulu Gurung, di mana beberapa desa saat ini sudah terendam. Air merendam pemukiman warga dan jalan lintas selatan atau jalan nasional di wilayah Hulu Gurung menuju Putussibau.

Kapolsek Hulu Gurung IPTU Febri Pardiansah menyampaikan, meluapnya air Sungai Ensurai mengakibatkan beberapa desa di Kecamatan Hulu Gurung banjir, di antaranya Desa Nanga Tepuai, Desa Landau Kumpang, dan Desa Sejahtera Mandiri.

“Banjir di Desa Nanga Tepuai tepatnya di Jalan Lintas Selatan ketinggian mencapai 1 meter, demikian juga di Desa Sejahtera Mandiri tepatnya di jalan lintas selatan dusun sungai terus timur ketinggian air mencapai 1 meter,” ungkap Kapolsek.

Ruas Jalan Lintas Selatan di Desa Nanga Tepuai juga direndam oleh banjir dengan ketinggian 50 – 100 sentimeter (cm), sehingga akses masyarakat agak terhambat. Sedangkan beberapa rumah warga sudah terendam banjir yang di perkirakan ketinggian air di dalam rumah mencapai 50 – 100 cm.

Baca Juga :  Tiga Komunitas Adat Terima SK Bupati

“Petugas kita sudah mendatangi lokasi yang terdampak banjir. Menyampaikan himbauan-himbauan supaya lebih berhati-hati dengan adanya banjir. Kemudian membantu masyarakat yang kendaraannya mengalami kemacetan akibat banjir, mengatur arus lalu lintas yang dilewati kendaraan agar berjalan lancar,” papar Kapolsek.

Kapolsek mengaku sampai saat ini belum terdata berapa total rumah dan infrastruktur umum yang terdampak banjir, dikarenakan perlengkapan Personil yang tidak memadai untuk menyusuri lokasi banjir. “Saat ini kebutuhan sehari-hari masyarakat masih bisa dipenuhi, masyarakat yang rumahnya tergenang air untuk sementara menumpang di rumah-rumah saudara-saudaranya dan ada juga masyarakat yang rumahnya dua lantai masih tetap bertahan di rumahnya,” jelas Kapolsek.

Karena tuas jalan lintas selatan di Nanga Tepuai masih terendam air cukup dalam, kendaraan mini bus dan truk belum bisa melewati jalan yang tergenang air. “Dikarenakan debit air masih sepinggang orang dewasa atau kurang lebih. Sampai dengan saat ini sungai Ensurai masih terlihat pasang, dan air masih naik. Cuaca di daerah Hulu Gurung hari ini terpantau gerimis,” kata Kapolsek.

Baca Juga :  Penggunaan MKJP di Silat Hilir Meningkat

Sementara itu, Kepala BPBD Kapuas Hulu Gunawan  membenarkan atas terendamnya tiga kecamatan di Kapuas Hulu, di mana terdapat beberapa titik lokasi banjir yang terjadi di beberapa kecamatan. “Laporan sementara ada tiga kecamatan, yaitu Silat Hulllu, Hulu Gurung, dan Boyan Tanjung,” kata Gunawan.

Menurutnya, banjir terjadi, lantaran curah hujan yang tinggi beberapa hari lalu, utamanya tadi malam. “Saat ini kita lagi monitoring sambil menunggu laporan resmi dari kecamatan,” kata Gunawan.

Berdasarkan data yang ada, pihaknya akan berkoordinasikan dengan OPD teknis untuk penanganan warga terdampak banjir. Namun petugas mereka sudah mengecek ke lokasi titik banjir.

Gunawan mengatakan banjir yang merendam tiga kecamatan itu, rata-rata ketinggiannya mencapai 1 – 2 meter. “Untuk ketinggian sendiri tergantung ketinggian permukaan tanah,” tambahnya. (dRe)

NANGA TEPUAI – Curah hujan sejak beberapa hari lalu hingga tadi malam cukup tinggi, sehingga sejumlah desa di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu dilanda banjir, Rabu (14/7). Wilayah terdampak banjir salah satunya di Kecamatan Hulu Gurung, di mana beberapa desa saat ini sudah terendam. Air merendam pemukiman warga dan jalan lintas selatan atau jalan nasional di wilayah Hulu Gurung menuju Putussibau.

