alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Dukung Pembangunan Jalan Paralel Perbatasan

PUTUSSIBAU-Pemerintah pusat melalui kementerian terkait mulai merealisasikan pembangunan jalan paralel perbatasan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Jalan paralel perbatasan tersebut ada di ruas Kecamatan Badau – Nanga Kantuk Kecamatan Empanang. Pembangunan jalan yang akan menghabiskan dana sebesar Rp193 Miliar tersebut, kini tengah berjalan.

Menyikapi pembangunan jalan tersebut, camat di dua kecamatan bersama perwakilan warga mengadakan pertemuan pembahasan pembangunan jalan perbatasan bersama Bupati Kapuas AM Nasir pada 15 Februari 2021 lalu.

Camat Empanang Donatus Dudang menyampaikan, warganya sangat mendukung adanya pembangunan jalan di perbatasan. “Justru ini yang ditunggu – tunggu oleh masyarakat,” ucapnya.

Namun kata Dudang sejumlah rumah warganya ada yang terkena dampak pembangunan proyek jalan tersebut, jumlahnya tidak banyak.

“Kalau tempat kami ada 8 rumah yang terkena dampak pembangunan jalan tersebut. Itu kalau pembangunan jalan hingga 11 meter. Begitu juga dengan halaman pekarangan rumah juga ada terkena dampak pembangunan jalan perbatasan,” terang Dudang.

Pada kesempatan yang sama, Plt Camat Badau Edy Suharta menyampaikan untuk di Badau sendiri ada 20 rumah warganya yang bakal terkena dampak pembangunan jalan paralel perbatasan.

Baca Juga :  Dinkes Laksanakan OJT Aplikasi SiLacak

“Itu pun kalau jalan yang dibangun lebarnya 25 meter,” ucap Edy.

Menurut Edy jika pembangunan jalan tersebut benar-benar terkena dengan rumahnya, tentunya masyarakat akan meminta ganti rugi, tetapi kalau memang hanya area yang disepakati sebelumnya itu 3 meter dari jalan itu sudah dibebaskan oleh masyarakat.

“Selain rumah yang akan terkena dampak pembangunan jalan paralel perbatasan tersebut, ada juga tanam tumbuh dan beberapa bangunan pemerintah yang terkena,” jelas Edy.

Namun demikian kata Edy, warga Badau sangat mendukung pembangunan jalan paralel perbatasan yang sudah lama dinantikan masyarakat setempat. “Mudah – mudahan pembangunan jakan di perbatasan ini berjalan lancar dan tertib,” ucap Edy.

Sementara itu, Hj. Ana Mariana Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Kapuas Hulu menjelaskan pembangunan jalan paralel perbatasan Badau – Nanga Kantuk Empanang menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dikelola Kementrian PU Perumahan Rakyat.

“Proyek pembangunan jalan perbatasan ini dana multiyers mulai dari tahun 2020 hingga akhir tahun 2022 selesainya. Saat ini proyek tersebut masih dalam proses pembersihan jalan,” ujar Ana.

Baca Juga :  Lulus Rehabilitasi, Tiga Orangutan Kembali Ke Alam

Secara umum kata Ana, pihak pelaksana sudah melakukan sosialisasi terkait proyek tersebut, sehingga tidak ada kendala yang dihadapi.

“Kita semua sudah sepakat untuk mendukung program pembangunan jalan perbatasan ini, sehingga bisa terlaksana dengan baik,” jelas Ana.

Ana mengatakan, pembangunan jalan Badau – Nanga Kantuk Empanang ini sudah lama didambakan masyarakat perbatasan.

“Dari tahun 2017 kita sudah koordinasi dengan balai jalan agar bisa merealisasikan pembangunan jalan paralel perbatasan ini,” ucap Ana.

Sebenarnya kata Ana, status jalan tersebut adalah jalan Kabupaten, namun karena ini sudah menjadi jalan paralel perbatasan sehingg jalan ini non status dibiayai.

“Nanti kalau udah selesai dibangun akan kita usulkan hibahnya dari hibah jalan Kabupaten menjadi jalan paralel perbatasan supaya bisa dibiayai,” kata Ana.

Sementara Bupati Kapuas Hulu AM Nasir mengharapkan proyek jalan tersebut dapat berjalan lancar, karena masyarakat perbatasan sudah bosan dengan kondisi jalan yang ada.

