alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Ribuan Rumah di Melawi dan Kapuas Hulu Terendam Banjir

Debit Air Terus Meninggi

PUTUSIBAU – Debit air banjir di Kota Putussibau, Kapuas Hulu terus meninggi akibat meluapnya Sungai Kapuas. Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wedy Mahadi mengatakan, hingga Senin (14/9) tercatat ada delapan titik yang tidak bisa dilewati oleh kendaraan, akibat banjir tersebut, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Banjir tahun ini cukup besar, karena hingga saat ini debit air terus naik atau meninggi,” kata Wedy Mahadi, Senin kemarin.

Data sementara, dari 23 kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, sebanyak delapan kecamatan yang mengalami musibah bencana banjir dengan ketinggian bervariasi, khususnya pesisir Sungai Kapuas.

“Jalur jalan yang menghubungkan Kapuas Hulu tujuan Kabupaten Sintang dan sebaliknya masih terputus akibat meluapnya Sungai Kapuas. Mudah-mudahan air cepat surut sehingga jalur jalan tersebut cepat bisa dilewati kendaraan, baik roda dua dan empat,” ujarnya.

“Saat ini 2/3 personel kami sudah disiapkan untuk melakukan evakuasi kalau memang dibutuhkan kapanpun dalam membantu masyarakat korban banjir,” ujarnya.

Meskipun, hingga saat ini belum ada masyarakat yang meminta bantuan untuk dievakuasi, meskipun air sudah memasuki rumah mereka dengan ketinggian 50 centimeter bahkan satu meter, katanya.

Sebagian titik wilayah Putussibau Utara dalam kota dan Putussibau Selatan Kedamin di kepung banjir, sejak Minggu Malam hingga Senin (14/9). Banjir merendam ruas jalan lintas selatan Kedamin, sehingga menyulitkan masyarakat untuk melintas ke Putussibau Kota.

“Tadi malam belum terlalu dalam masih bisa menyeberang untuk motor, sekarang motor sulit lewat, karena ketinggian air sekitar 60 cm,” ungkap Daling warga Putussibau Selatan.

Banjir disebabkan intensitas hujan yang masih relatif tinggi di Kabupaten Kapuas Hulu, terutama di perhuluan sungai kapuas.

Sementara itu, Safari mengatakan jika banjir juga terjadi di jalan lintas selatan wilayah Kecamatan Kalis, sehingga menyebabkan kendaraan menyeberang harus menggunakan speed. “Itu sudah sepinggang orang dewasa ketinggian airnya. Banyak yang putar arah karena tidak berani melintas,” ungkapnya.

Tampak di lapangan, para pedagang yang bias berjualan di pasar pagi Putussibau kota tidak bisa melintas, terpaksa membuka lapak di pinggir jalan daerah Kedamin.

Banjir yang terjadi di wilayah Putussibau juga berdampak pada penerangan jaringan listrik PLN, di mana mesin pembangkit dipadamkan karena air sudah mencapai mesin. Sehingga wilayah Putussibau dan sekitarnya mati lampu dimulai sekitar pukul 23.00 tadi malam.

Baca Juga :  Aktivitas Warga Lumpuh

Selain Kapuas Hulu, banjir juga merendam sejumlah wilayah di Melawi. Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi menyatakan, ribuan rumah warga di 18 desa di Kabupaten Melawi, Provinsi Kalbar terendam banjir sejak sepekan terakhir, akibat meningkatnya intensitas dan curah hujan di wilayah perhuluan Kalbar tersebut.

“18 desa yang terendam banjir itu berada di wilayah hukum Polsek Nanga Pinoh, diantaranya di Desa Tanjung Lay, Tembawang Panjang, Desa Pal, Tanjung Niaga, Kenual, Baru dan Desa Sidomulyo di Kacamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi,” kata Tris Supriadi, Senin.

Dia menjelaskan, hari ini pihaknya langsung melakukan pemantauan terhadap wilayah terdampak bencana banjir di 18 desa di Kabupaten Melawi itu. Ia mengatakan, akibat banjir tersebut, ribuan rumah warga terendam banjir dan menyebabkan aktivitas pasar sayur Nanga Pinoh berpindah lokasi ke tepi jalan Juang (sekitaran Tugu Juang). Kemudian akses jalan Provinsi Nanga Pinoh-Sintang di Desa Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Untuk sementara telah disediakan tempat pengungsian oleh BPBD Kabupaten Melawi, yaitu di Gedung Serba Guna Kabupaten Melawi,” katanya.

