alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

RSUD Larang Besuk Pasien

PUTUSSIBAU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu merespons baik kebijakan RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau, yang melarang pengunjung membesuk pasien rawat inap di rumah sakit tersebut. Hal itu dilakukan dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) yang tengah mewabah di berbagai daerah, termasuk Kota Pontianak dan Singkawang.

Herberia Karosekali, kepala Bidang Pengendalian  dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kapuas Hulu merespons positif kebijakan tersebut. “Itu kebijakan rumah sakit, mungkin untuk menghindari kontak. Tapi kan penunggu pasien masih dizinkan masuk,” ucap Herberia.

Terkait kebijakan melarang masyarakat membesuk pasien rawat inap di RSUD dr. Achmad Diponegoro  Putussibau, sudah diumumkan mulai dari 17 Maret lalu.

“Ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, sampai waktu tidak ditentukan,” ujar Poltak Sianturi, direktur RSUD Achmad Diponegoro Putussibau, kemarin.

Pihaknya mengakui, memang melakukan penutupan sementara jam besuk untuk pasien dirawat, namun tetap memperbolehkan penunggu pasien masuk. “Paling penunggu pasien yang dibolehkan masuk itu hanya dua orang. Kemudian setiap pengunjung rumah sakit dilakukan screening,” kata Poltak.

Dikatakannya, dalam mengahadapi penyebaran Covid-19, rumah sakit memiliki alat pengaman lengkap. Hanya saja stoknya diakui dia sangat terbatas sekali. “Kami masih mencari supplier yang menyediakannya, beberapa supplier yang dihubungi (menyatakan) kosong,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kisah Kenangan TMMD 110 Kodim 1206/PSB untuk Masa Depan

Dalam mengantisipasi masuknya virus corona, Dinkes juga telah berupaya maksimal, salah satunya dengan kegiatan screening di Bandara Pangsuma Putussibau, Rabu (18/3). “Hari ini (kemarin, Red) kita lakukan kegiatan screening kesehatan untuk penumpang pesawat di pintu kedatangan Bandara Pangsuma Putussibau,” terang Ade Hermanto, kepala Bidang Kesehatan Masyarakat.

Screening atau penyaringan tersebut telah dimulai mereka kemarin. Alhasil, suhu badan semua penumpang relatif normal, berada antara 34 – 37 derajat selcius.

 

Screening Penumpang dari Pontianak

Guna mencegah penyebaran virus Corona masuk ke wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Dinkes melakukan kerja sama dengan pihak Bandara Pangsuma Putussibau untuk screening atau pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang yang datang dari Kota Pontianak, Rabu (18/3)

Suhardiyanto, kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular mengatakan bahwa pihaknya hanya melakukan screening kepada penumpang yang datang dari Pontianak saja. “Untuk penumpang dari Putussibau – Pontianak, tidak kita lakukan pemeriksaan suhu badan,” katanya.

Baca Juga :  Beri Insentif Pemda Sukses Vaksinasi

Suhardiyanto mengungkapkan, langkah screening terhadap penumpang dari Kota Pontianak ini dilakukan, karena kasus penderita corona sudah ada ditemukan di sana. Untuk persiapan melakukan screening,  pihaknya sendiri sudah siap dan dari pihak Bandara Pangsuma Putussibau juga sangat mendukung kegiatan mereka.

“Guna memastikan penumpang itu mengidap virus corona atau tidak, penting dilakukan pemeriksaan intensif agar tidak terjadi penyebaran virus itu,” tuturnya.

Sejak diberikan surat edaran oleh Kementerian Kesehatan terkait antisipasi penyebaran virus corona ke Indonesia, hingga saat ini di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu belum ditemukan mereka adanya penumpang maupun masyarakat yang terdeteksi terjangkit virus tersebut.

“Kalau pun ada gejala-gejala virus corona dalam screening nanti, kita akan langsung isolasi dan kirim ke rumah sakit rujukan seperti di Sintang, Singkawang, Pontianak, dan Ketapang,” ucapnya.

