alexametrics
23.2 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Enam Warga Perbatasan Diserang DBD

PUTUSSIBAU – Demam Berdarah Dengue atau biasa disingkat DBD masih menjadi momok bagi masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu. Setidaknya ada tiga kecamatan di perbatasan yang terserang wabah ini. Tiga kecamatan tersebut yakni Kecamatan Batang Lupar, Badau, dan Empanang.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu Herberia Karosekali menyampaikan, untuk Kecamatan Badau sedikitnya ada satu orang terkena DBD. “Sedangkan Kecamatan Batang Lupar empat orang dan Empanang satu orang,” terang Herberia, Jumat (17/1) di Putussibau.

Dikatakan Herberia, keenam korban yang terserang DBD sebelumnya sudah dibawa ke RSB Badau. Kini kondisi mereka pun sudah dinyatakan mereka sembuh. Untuk itu, kata Herberia, petugas kesehatan terus berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan, salah satunya melalui fogging.

“Kita pun sudah melakukan fogging terhadap daerah yang terkena DBD tersebut. Soalnya sebelum melakukan fogging, kami melakukan penyelidikan epidemiologi,” bebernya. Penyelidikan epidemiologi yang dimaksud dia yakni untuk mengetahui daerah yang terkena DBD. Mereka akan mencari tahu apakah nyamuknya sudah menjadi penular penyakit atau tidak?

Baca Juga :  Sederhana, Peringatan Harjad Kota Putussibau

Selain itu, kata Herberia, Dinas Kesehatan pun gencar melaksanakan program Juru Pemantau Jentik (Jumatik) untuk mencegah sebaran penyakit DBD tersebut. “Program Jumantik ini kita harapkan mampu menekan sebaran penyakit DBD dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” kata dia.

Menurut Herberia, timbulnya wabah DBD tersebut salah satunya dipengaruhi faktor peralihan musim dari kemarau ke hujan. “Penyakit yang rentan menyerang masyarakat pada musim hujan ini Demam Berdarah Dengue,” bebernya.

Dikatakan Herberia, peralihan musim saat ini memang rentan menimbulkan berbagai macam penyakit. Untuk itu masyarkat diimbau dia untuk selalu waspada, dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

PUTUSSIBAU – Demam Berdarah Dengue atau biasa disingkat DBD masih menjadi momok bagi masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu. Setidaknya ada tiga kecamatan di perbatasan yang terserang wabah ini. Tiga kecamatan tersebut yakni Kecamatan Batang Lupar, Badau, dan Empanang.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu Herberia Karosekali menyampaikan, untuk Kecamatan Badau sedikitnya ada satu orang terkena DBD. “Sedangkan Kecamatan Batang Lupar empat orang dan Empanang satu orang,” terang Herberia, Jumat (17/1) di Putussibau.

Dikatakan Herberia, keenam korban yang terserang DBD sebelumnya sudah dibawa ke RSB Badau. Kini kondisi mereka pun sudah dinyatakan mereka sembuh. Untuk itu, kata Herberia, petugas kesehatan terus berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan, salah satunya melalui fogging.

“Kita pun sudah melakukan fogging terhadap daerah yang terkena DBD tersebut. Soalnya sebelum melakukan fogging, kami melakukan penyelidikan epidemiologi,” bebernya. Penyelidikan epidemiologi yang dimaksud dia yakni untuk mengetahui daerah yang terkena DBD. Mereka akan mencari tahu apakah nyamuknya sudah menjadi penular penyakit atau tidak?

Baca Juga :  Bupati Tinjau Pelayanan RSUD

Selain itu, kata Herberia, Dinas Kesehatan pun gencar melaksanakan program Juru Pemantau Jentik (Jumatik) untuk mencegah sebaran penyakit DBD tersebut. “Program Jumantik ini kita harapkan mampu menekan sebaran penyakit DBD dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” kata dia.

Menurut Herberia, timbulnya wabah DBD tersebut salah satunya dipengaruhi faktor peralihan musim dari kemarau ke hujan. “Penyakit yang rentan menyerang masyarakat pada musim hujan ini Demam Berdarah Dengue,” bebernya.

Dikatakan Herberia, peralihan musim saat ini memang rentan menimbulkan berbagai macam penyakit. Untuk itu masyarkat diimbau dia untuk selalu waspada, dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Most Read

Artikel Terbaru

/