alexametrics
28 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Ada 42 WNA di Kapuas Hulu, Didominasi Tiongkok

PUTUSSIBAU – Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di Kabupaten Kapuas Hulu. Kasubsi Teknologi Informasi, Intelijen, dan Penindakan Keimigrasian, Angga Adwiyantara, mengungkapkan, setidaknya ada 42 orang WNA, yang saat ini terdaftar di Imigrasi Kelas III Putussibau.
Menurut Angga, 42 WNA tersebut tersebar di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Putussibau Utara sebanyak tujuh orang, di Kecamatan Bunut Hulu (23 orang), Kecamatan Putussibau Selatan (satu orang), Kecamatan Kalis (sembilan orang), dan Kecamatan Badau, satu orang.
“WNA tersebut kebanyakan bekerja di perusahaan tambang, yayasan, perusahaan kayu, dan perkebunan sawit,” katanya.
Dikatakan Angga, WNA yang berada di Kapuas Hulu tersebut didominasi oleh warga negara Tiongkok, yakni sebanyak 23 orang. Sementara WNA lainnya di antaranya, sebut dia, berasal dari Jerman sebanyak tujuh orang, Amerika (tujuh orang), Malaysia (dua orang), dan Austria, satu orang. “Mereka ini sudah mempunyai izin, baik izin sementara, maupun izin tetap,” terangnya.
Terkait pengawasan WNA di Kabupaten Kapuas Hulu itu sendiri, Angga memaparkan bahwa pihaknya selalu rutin melakukan pemeriksaan. Mereka mendatangi langsung lokasi pekerjaan mereka, untuk men-update data yang ada. “Terkadang WNA yang bekerja di perusahaan, biasanya perusahaan itu yang melapor. Karena jangan sampai ketika ditindak baru melapor,” tegasnya.
Angga mengimbau kepada masyarakat Kapuas Hulu, agar dapat melaporkan jika ada WNA yang mencurigakan. Di mana, untuk memudahkan masyarakat melaporkan  keberadaan orang asing tersebut, Imigrasi Putussibau sudah memiliki aplikasi pelaporan orang asing.
“Jika ingin lebih cepat melapornya, dapat lapor ke person imigrasi sendiri atau datang langsung ke kantor kami,” jelasnya.
Angga juga mengingatkan kepada pengusaha hotel dan penginapan agar wajib lapor jika menerima tamu WNA. “Sesuai pasal 72 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, bagi pemilik tempat usaha penginapan maupun hotel, wajib lapor jika ada WNA yang menginap,” pungkasnya.
Sementara sebelumnya, Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau telah menggelar operasi gabungan dengan menyasar tempat hiburan malam, hotel, dan penginapan, dalam rangka pengawasan orang asing. Dalam operasi tersebut mereka tidak menemukan warga negara asing (WNA). Angga mengatakan, operasi gabungan tersebut merupakan salah satu bentuk mengawasan mereka terhadap orang asing yang berada di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. “Kami dari Timpora (Tim Pengawasan Orang Asing) melakukan pengawasan terhadap orang asing yang ada di wilayah ini,” katanya.
Dikatakan Angga, sampai saat ini sejumlah kegiatan WNA masih terpantau dan termonitor mereka. Namun, kata dia, perlu kerja sama dan sinergisitas semua pihak, terutama Timpora. yang terdiri dari berbagai pihak terkait.
“Salah satu yang menjadi perhatian kita bersama yaitu keberadaan orang asing, baik yang bekerja di perusahaan maupun warga negara Malaysia yang melakukan kawin campur di daerah perbatasan,” ucapnya.
Meski dalam pelaksanaan razia gabungan itu tidak menemukan keberadaan WNA, dirinya meminta agar terbangun sinergisitas semua pihak, untuk bersama-sama mengawasi orang asing. “Saya rasa mengawasi orang asing menjadi tanggung jawab kita bersama, namun jika ditemukan ada warga asing segera laporkan kepada petugas Imigrasi setempat,” imbau dia.
Operasi gabungan Timpora itu melibatkan pihak TNI, Polisi Militer, Polres Kapuas Hulu, Kesbangpol, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Dukcapil Kapuas Hulu, dengan sasaran razia tempat hiburan malam, hotel, dan penginapan yang ada di Putussibau dan sekitarnya.
Dia berharap kerja sama dan sinergitas dari semua pihak di Kapuas Hulu, untuk mengawasi setiap kedatangan dan aktivitas orang asing di kabupaten ini. Dia berpesan, jika ada yang melihat atau pun membawa orang asing, hendaknya melaporkan kepada pihak Imigrasi. “Kami akan tindaklanjuti apabila ada informasi atau pun menemukan orang asing di Kapuas Hulu sesuai aturan berlaku,” kata Angga.
Ia mengatakan sepanjang 2019 ini, pihaknya sudah mendeportasi dua orang warga asing asal Malaysia. Keduanya dipastikan dia, sudah selesai menjalani hukuman pidana di Rutan Putussibau, terkait kasus narkoba.
“Jadi kami akan terus perketat pengawasan terhadap orang asing, apalagi kita merupakan kabupaten perbatasan dan kami minta semua pihak sinergis dalam pengawasan orang asing,” pinta Angga.

