alexametrics
30 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Pembangunan Flyover Kalis-Putussibau, Proses Pembebasan Lahan

PUTUSSIBAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu melalui Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah terus menggenjot pembebasan lahan untuk pembangunan flyover di ruas jalan nasional Kecamatan Kalis – Putussibau. Kepastian tersebut diungkapkan Adji Winursito, kepala Bagian Pertanahan kepada Pontianak Post, Kamis (15/7) kemarin.

“Saat ini kita masih dalam tahap proses peta bidang. Dari inventarisasi sementara, kurang lebih ada 15 bidang. Tapi untuk pastinya BPN (Badan Pentanahan Nasional) akan koordinasi ke kita,” terang Adji.

Dikatakan Adji, setelah proses peta bidang ini selesai, barulah mereka masuk dalam appraisal untuk penaksiran harga tanah. Untuk itu pihaknya nanti tinggal menunggu dokumen hasil penilaian tanah dari appraisal, sehingga akan tercantum hitungan ganti kerugiannya.

“Untuk ganti rugi lahan sendiri, tim appraisal mempunyai metode perhitungan sendiri. Kita upayakan nanti memakai nilai penggantian wajar, bukan menggunakan nilai pasar,” ujarnya. Adji mengatakan, untuk target selesai menuju peta bidang hingga negoisasi dengan warga setelah dokumen penafsiran harga selesai dilakukan secepatnya. “Karena informasi dari pemerintah pusat melalui balai mereka sudah proses lelang. Mungkin bulan Agustus mereka sudah tandatangan kontrak terhadap pemenang proyek flyover,” ujarnya.

Adji sangat mengharapkan, dukungan dari masyarakat akan adanya pembangunan flyover nanti. Karena, keberadaan fasilitas yang satu ini, menurut dia, akan menjadi solusi mengatasi genangan air yang selalu terjadi di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Kasus DBD di Kapuas Hulu Naik

“Tentunya jika pembangunan flyover ini sukses, kita berharap ke depan jalur jalan dampak dari yang panjangnya 2,5 kilometer dapat perhatian juga dari Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Sementara itu, Winarni, pemilik tanah yang bakal terkena pembangunan flyover mengatakan, pada prinsipnya sangat mendukung pembangunan yang dilakukan Pemerintah Pusat, namun tetap berharap ganti rugi lahan yang ditawarkan pemerintah itu sesuai. “Sampai hari ini, kami masih menunggu taksiran harga ganti rugi lahan kami dari pemerintah. Hingga hari ini belum ada penawaran harga ganti rugi,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Winarni, dari pemerintah daerah sudah sering melakukan pengukuran atau pemetaan bidang tanah di lokasi bakal pembangunan flyover. “Sudah beberapa kali dari pemerintah daerah melakukan pengukuran tanah,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat berharap kepada masyarakat yang tanahnya terdampak pembangunan flyover atau jalan layang Kalis – Putussibau untuk memberi dukungan. Harapan tersebut disampaikan Wabup saat meninjau titik lokasi banjir sepanjang Kalis – Putussibau, 5 Mei lalu.

Dijelaskan dia juga bahwa masyarakat yang tanahnya terdampak pembangunan tidak perlu khawatir, karena akan dibangun jalan akses untuk memperlancar aktivitas masyarakat. Wabup optimistis terkait anggaran pembangunan flyover tidak ada kendala, karena dananya sudah standby.

“Saya sudah bertemu langsung dengan Kepala Balai, PJN, bahwa beliau menyatakan sudah siap. Sebentar akan dilelang,” kata Wabup.

Baca Juga :  Selesaikan Aset Bekas Milik Tionghoa di Kapuas Hulu

Selain itu, kata Wabup, pihak Bappenas menyatakan ke depan akan lebih besar pembangunannya jika proyek flyover ini terlaksana dengan baik.

“Untuk itu saya mohon dukungan kita semua, karena ini menjadi salah satu upaya kita mencari jalan keluar dalam mengatasi banjir yang sering terjadi di jalan antara Kalis – Putussibau ini,” ucap Wabup.

Lebih lanjut Wabup menyampaikan, pembangunan flyover merupakan alternatif yang paling tepat untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di ruas nasional tersebut. Pasalnya solusi peningkatan jalan, diakui dia, tidak memungkinkan, karena lokasi tersebut memiliki kedalaman gambut yang cukup dalam.

“Kalau kita aspal terus setiap tahun, maka konstruksi jalan tetap turun, contoh yang ada sekarang. Maka sayang juga anggaran habis untuk pemeliharaan terus, kalau flyover bebas hambatan, jangka panjang bahkan seumur hidup digunakan,” tegas Wabup.

Dikatakan Wabup, ruas jalan nasional Kalis – Putussibau itu merupakan akses utama masyarakat jalur selatan menuju ibukota kabupaten. Selain itu, diai menambahkan, menjadi jalur utama untuk proses distribusi barang dari Pontianak menuju Putussibau.

“Sekali lagi saya mohon dukungan agar pembangunan ini terlaksana, ini jalan utama, kasihan masyarakat kalau banjir terus. Masyarakat tidak bisa melintas, banyak terkendala arus pergerakan barang dan orang jadi terhambat, seperti yang sering terjadi,” ucap Wabup. (dRe)

PUTUSSIBAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu melalui Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah terus menggenjot pembebasan lahan untuk pembangunan flyover di ruas jalan nasional Kecamatan Kalis – Putussibau. Kepastian tersebut diungkapkan Adji Winursito, kepala Bagian Pertanahan kepada Pontianak Post, Kamis (15/7) kemarin.

