alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Kasus DBD di Kapuas Hulu Naik

PUTUSSIBAU – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Kapuas Hulu mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi saat ini. Pasalnya saat ini angka kasus DBD di kabupaten ini tengah menanjak.

“Kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Kapuas Hulu menunjukkan peningkatan, dan sudah menyebar ke beberapa kecamatan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Kapuas Hulu Kastono kepada Pontianak Post, Senin (16/5).

Titik-titik yang ditemukan kasus DBD pun segera dilakukan pengasapan yang difokuskan pada radius tertentu (fogging focus). Tujuannya untuk mengusir nyamuk agar tak bersarang di sekitar rumah warga. Misalnya di Desa Teluk Sindur, Kecamatan Bika, yang telah disemprot asap pada pekan lalu.

Baca Juga :  Target Maksimal Tampil di MTQ Kalbar di Sintang

“Seperti hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) didapatkan bahwa di sana terjadi kasus DBD. Sehingga kita dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) dan Puskesmas Bika melaksanakan fogging focus di Desa Teluk Sindur pada Hari Rabu (11/5) kemarin,” ungkapnya.

Dikatakan Kastono, pengasapan dilaksanakan di radius 100 meter dari rumah penderita. Rumah yang dilaksanakan pengasapan sebanyak 216 rumah.

Fogging focus dilaksanakan untuk  memberantas nyamuk dewasa yang dimungkinkan membawa virus Dengue,” tambahnya.

Untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue perlu dilaksanakan 3M plus (Menguras, Menutup dan Mengubur atau Mendaur Ulang barang-barang bekas yang berpotensi sebagai tempat perkembangan nyamuk Plus menggunakan obat anti nyamuk dan lain-lain.

Baca Juga :  Buka Pendaftaran PPK

Sebagaimana diketahui, DBD adalah penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk  Aedes Aegypti. Penyakit ini masih menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat di Indonesia termasuk Kabupaten Kapuas Hulu. Bahkan, tingkat keterjangkitan penyakit DBD masih merupakan salah satu yang tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara. Penyebab DBD adalah virus Dengue yang ditularkan kepada manusia melalui nyamuk Aedes Aegypti. (dRe)

PUTUSSIBAU – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Kapuas Hulu mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi saat ini. Pasalnya saat ini angka kasus DBD di kabupaten ini tengah menanjak.

“Kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Kapuas Hulu menunjukkan peningkatan, dan sudah menyebar ke beberapa kecamatan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Kapuas Hulu Kastono kepada Pontianak Post, Senin (16/5).

Titik-titik yang ditemukan kasus DBD pun segera dilakukan pengasapan yang difokuskan pada radius tertentu (fogging focus). Tujuannya untuk mengusir nyamuk agar tak bersarang di sekitar rumah warga. Misalnya di Desa Teluk Sindur, Kecamatan Bika, yang telah disemprot asap pada pekan lalu.

Baca Juga :  Satgas TMMD-110 Putussibau Mengajar Wawasan Kebangsaan

“Seperti hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) didapatkan bahwa di sana terjadi kasus DBD. Sehingga kita dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) dan Puskesmas Bika melaksanakan fogging focus di Desa Teluk Sindur pada Hari Rabu (11/5) kemarin,” ungkapnya.

Dikatakan Kastono, pengasapan dilaksanakan di radius 100 meter dari rumah penderita. Rumah yang dilaksanakan pengasapan sebanyak 216 rumah.

Fogging focus dilaksanakan untuk  memberantas nyamuk dewasa yang dimungkinkan membawa virus Dengue,” tambahnya.

Untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue perlu dilaksanakan 3M plus (Menguras, Menutup dan Mengubur atau Mendaur Ulang barang-barang bekas yang berpotensi sebagai tempat perkembangan nyamuk Plus menggunakan obat anti nyamuk dan lain-lain.

Baca Juga :  Butuh 2.248 Guru

Sebagaimana diketahui, DBD adalah penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk  Aedes Aegypti. Penyakit ini masih menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat di Indonesia termasuk Kabupaten Kapuas Hulu. Bahkan, tingkat keterjangkitan penyakit DBD masih merupakan salah satu yang tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara. Penyebab DBD adalah virus Dengue yang ditularkan kepada manusia melalui nyamuk Aedes Aegypti. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/