alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Gunakan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

PUTUSSIBAU-Memasuki bulan-bulan musim kemarau, upaya penangkapan ikan dengan menggunakan alat yang tidak ramah lingkungan hendaknya tidak dilakukan oleh masyarakat. Hal ini disampaikan Yulianus Surirondiny, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu beberapa waktu lalu.

“Aktivitas destruktif fishing atau penangkapan ikan menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti penyetruman dan racun kimia di perairan Kapuas Hulu hendaknya tidak dilakukan,” pesannya mengingatkan.

Untuk itu Yulianus berharap, agar masyarakat nelayan yang melakukan aktivitas mencari ikan di DAS Kapuas, serta kelompok masyarat pengawas (Pokmaswas) yang telah dibentuk, bisa bersama – sama membantu Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP RI dan Polisi Perairan Polres Kapuas Hulu dalam mengawasi pengelolaan sumber daya ikan diwilayah masing-masing.

Baca Juga :  Gelar Lokakarya Mini Lintas Sektoral

“Dengan menegakkan kearifan lokal yang sudah di buat oleh masyarakat setempat sehingga pengelolaan perikanan yang berbasis kelestarian Sumber Daya Ikan dapat terwujud,” kata dia.

Oleh karenanya, Yulianus menegaskan, peranserta masyarakat, khususnya nelayan dan Pokmaswas sangat penting guna mengurangi, mencegah tindakan destruktif fishing seperti penyentruman maupun penubaan ikan.

“Saya harap semua pihak terkait ikut serta membantu mengawasi perairan wilayah Kapuas Hulu. Jadi perlu bersama – sama bersinergi menjaga wilayah perairan Kapuas hulu, guna menjaga sumber daya perikanan Kapuas hulu agar tetap terjaga dan lestari,” tegasnya.

Lebih lanjut ia Yulianus menegaskan, apabil ditemukan tindakan destruktif fishing, maka diharapkan masyarakat untuk segera melaporkan ke Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, PSDKP atau Kepolisian terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Mari Belajar Kelola DD dari Sini

“Pelaku dapat ditindak tegas sesuai undang undang nomor31 Tahun 2004 tentang Perikanan pasal 84 ayat 1 dimana pelaku dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 6 (enam ) tahun dan denda paling banyak Rp1,2 miliar,” sebutnya.

Diberikannya sanksi hukuman tersebut kata Yulianus, bertujuan untuk memberikan efek jera kepada pelaku, agar hal tersebut tidak terjadi lagi.

“Guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sumber daya ikan dan pelestariannya,” pungkasnya. (dRe)

PUTUSSIBAU-Memasuki bulan-bulan musim kemarau, upaya penangkapan ikan dengan menggunakan alat yang tidak ramah lingkungan hendaknya tidak dilakukan oleh masyarakat. Hal ini disampaikan Yulianus Surirondiny, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu beberapa waktu lalu.

“Aktivitas destruktif fishing atau penangkapan ikan menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti penyetruman dan racun kimia di perairan Kapuas Hulu hendaknya tidak dilakukan,” pesannya mengingatkan.

Untuk itu Yulianus berharap, agar masyarakat nelayan yang melakukan aktivitas mencari ikan di DAS Kapuas, serta kelompok masyarat pengawas (Pokmaswas) yang telah dibentuk, bisa bersama – sama membantu Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP RI dan Polisi Perairan Polres Kapuas Hulu dalam mengawasi pengelolaan sumber daya ikan diwilayah masing-masing.

Baca Juga :  Operasi Gabungan; Tujuh WNA Terjaring

“Dengan menegakkan kearifan lokal yang sudah di buat oleh masyarakat setempat sehingga pengelolaan perikanan yang berbasis kelestarian Sumber Daya Ikan dapat terwujud,” kata dia.

Oleh karenanya, Yulianus menegaskan, peranserta masyarakat, khususnya nelayan dan Pokmaswas sangat penting guna mengurangi, mencegah tindakan destruktif fishing seperti penyentruman maupun penubaan ikan.

“Saya harap semua pihak terkait ikut serta membantu mengawasi perairan wilayah Kapuas Hulu. Jadi perlu bersama – sama bersinergi menjaga wilayah perairan Kapuas hulu, guna menjaga sumber daya perikanan Kapuas hulu agar tetap terjaga dan lestari,” tegasnya.

Lebih lanjut ia Yulianus menegaskan, apabil ditemukan tindakan destruktif fishing, maka diharapkan masyarakat untuk segera melaporkan ke Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, PSDKP atau Kepolisian terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Ganti Rugi Lahan Cuma Formalitas

“Pelaku dapat ditindak tegas sesuai undang undang nomor31 Tahun 2004 tentang Perikanan pasal 84 ayat 1 dimana pelaku dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 6 (enam ) tahun dan denda paling banyak Rp1,2 miliar,” sebutnya.

Diberikannya sanksi hukuman tersebut kata Yulianus, bertujuan untuk memberikan efek jera kepada pelaku, agar hal tersebut tidak terjadi lagi.

“Guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sumber daya ikan dan pelestariannya,” pungkasnya. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/