Kapolsek Hulu Gurung IPTU Febri Pardiansah menyampaikan, meluapnya air Sungai Ensurai mengakibatkan beberapa desa di Kecamatan Hulu Gurung banjir, di antaranya Desa Nanga Tepuai, Desa Landau Kumpang, dan Desa Sejahtera Mandiri.

“Banjir di Desa Nanga Tepuai tepatnya di Jalan Lintas Selatan ketinggian mencapai 1 meter, demikian juga di Desa Sejahtera Mandiri tepatnya di jalan lintas selatan dusun sungai terus timur ketinggian air mencapai 1 meter,” ungkap Kapolsek.

Ruas Jalan Lintas Selatan di Desa Nanga Tepuai juga direndam oleh banjir dengan ketinggian 50 – 100 sentimeter (cm), sehingga akses masyarakat agak terhambat. Sedangkan beberapa rumah warga sudah terendam banjir yang di perkirakan ketinggian air di dalam rumah mencapai 50 – 100 cm.

Baca Juga :  Fasilitas Rusak Akibat Banjir

“Petugas kita sudah mendatangi lokasi yang terdampak banjir. Menyampaikan himbauan-himbauan supaya lebih berhati-hati dengan adanya banjir. Kemudian membantu masyarakat yang kendaraannya mengalami kemacetan akibat banjir, mengatur arus lalu lintas yang dilewati kendaraan agar berjalan lancar,” papar Kapolsek.

Kapolsek mengaku sampai saat ini belum terdata berapa total rumah dan infrastruktur umum yang terdampak banjir, dikarenakan perlengkapan Personil yang tidak memadai untuk menyusuri lokasi banjir. “Saat ini kebutuhan sehari-hari masyarakat masih bisa dipenuhi, masyarakat yang rumahnya tergenang air untuk sementara menumpang di rumah-rumah saudara-saudaranya dan ada juga masyarakat yang rumahnya dua lantai masih tetap bertahan di rumahnya,” jelas Kapolsek.

Karena tuas jalan lintas selatan di Nanga Tepuai masih terendam air cukup dalam, kendaraan mini bus dan truk belum bisa melewati jalan yang tergenang air. “Dikarenakan debit air masih sepinggang orang dewasa atau kurang lebih. Sampai dengan saat ini sungai Ensurai masih terlihat pasang, dan air masih naik. Cuaca di daerah Hulu Gurung hari ini terpantau gerimis,” kata Kapolsek.

Baca Juga :  Penggunaan MKJP di Silat Hilir Meningkat

Sementara itu, Kepala BPBD Kapuas Hulu Gunawan  membenarkan atas terendamnya tiga kecamatan di Kapuas Hulu, di mana terdapat beberapa titik lokasi banjir yang terjadi di beberapa kecamatan. “Laporan sementara ada tiga kecamatan, yaitu Silat Hulllu, Hulu Gurung, dan Boyan Tanjung,” kata Gunawan.

Menurutnya, banjir terjadi, lantaran curah hujan yang tinggi beberapa hari lalu, utamanya tadi malam. “Saat ini kita lagi monitoring sambil menunggu laporan resmi dari kecamatan,” kata Gunawan.

Berdasarkan data yang ada, pihaknya akan berkoordinasikan dengan OPD teknis untuk penanganan warga terdampak banjir. Namun petugas mereka sudah mengecek ke lokasi titik banjir.

Gunawan mengatakan banjir yang merendam tiga kecamatan itu, rata-rata ketinggiannya mencapai 1 – 2 meter. “Untuk ketinggian sendiri tergantung ketinggian permukaan tanah,” tambahnya. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/