Kemudian di wilayah hukum Polsek Ella Hilir sebanyak empat desa, yaitu Desa Nanga Nuak, Desa Lengkong Nyadom, Desa Nanga Ella Hilir dan Desa Pelempai Jaya. “Akibat banjir tersebut, ratusan rumah warga terendam banjir dan menyebabkan akses jalan dari dan menuju ke Kecamatan Nanga Pinoh hanya dapat dilalui kendaran doa yang dinaikkan ke rakit,” katanya.

Kemudian, di wilayah hukum Polsek Sayan, ujarnya lagi ada tujuh desa yang terendam banjir, diantaranya Desa Lingkar Indah, Sayan Jaya, Nanga Sayan, Pekawai, Tumbak Raya, Landau Sadak, dan Desa Madya Raya.

“Akibat banjir ini, ribuan rumah warga terendam banjir hingga mencapai ketinggian dua meter dan menyebabkan akses jalan dari Nanga Pinoh menuju Kota Baru tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat dikarenakan jembatan kenoka, Desa Lingkar Indah, Sayan Jaya, Siling Permai dan Pasar Sayan tergenang air ketinggian dua meter,” katanya.

Kapolres Melawi menambahkan, hingga saat ini belum ada korban jiwa yang dilaporkan akibat bencana banjir tersebut, sementara kerugian materil belum dapat diperkirakan. Terkait dampak banjir tersebut maka demi keselamatan masyarakat dan lingkungan maka pihak PLN ULP Nanga Pinoh melakukan pemadaman beberapa gardu dan pemadaman akan dilakukan hingga kondisi gardu aman dioperasikan.

Baca Juga :  Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Terus Meningkat di Indonesia

“Ada 13 gardu yang dipadamkan, yaitu gardu di Tanjung Niaga, Sisipan Tanjung, Kva Kelakik, Sisipan Kelakik, Kva Sidomulyo II ( Jepara ), Kva Kaswari, Kva AP 21, Kva Markasan, Kva Erti, Kva Kenanga 1, Kva Kenanga 2, Kva Nawawi 1 dan di Kva Nawawi 2. Dan perlu kami laporkan situasi saat ini masih aman terkendali,” katanya.

 

Jembatan Gantung Roboh

Satu Jembatan gantung di Dusun Kenual, Desa Loka Jaya, Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalbar, roboh, Senin dinihari sekitar pukul 02.00 WIB, akibat diterjang banjir. Kepala Kepolisian Resor, Melawi AKBP Tris Supriadi saat dihubungi di Melawi, Senin, mengatakan jembatan gantung tersebut roboh karena tingginya luapan air dan derasnya air banjir tersebut.

“Tidak ada korban jiwa akibat jembatan gantung yang roboh tersebut, tetapi satu rumah penduduk setempat ikut rusak akibat terkena dampak robohnya jembatan itu,” katanya.

Dia menjelaskan, beberapa kawasan rendah di Kabupaten Melawi sudah hampir sepekan ini dilanda bencana banjir, salah satunya menyebabkan robohnya jembatan gantung yang dibangun oleh Pemprov Kalbar tersebut.

Dia menambahkan, hingga saat ini ketinggian air akibat banjir tersebut terus naik, terutama di kawasan Sokan dan Tanah Pinoh.

“Hingga saat ini material dari jembatan gantung yang roboh itu masih berada di sungai atau belum bisa diamankan karena kedalaman air dan arus dari air yang cukup deras,” katanya.

Dari pantauan pihak Polres Melawi, jalan yang menghubungkan kabupaten itu menuju Kabupaten Sintang saat ini putus, sehingga baik warga dari Melawi mau ke Sintang dan sebaliknya tidak bisa melakukan perjalanan.

“Ada sekitar enam titik banjir yang cukup tinggi di jalan yang menghubungkan Melawi dan Sintang itu, dengan ketinggian yang bervariasi,” ujarnya. Dia menambahkan, kedalaman air banjir itu sangat tinggi, bahkan bisa mencapai dua meter sehingga tidak bisa dilewati jenis kendaraan apapun.