“Saat ini kita masih dalam tahap proses peta bidang. Dari inventarisasi sementara, kurang lebih ada 15 bidang. Tapi untuk pastinya BPN (Badan Pentanahan Nasional) akan koordinasi ke kita,” terang Adji.

Dikatakan Adji, setelah proses peta bidang ini selesai, barulah mereka masuk dalam appraisal untuk penaksiran harga tanah. Untuk itu pihaknya nanti tinggal menunggu dokumen hasil penilaian tanah dari appraisal, sehingga akan tercantum hitungan ganti kerugiannya.

“Untuk ganti rugi lahan sendiri, tim appraisal mempunyai metode perhitungan sendiri. Kita upayakan nanti memakai nilai penggantian wajar, bukan menggunakan nilai pasar,” ujarnya. Adji mengatakan, untuk target selesai menuju peta bidang hingga negoisasi dengan warga setelah dokumen penafsiran harga selesai dilakukan secepatnya. “Karena informasi dari pemerintah pusat melalui balai mereka sudah proses lelang. Mungkin bulan Agustus mereka sudah tandatangan kontrak terhadap pemenang proyek flyover,” ujarnya.

Adji sangat mengharapkan, dukungan dari masyarakat akan adanya pembangunan flyover nanti. Karena, keberadaan fasilitas yang satu ini, menurut dia, akan menjadi solusi mengatasi genangan air yang selalu terjadi di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Operasi Kapuas 2021 Dimulai, Kapolres Kapuas Hulu Ingatkan Masyarakat Disiplin Berkendara dan Prokes

“Tentunya jika pembangunan flyover ini sukses, kita berharap ke depan jalur jalan dampak dari yang panjangnya 2,5 kilometer dapat perhatian juga dari Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Sementara itu, Winarni, pemilik tanah yang bakal terkena pembangunan flyover mengatakan, pada prinsipnya sangat mendukung pembangunan yang dilakukan Pemerintah Pusat, namun tetap berharap ganti rugi lahan yang ditawarkan pemerintah itu sesuai. “Sampai hari ini, kami masih menunggu taksiran harga ganti rugi lahan kami dari pemerintah. Hingga hari ini belum ada penawaran harga ganti rugi,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Winarni, dari pemerintah daerah sudah sering melakukan pengukuran atau pemetaan bidang tanah di lokasi bakal pembangunan flyover. “Sudah beberapa kali dari pemerintah daerah melakukan pengukuran tanah,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat berharap kepada masyarakat yang tanahnya terdampak pembangunan flyover atau jalan layang Kalis – Putussibau untuk memberi dukungan. Harapan tersebut disampaikan Wabup saat meninjau titik lokasi banjir sepanjang Kalis – Putussibau, 5 Mei lalu.

Dijelaskan dia juga bahwa masyarakat yang tanahnya terdampak pembangunan tidak perlu khawatir, karena akan dibangun jalan akses untuk memperlancar aktivitas masyarakat. Wabup optimistis terkait anggaran pembangunan flyover tidak ada kendala, karena dananya sudah standby.

“Saya sudah bertemu langsung dengan Kepala Balai, PJN, bahwa beliau menyatakan sudah siap. Sebentar akan dilelang,” kata Wabup.

Baca Juga :  Sulap Rumput Jadi Sedotan, Nasabah Binaan BRI Ini Jadi Pahlawan Lingkungan dan Masyarakat

Selain itu, kata Wabup, pihak Bappenas menyatakan ke depan akan lebih besar pembangunannya jika proyek flyover ini terlaksana dengan baik.

“Untuk itu saya mohon dukungan kita semua, karena ini menjadi salah satu upaya kita mencari jalan keluar dalam mengatasi banjir yang sering terjadi di jalan antara Kalis – Putussibau ini,” ucap Wabup.

Lebih lanjut Wabup menyampaikan, pembangunan flyover merupakan alternatif yang paling tepat untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di ruas nasional tersebut. Pasalnya solusi peningkatan jalan, diakui dia, tidak memungkinkan, karena lokasi tersebut memiliki kedalaman gambut yang cukup dalam.

“Kalau kita aspal terus setiap tahun, maka konstruksi jalan tetap turun, contoh yang ada sekarang. Maka sayang juga anggaran habis untuk pemeliharaan terus, kalau flyover bebas hambatan, jangka panjang bahkan seumur hidup digunakan,” tegas Wabup.

Dikatakan Wabup, ruas jalan nasional Kalis – Putussibau itu merupakan akses utama masyarakat jalur selatan menuju ibukota kabupaten. Selain itu, diai menambahkan, menjadi jalur utama untuk proses distribusi barang dari Pontianak menuju Putussibau.

“Sekali lagi saya mohon dukungan agar pembangunan ini terlaksana, ini jalan utama, kasihan masyarakat kalau banjir terus. Masyarakat tidak bisa melintas, banyak terkendala arus pergerakan barang dan orang jadi terhambat, seperti yang sering terjadi,” ucap Wabup. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/