Perlu diketahui pemeriksaan suhu badan di Bandara Pangsuma yang dilakukan Dinas Kesehatan Kapuas Hulu dimulai sejak kemarin dan akan terus dilakukan hingga waktunya belum ditentukan. (dRe) 

 

PUTUSSIBAU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu merespons baik kebijakan RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau, yang melarang pengunjung membesuk pasien rawat inap di rumah sakit tersebut. Hal itu dilakukan dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) yang tengah mewabah di berbagai daerah, termasuk Kota Pontianak dan Singkawang.

Herberia Karosekali, kepala Bidang Pengendalian  dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kapuas Hulu merespons positif kebijakan tersebut. “Itu kebijakan rumah sakit, mungkin untuk menghindari kontak. Tapi kan penunggu pasien masih dizinkan masuk,” ucap Herberia.

Terkait kebijakan melarang masyarakat membesuk pasien rawat inap di RSUD dr. Achmad Diponegoro  Putussibau, sudah diumumkan mulai dari 17 Maret lalu.

“Ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, sampai waktu tidak ditentukan,” ujar Poltak Sianturi, direktur RSUD Achmad Diponegoro Putussibau, kemarin.

Pihaknya mengakui, memang melakukan penutupan sementara jam besuk untuk pasien dirawat, namun tetap memperbolehkan penunggu pasien masuk. “Paling penunggu pasien yang dibolehkan masuk itu hanya dua orang. Kemudian setiap pengunjung rumah sakit dilakukan screening,” kata Poltak.

Dikatakannya, dalam mengahadapi penyebaran Covid-19, rumah sakit memiliki alat pengaman lengkap. Hanya saja stoknya diakui dia sangat terbatas sekali. “Kami masih mencari supplier yang menyediakannya, beberapa supplier yang dihubungi (menyatakan) kosong,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tujuh Daerah Minimal Harus Zona Kuning

Dalam mengantisipasi masuknya virus corona, Dinkes juga telah berupaya maksimal, salah satunya dengan kegiatan screening di Bandara Pangsuma Putussibau, Rabu (18/3). “Hari ini (kemarin, Red) kita lakukan kegiatan screening kesehatan untuk penumpang pesawat di pintu kedatangan Bandara Pangsuma Putussibau,” terang Ade Hermanto, kepala Bidang Kesehatan Masyarakat.

Screening atau penyaringan tersebut telah dimulai mereka kemarin. Alhasil, suhu badan semua penumpang relatif normal, berada antara 34 – 37 derajat selcius.

 

Screening Penumpang dari Pontianak

Guna mencegah penyebaran virus Corona masuk ke wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Dinkes melakukan kerja sama dengan pihak Bandara Pangsuma Putussibau untuk screening atau pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang yang datang dari Kota Pontianak, Rabu (18/3)

Suhardiyanto, kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular mengatakan bahwa pihaknya hanya melakukan screening kepada penumpang yang datang dari Pontianak saja. “Untuk penumpang dari Putussibau – Pontianak, tidak kita lakukan pemeriksaan suhu badan,” katanya.

Baca Juga :  Sebanyak 16 Anak di Kalbar Terkonfirmasi Covid-19 Meninggal Dunia

Suhardiyanto mengungkapkan, langkah screening terhadap penumpang dari Kota Pontianak ini dilakukan, karena kasus penderita corona sudah ada ditemukan di sana. Untuk persiapan melakukan screening,  pihaknya sendiri sudah siap dan dari pihak Bandara Pangsuma Putussibau juga sangat mendukung kegiatan mereka.

“Guna memastikan penumpang itu mengidap virus corona atau tidak, penting dilakukan pemeriksaan intensif agar tidak terjadi penyebaran virus itu,” tuturnya.

Sejak diberikan surat edaran oleh Kementerian Kesehatan terkait antisipasi penyebaran virus corona ke Indonesia, hingga saat ini di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu belum ditemukan mereka adanya penumpang maupun masyarakat yang terdeteksi terjangkit virus tersebut.

“Kalau pun ada gejala-gejala virus corona dalam screening nanti, kita akan langsung isolasi dan kirim ke rumah sakit rujukan seperti di Sintang, Singkawang, Pontianak, dan Ketapang,” ucapnya.

Perlu diketahui pemeriksaan suhu badan di Bandara Pangsuma yang dilakukan Dinas Kesehatan Kapuas Hulu dimulai sejak kemarin dan akan terus dilakukan hingga waktunya belum ditentukan. (dRe) 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/