“Kami imbau masyarakat agar berhati-hati dalam hal ini, karena kondisi air terus meninggi, bahkan ada beberapa jembatan di jalan itu yang juga mengalami kerusakan,” kata Kapolres Melawi. (dre/ant)

Debit Air Terus Meninggi

PUTUSIBAU – Debit air banjir di Kota Putussibau, Kapuas Hulu terus meninggi akibat meluapnya Sungai Kapuas. Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wedy Mahadi mengatakan, hingga Senin (14/9) tercatat ada delapan titik yang tidak bisa dilewati oleh kendaraan, akibat banjir tersebut, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Banjir tahun ini cukup besar, karena hingga saat ini debit air terus naik atau meninggi,” kata Wedy Mahadi, Senin kemarin.

Data sementara, dari 23 kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, sebanyak delapan kecamatan yang mengalami musibah bencana banjir dengan ketinggian bervariasi, khususnya pesisir Sungai Kapuas.

“Jalur jalan yang menghubungkan Kapuas Hulu tujuan Kabupaten Sintang dan sebaliknya masih terputus akibat meluapnya Sungai Kapuas. Mudah-mudahan air cepat surut sehingga jalur jalan tersebut cepat bisa dilewati kendaraan, baik roda dua dan empat,” ujarnya.

“Saat ini 2/3 personel kami sudah disiapkan untuk melakukan evakuasi kalau memang dibutuhkan kapanpun dalam membantu masyarakat korban banjir,” ujarnya.

Meskipun, hingga saat ini belum ada masyarakat yang meminta bantuan untuk dievakuasi, meskipun air sudah memasuki rumah mereka dengan ketinggian 50 centimeter bahkan satu meter, katanya.

Sebagian titik wilayah Putussibau Utara dalam kota dan Putussibau Selatan Kedamin di kepung banjir, sejak Minggu Malam hingga Senin (14/9). Banjir merendam ruas jalan lintas selatan Kedamin, sehingga menyulitkan masyarakat untuk melintas ke Putussibau Kota.

“Tadi malam belum terlalu dalam masih bisa menyeberang untuk motor, sekarang motor sulit lewat, karena ketinggian air sekitar 60 cm,” ungkap Daling warga Putussibau Selatan.

Banjir disebabkan intensitas hujan yang masih relatif tinggi di Kabupaten Kapuas Hulu, terutama di perhuluan sungai kapuas.

Sementara itu, Safari mengatakan jika banjir juga terjadi di jalan lintas selatan wilayah Kecamatan Kalis, sehingga menyebabkan kendaraan menyeberang harus menggunakan speed. “Itu sudah sepinggang orang dewasa ketinggian airnya. Banyak yang putar arah karena tidak berani melintas,” ungkapnya.

Tampak di lapangan, para pedagang yang bias berjualan di pasar pagi Putussibau kota tidak bisa melintas, terpaksa membuka lapak di pinggir jalan daerah Kedamin.

Banjir yang terjadi di wilayah Putussibau juga berdampak pada penerangan jaringan listrik PLN, di mana mesin pembangkit dipadamkan karena air sudah mencapai mesin. Sehingga wilayah Putussibau dan sekitarnya mati lampu dimulai sekitar pukul 23.00 tadi malam.

Baca Juga :  Pj Bupati Buka Kegiatan Penumbuhan Wira Usaha Baru

Selain Kapuas Hulu, banjir juga merendam sejumlah wilayah di Melawi. Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi menyatakan, ribuan rumah warga di 18 desa di Kabupaten Melawi, Provinsi Kalbar terendam banjir sejak sepekan terakhir, akibat meningkatnya intensitas dan curah hujan di wilayah perhuluan Kalbar tersebut.

“18 desa yang terendam banjir itu berada di wilayah hukum Polsek Nanga Pinoh, diantaranya di Desa Tanjung Lay, Tembawang Panjang, Desa Pal, Tanjung Niaga, Kenual, Baru dan Desa Sidomulyo di Kacamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi,” kata Tris Supriadi, Senin.

Dia menjelaskan, hari ini pihaknya langsung melakukan pemantauan terhadap wilayah terdampak bencana banjir di 18 desa di Kabupaten Melawi itu. Ia mengatakan, akibat banjir tersebut, ribuan rumah warga terendam banjir dan menyebabkan aktivitas pasar sayur Nanga Pinoh berpindah lokasi ke tepi jalan Juang (sekitaran Tugu Juang). Kemudian akses jalan Provinsi Nanga Pinoh-Sintang di Desa Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Untuk sementara telah disediakan tempat pengungsian oleh BPBD Kabupaten Melawi, yaitu di Gedung Serba Guna Kabupaten Melawi,” katanya.