Baca Juga :  Wujudkan Kapuas Hulu Sehat dengan Vaksin

PUTUSSIBAU – Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di Kabupaten Kapuas Hulu. Kasubsi Teknologi Informasi, Intelijen, dan Penindakan Keimigrasian, Angga Adwiyantara, mengungkapkan, setidaknya ada 42 orang WNA, yang saat ini terdaftar di Imigrasi Kelas III Putussibau.
Menurut Angga, 42 WNA tersebut tersebar di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Putussibau Utara sebanyak tujuh orang, di Kecamatan Bunut Hulu (23 orang), Kecamatan Putussibau Selatan (satu orang), Kecamatan Kalis (sembilan orang), dan Kecamatan Badau, satu orang.
“WNA tersebut kebanyakan bekerja di perusahaan tambang, yayasan, perusahaan kayu, dan perkebunan sawit,” katanya.
Dikatakan Angga, WNA yang berada di Kapuas Hulu tersebut didominasi oleh warga negara Tiongkok, yakni sebanyak 23 orang. Sementara WNA lainnya di antaranya, sebut dia, berasal dari Jerman sebanyak tujuh orang, Amerika (tujuh orang), Malaysia (dua orang), dan Austria, satu orang. “Mereka ini sudah mempunyai izin, baik izin sementara, maupun izin tetap,” terangnya.
Terkait pengawasan WNA di Kabupaten Kapuas Hulu itu sendiri, Angga memaparkan bahwa pihaknya selalu rutin melakukan pemeriksaan. Mereka mendatangi langsung lokasi pekerjaan mereka, untuk men-update data yang ada. “Terkadang WNA yang bekerja di perusahaan, biasanya perusahaan itu yang melapor. Karena jangan sampai ketika ditindak baru melapor,” tegasnya.
Angga mengimbau kepada masyarakat Kapuas Hulu, agar dapat melaporkan jika ada WNA yang mencurigakan. Di mana, untuk memudahkan masyarakat melaporkan  keberadaan orang asing tersebut, Imigrasi Putussibau sudah memiliki aplikasi pelaporan orang asing.
“Jika ingin lebih cepat melapornya, dapat lapor ke person imigrasi sendiri atau datang langsung ke kantor kami,” jelasnya.
Angga juga mengingatkan kepada pengusaha hotel dan penginapan agar wajib lapor jika menerima tamu WNA. “Sesuai pasal 72 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, bagi pemilik tempat usaha penginapan maupun hotel, wajib lapor jika ada WNA yang menginap,” pungkasnya.
Sementara sebelumnya, Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau telah menggelar operasi gabungan dengan menyasar tempat hiburan malam, hotel, dan penginapan, dalam rangka pengawasan orang asing. Dalam operasi tersebut mereka tidak menemukan warga negara asing (WNA). Angga mengatakan, operasi gabungan tersebut merupakan salah satu bentuk mengawasan mereka terhadap orang asing yang berada di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. “Kami dari Timpora (Tim Pengawasan Orang Asing) melakukan pengawasan terhadap orang asing yang ada di wilayah ini,” katanya.
Dikatakan Angga, sampai saat ini sejumlah kegiatan WNA masih terpantau dan termonitor mereka. Namun, kata dia, perlu kerja sama dan sinergisitas semua pihak, terutama Timpora. yang terdiri dari berbagai pihak terkait.
“Salah satu yang menjadi perhatian kita bersama yaitu keberadaan orang asing, baik yang bekerja di perusahaan maupun warga negara Malaysia yang melakukan kawin campur di daerah perbatasan,” ucapnya.
Meski dalam pelaksanaan razia gabungan itu tidak menemukan keberadaan WNA, dirinya meminta agar terbangun sinergisitas semua pihak, untuk bersama-sama mengawasi orang asing. “Saya rasa mengawasi orang asing menjadi tanggung jawab kita bersama, namun jika ditemukan ada warga asing segera laporkan kepada petugas Imigrasi setempat,” imbau dia.
Operasi gabungan Timpora itu melibatkan pihak TNI, Polisi Militer, Polres Kapuas Hulu, Kesbangpol, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Dukcapil Kapuas Hulu, dengan sasaran razia tempat hiburan malam, hotel, dan penginapan yang ada di Putussibau dan sekitarnya.
Dia berharap kerja sama dan sinergitas dari semua pihak di Kapuas Hulu, untuk mengawasi setiap kedatangan dan aktivitas orang asing di kabupaten ini. Dia berpesan, jika ada yang melihat atau pun membawa orang asing, hendaknya melaporkan kepada pihak Imigrasi. “Kami akan tindaklanjuti apabila ada informasi atau pun menemukan orang asing di Kapuas Hulu sesuai aturan berlaku,” kata Angga.
Ia mengatakan sepanjang 2019 ini, pihaknya sudah mendeportasi dua orang warga asing asal Malaysia. Keduanya dipastikan dia, sudah selesai menjalani hukuman pidana di Rutan Putussibau, terkait kasus narkoba.
“Jadi kami akan terus perketat pengawasan terhadap orang asing, apalagi kita merupakan kabupaten perbatasan dan kami minta semua pihak sinergis dalam pengawasan orang asing,” pinta Angga.

Baca Juga :  Pemkab Bangun Tujuh Pasar Kecamatan

Most Read

Artikel Terbaru

/