alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Pajak Rumah Walet Harus Penuhi Target

PUTUSSIBAU – Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Kapuas Hulu terus mengupayakan pendapatan daerah tercapai sesuai yang telah ditargetkan. Salah satu sektor yang diharapkan menunjang target PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Kapuas Hulu yakni dari sektor pajak sarang burung walet rumahan.

Plt Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kapuas Hulu Azmi menyampaikan, jumlah usaha sarang burung walet rumaha yang sudah terdata baru sekitar 395 buah.

“Kalau sudah terdata semua itu sekitar 400 lebih karena ada penambahan baru. Jadi memang untuk jumlah rumah burung walet belum terdata semua,” terang Azmi belum lama ini.

Dikatakan Azmi, dari banyaknya usaha sarang burung walet yang ada di wilayah Kapuas Hulu, baru 38 unit usaha walet rumahan yang sudah produksi dan dikenakan pajak.

Baca Juga :  Kepatuhan Wajib Pajak Tumbuh 22,84%

“Kalau untuk masa bayar pajak sesuai peraturan itu satu bulan sekali, akan tetapi dikarenakan pemilik usaha rumah sarang burung walet tidak panen setiap bulannya, jadi pada saat mareka panen baru mereka melapor dan bayar pajak, dengan tarif sepuluh persen dari nilai transaksi,” ucapnya.

Dijelaskan Azmi, nilai transaksinya bukan harga pasaran yang dipakai untuk penetapanya tetapi, ada SK Bupati yang mengatur tentang besaran harga jual per kilogram, serta perjenisnya.

Sedangkan sistem penagihan kepada pelaku usaha itu dengan sistem jemput bola, dan para wajib pajak aktif semua dalam membayar pajak nya.

Untuk itu Azmi berharap, produksi tahun ini meningkat, sehingga wajib pajak yang ditagih juga akan bertambah.

Baca Juga :  Penularan DBD, Dinkes Minta Masyarakat Gencar Berantas Sarang Nyamuk

“Kita berharap, PAD dari sektor pajak sarang burung walet ini bisa semakin bertambah, dari apa yang sudah di targetkan, selain itu kita memahami juga masyarakat pada tahun ini, dengan adanya wabah pandemi Covid-19 termasuk agak berat,” tuturnya.

Tahun ini Azami berharap pula roda perekonomian masyarakat berjalan lancar dan membaik, sehingga target pajak bisa tercapai.

“Karena pajak yang diambil dari masyarakat itu nantinya juga berguna untuk pembangunan masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu,” pungkasnya. (dRe)

PUTUSSIBAU – Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Kapuas Hulu terus mengupayakan pendapatan daerah tercapai sesuai yang telah ditargetkan. Salah satu sektor yang diharapkan menunjang target PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Kapuas Hulu yakni dari sektor pajak sarang burung walet rumahan.

Plt Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kapuas Hulu Azmi menyampaikan, jumlah usaha sarang burung walet rumaha yang sudah terdata baru sekitar 395 buah.

“Kalau sudah terdata semua itu sekitar 400 lebih karena ada penambahan baru. Jadi memang untuk jumlah rumah burung walet belum terdata semua,” terang Azmi belum lama ini.

Dikatakan Azmi, dari banyaknya usaha sarang burung walet yang ada di wilayah Kapuas Hulu, baru 38 unit usaha walet rumahan yang sudah produksi dan dikenakan pajak.

Baca Juga :  KPP Pontianak Barat Imbau WP Ikut PPS

“Kalau untuk masa bayar pajak sesuai peraturan itu satu bulan sekali, akan tetapi dikarenakan pemilik usaha rumah sarang burung walet tidak panen setiap bulannya, jadi pada saat mareka panen baru mereka melapor dan bayar pajak, dengan tarif sepuluh persen dari nilai transaksi,” ucapnya.

Dijelaskan Azmi, nilai transaksinya bukan harga pasaran yang dipakai untuk penetapanya tetapi, ada SK Bupati yang mengatur tentang besaran harga jual per kilogram, serta perjenisnya.

Sedangkan sistem penagihan kepada pelaku usaha itu dengan sistem jemput bola, dan para wajib pajak aktif semua dalam membayar pajak nya.

Untuk itu Azmi berharap, produksi tahun ini meningkat, sehingga wajib pajak yang ditagih juga akan bertambah.

Baca Juga :  Longsor Ancam Pemukiman Warga

“Kita berharap, PAD dari sektor pajak sarang burung walet ini bisa semakin bertambah, dari apa yang sudah di targetkan, selain itu kita memahami juga masyarakat pada tahun ini, dengan adanya wabah pandemi Covid-19 termasuk agak berat,” tuturnya.

Tahun ini Azami berharap pula roda perekonomian masyarakat berjalan lancar dan membaik, sehingga target pajak bisa tercapai.

“Karena pajak yang diambil dari masyarakat itu nantinya juga berguna untuk pembangunan masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu,” pungkasnya. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/