alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Ekspor Ikan Arwana dari Badau, Peluang PAD

PUTUSSIBAU-Kabupaten Kapuas Hulu terkenal dengan habitatnya ikan arwana atau dikenal dengan sebutan daerahnnya ikan Silok. Jumlah pembudidaya ikan dengan nama latin Scleropages formosu di Bumi Uncak Kapuas ini semakin banyak, karena nilai jualnya yang tinggi.

Saat ini pengelolaan terkait ikan Arwana masih beralih dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Seiring peralihan tersebut ada potensi pendapatan yang dapat digarap oleh Kabupaten Kapuas Hulu sebagai habitat Super Red Arwana. Apalagi Kapuas Hulu terdapat PLBN yang dapat menjadi pintu ekspor ke manca negara.

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan mengatakan dirinya melihat ada potensi bagi daerah bila ekspor bisa diupayakan lewat border Badau. Namun ini butuh peran dari pengusaha lokal Kapuas Hulu.

Baca Juga :  Kinerja Ekspor dan Impor Indonesia Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

“Semoga kita bisa ada pengusaha lokal Kapuas Hulu yang bisa inisiasi eksport dari Badau sehingga kedepan bisa jadi pendapatan daerah kita,” kata Fransiskus Diaan, Senin kemarin.

Pria yang akrab disapa Sis ini mengatakan bahwa, selama ini belum ada PAD dari Arwana karena aktivitas penjualan dominan terjadi di Pontianak. Terkait pendapatan sendiri masuk dari sektor pajak ke Pemerintah Pusat.

“Selama ini yang saya tahu pendapatan dari Arwana hanya dari pajak air permukaan dan pajak ekspor,” terangnya.

Oleh karenanya, orang nomor satu di Bumi Uncak Kapuas ini berharap kedepan ada upaya baru untuk memberi pemasukan daerah, serta mempermudah pengusaha arwana di daerah dalam menjual Arwana tersebut. “Semoga saja dari Badau bisa, disana juga sudah siap petugasnya,” pungkas Sis. (dRe)

Baca Juga :  Pembangunan Gedung Paroki Bina Remaja Dimulai

PUTUSSIBAU-Kabupaten Kapuas Hulu terkenal dengan habitatnya ikan arwana atau dikenal dengan sebutan daerahnnya ikan Silok. Jumlah pembudidaya ikan dengan nama latin Scleropages formosu di Bumi Uncak Kapuas ini semakin banyak, karena nilai jualnya yang tinggi.

Saat ini pengelolaan terkait ikan Arwana masih beralih dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Seiring peralihan tersebut ada potensi pendapatan yang dapat digarap oleh Kabupaten Kapuas Hulu sebagai habitat Super Red Arwana. Apalagi Kapuas Hulu terdapat PLBN yang dapat menjadi pintu ekspor ke manca negara.

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan mengatakan dirinya melihat ada potensi bagi daerah bila ekspor bisa diupayakan lewat border Badau. Namun ini butuh peran dari pengusaha lokal Kapuas Hulu.

Baca Juga :  Ekspor Karet Menguat

“Semoga kita bisa ada pengusaha lokal Kapuas Hulu yang bisa inisiasi eksport dari Badau sehingga kedepan bisa jadi pendapatan daerah kita,” kata Fransiskus Diaan, Senin kemarin.

Pria yang akrab disapa Sis ini mengatakan bahwa, selama ini belum ada PAD dari Arwana karena aktivitas penjualan dominan terjadi di Pontianak. Terkait pendapatan sendiri masuk dari sektor pajak ke Pemerintah Pusat.

“Selama ini yang saya tahu pendapatan dari Arwana hanya dari pajak air permukaan dan pajak ekspor,” terangnya.

Oleh karenanya, orang nomor satu di Bumi Uncak Kapuas ini berharap kedepan ada upaya baru untuk memberi pemasukan daerah, serta mempermudah pengusaha arwana di daerah dalam menjual Arwana tersebut. “Semoga saja dari Badau bisa, disana juga sudah siap petugasnya,” pungkas Sis. (dRe)

Baca Juga :  Sepatu Ulat Sutra Samia, UMKM BRI Naik Kelas Hingga ke Mancanegara

Most Read

Artikel Terbaru

/