“Saya imbau kepada masyarakat perbatasan agar mendukung pembangunan jalan paralel perbatasan tersebut,” pesan Nasir. (dRe)

PUTUSSIBAU-Pemerintah pusat melalui kementerian terkait mulai merealisasikan pembangunan jalan paralel perbatasan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Jalan paralel perbatasan tersebut ada di ruas Kecamatan Badau – Nanga Kantuk Kecamatan Empanang. Pembangunan jalan yang akan menghabiskan dana sebesar Rp193 Miliar tersebut, kini tengah berjalan.

Menyikapi pembangunan jalan tersebut, camat di dua kecamatan bersama perwakilan warga mengadakan pertemuan pembahasan pembangunan jalan perbatasan bersama Bupati Kapuas AM Nasir pada 15 Februari 2021 lalu.

Camat Empanang Donatus Dudang menyampaikan, warganya sangat mendukung adanya pembangunan jalan di perbatasan. “Justru ini yang ditunggu – tunggu oleh masyarakat,” ucapnya.

Namun kata Dudang sejumlah rumah warganya ada yang terkena dampak pembangunan proyek jalan tersebut, jumlahnya tidak banyak.

“Kalau tempat kami ada 8 rumah yang terkena dampak pembangunan jalan tersebut. Itu kalau pembangunan jalan hingga 11 meter. Begitu juga dengan halaman pekarangan rumah juga ada terkena dampak pembangunan jalan perbatasan,” terang Dudang.

Pada kesempatan yang sama, Plt Camat Badau Edy Suharta menyampaikan untuk di Badau sendiri ada 20 rumah warganya yang bakal terkena dampak pembangunan jalan paralel perbatasan.

Baca Juga :  Fransiskus Diaan Nakhodai Pertina

“Itu pun kalau jalan yang dibangun lebarnya 25 meter,” ucap Edy.

Menurut Edy jika pembangunan jalan tersebut benar-benar terkena dengan rumahnya, tentunya masyarakat akan meminta ganti rugi, tetapi kalau memang hanya area yang disepakati sebelumnya itu 3 meter dari jalan itu sudah dibebaskan oleh masyarakat.

“Selain rumah yang akan terkena dampak pembangunan jalan paralel perbatasan tersebut, ada juga tanam tumbuh dan beberapa bangunan pemerintah yang terkena,” jelas Edy.

Namun demikian kata Edy, warga Badau sangat mendukung pembangunan jalan paralel perbatasan yang sudah lama dinantikan masyarakat setempat. “Mudah – mudahan pembangunan jakan di perbatasan ini berjalan lancar dan tertib,” ucap Edy.

Sementara itu, Hj. Ana Mariana Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Kapuas Hulu menjelaskan pembangunan jalan paralel perbatasan Badau – Nanga Kantuk Empanang menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dikelola Kementrian PU Perumahan Rakyat.

“Proyek pembangunan jalan perbatasan ini dana multiyers mulai dari tahun 2020 hingga akhir tahun 2022 selesainya. Saat ini proyek tersebut masih dalam proses pembersihan jalan,” ujar Ana.

Baca Juga :  Laka Air Wilayah Jongkong, Satu Warga Belum Ditemukan

Secara umum kata Ana, pihak pelaksana sudah melakukan sosialisasi terkait proyek tersebut, sehingga tidak ada kendala yang dihadapi.

“Kita semua sudah sepakat untuk mendukung program pembangunan jalan perbatasan ini, sehingga bisa terlaksana dengan baik,” jelas Ana.

Ana mengatakan, pembangunan jalan Badau – Nanga Kantuk Empanang ini sudah lama didambakan masyarakat perbatasan.

“Dari tahun 2017 kita sudah koordinasi dengan balai jalan agar bisa merealisasikan pembangunan jalan paralel perbatasan ini,” ucap Ana.

Sebenarnya kata Ana, status jalan tersebut adalah jalan Kabupaten, namun karena ini sudah menjadi jalan paralel perbatasan sehingg jalan ini non status dibiayai.

“Nanti kalau udah selesai dibangun akan kita usulkan hibahnya dari hibah jalan Kabupaten menjadi jalan paralel perbatasan supaya bisa dibiayai,” kata Ana.

Sementara Bupati Kapuas Hulu AM Nasir mengharapkan proyek jalan tersebut dapat berjalan lancar, karena masyarakat perbatasan sudah bosan dengan kondisi jalan yang ada.

“Saya imbau kepada masyarakat perbatasan agar mendukung pembangunan jalan paralel perbatasan tersebut,” pesan Nasir. (dRe)

Most Read

Telkomsel Ganti Logo

Merdeka Dalam Kemiskinan

Artikel Terbaru

/