Kemudian di wilayah hukum Polsek Ella Hilir sebanyak empat desa, yaitu Desa Nanga Nuak, Desa Lengkong Nyadom, Desa Nanga Ella Hilir dan Desa Pelempai Jaya. “Akibat banjir tersebut, ratusan rumah warga terendam banjir dan menyebabkan akses jalan dari dan menuju ke Kecamatan Nanga Pinoh hanya dapat dilalui kendaran doa yang dinaikkan ke rakit,” katanya.

Kemudian, di wilayah hukum Polsek Sayan, ujarnya lagi ada tujuh desa yang terendam banjir, diantaranya Desa Lingkar Indah, Sayan Jaya, Nanga Sayan, Pekawai, Tumbak Raya, Landau Sadak, dan Desa Madya Raya.

“Akibat banjir ini, ribuan rumah warga terendam banjir hingga mencapai ketinggian dua meter dan menyebabkan akses jalan dari Nanga Pinoh menuju Kota Baru tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat dikarenakan jembatan kenoka, Desa Lingkar Indah, Sayan Jaya, Siling Permai dan Pasar Sayan tergenang air ketinggian dua meter,” katanya.

Kapolres Melawi menambahkan, hingga saat ini belum ada korban jiwa yang dilaporkan akibat bencana banjir tersebut, sementara kerugian materil belum dapat diperkirakan. Terkait dampak banjir tersebut maka demi keselamatan masyarakat dan lingkungan maka pihak PLN ULP Nanga Pinoh melakukan pemadaman beberapa gardu dan pemadaman akan dilakukan hingga kondisi gardu aman dioperasikan.

Baca Juga :  BPBD Mempawah Evakuasi Korban Banjir

“Ada 13 gardu yang dipadamkan, yaitu gardu di Tanjung Niaga, Sisipan Tanjung, Kva Kelakik, Sisipan Kelakik, Kva Sidomulyo II ( Jepara ), Kva Kaswari, Kva AP 21, Kva Markasan, Kva Erti, Kva Kenanga 1, Kva Kenanga 2, Kva Nawawi 1 dan di Kva Nawawi 2. Dan perlu kami laporkan situasi saat ini masih aman terkendali,” katanya.

 

Jembatan Gantung Roboh

Satu Jembatan gantung di Dusun Kenual, Desa Loka Jaya, Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalbar, roboh, Senin dinihari sekitar pukul 02.00 WIB, akibat diterjang banjir. Kepala Kepolisian Resor, Melawi AKBP Tris Supriadi saat dihubungi di Melawi, Senin, mengatakan jembatan gantung tersebut roboh karena tingginya luapan air dan derasnya air banjir tersebut.

“Tidak ada korban jiwa akibat jembatan gantung yang roboh tersebut, tetapi satu rumah penduduk setempat ikut rusak akibat terkena dampak robohnya jembatan itu,” katanya.

Dia menjelaskan, beberapa kawasan rendah di Kabupaten Melawi sudah hampir sepekan ini dilanda bencana banjir, salah satunya menyebabkan robohnya jembatan gantung yang dibangun oleh Pemprov Kalbar tersebut.

Dia menambahkan, hingga saat ini ketinggian air akibat banjir tersebut terus naik, terutama di kawasan Sokan dan Tanah Pinoh.

“Hingga saat ini material dari jembatan gantung yang roboh itu masih berada di sungai atau belum bisa diamankan karena kedalaman air dan arus dari air yang cukup deras,” katanya.

Dari pantauan pihak Polres Melawi, jalan yang menghubungkan kabupaten itu menuju Kabupaten Sintang saat ini putus, sehingga baik warga dari Melawi mau ke Sintang dan sebaliknya tidak bisa melakukan perjalanan.

“Ada sekitar enam titik banjir yang cukup tinggi di jalan yang menghubungkan Melawi dan Sintang itu, dengan ketinggian yang bervariasi,” ujarnya. Dia menambahkan, kedalaman air banjir itu sangat tinggi, bahkan bisa mencapai dua meter sehingga tidak bisa dilewati jenis kendaraan apapun.

“Kami imbau masyarakat agar berhati-hati dalam hal ini, karena kondisi air terus meninggi, bahkan ada beberapa jembatan di jalan itu yang juga mengalami kerusakan,” kata Kapolres Melawi. (dre/ant)

Most Read

Artikel Terbaru

/