alexametrics
32 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Terapkan Konsep Desa Hijau

PUTUSSIBAU-Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Bahtiar membuka kegiatan Jambore Pembangunan Desa Hijau dan Produktif di Rumah Retret Deosoli Putussibau Selatan, Kamis (18/11). Jambore dalam rangka pencapaian SDG’s di Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021.

Ketua WWF Indonesia, Kabupaten Kapuas Hulu Hermas Rintik Maring  mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri 10 desa di Kecamatan Batang Lupar, 8 Desa di Kecamatan Mentebah, dan beberapa desa di Putussibau Utara dan Putussibau Selatan, dan Kecamatan Kalis.

“Jambore desa upaya kita untuk mendisiminasikan atau mensosialisasikan apa saja yang sudah dilakukan desa dampingan, seperti 3 desa percontohan, diantaranya Desa Labian Ira’ang, Melemba di Kecamatan Batang Lupar, dan desa Tanjung di Kecamatan Mentebah,” papar Hermas.

Pendampingan yang dilaksanakan kata Hermas berupa peningkatan kapasitas, guna menggerakkan desa untuk mulai menginisiasi sadar lingkungan sosial dan ekonomi kerakyatan.

Baca Juga :  Digital Corner Wisata Urban Hulu Pengkadan

“SDG’s selaras dengan program yang digagas desa, untuk pembangunan sudah mencoba memasukan isu – isu pembangunan berkelanjutan dalam RPJMDes,” kata Hermas.

Dia mencontohkan, 3 desa sudah mulai menginisiasi produk lokal di desa, diantaranya produk Tengkawang, Perikanan dan Anyaman. Konsepsi ini kata Hermas, agar produk lokal bisa dipasarkan, dan masyarakat diberdayakan, hingga bisa diimport. “Produk ini diharapkan dipasarkan oleh BUMDes tidak hanya memasarkan produk luar, tapi memasarkan produk lokal ke luar,” kata Hermas.

Pada kesempatan yang sama, Alpiansyah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kapuas Hulu mengatakan, Jambore pembangunan Desa Hijau sesuai dengan aturan yang ditetapkan Kemendes, ada desa hijau atau dalam IDM ada namanya Indeks Ketahanan Lingkungan, kaitannya desa hijau dan ramah lingkungan.

“Desa hijau memelihara hutan, lingkungan, sungai memberikan sesuatu yang produktif, salah satunya produk yang dipasarkan BUMDes yang dibina dari potensi desa,” papar Alpiansyah.

Baca Juga :  Dandim Kerahkan Personil Bantu Distribusi Beras

Dikatakan Alpian, 3 desa binaan yang menjadi contoh itu diharapkan, bisa menjadi wadah untuk belajar bersama, dan diterapkan di desa masing-masing. “Jadi jambore ini sangat penting, apa saja program yang menjadikan desa kreatif dan produktif,” kata Alpian.

Pada kesempatan yang sama, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Bahtiar menyambut baik konsep desa hijau tersebut.

“Tiga desa hijau ini hendaknya dapat ditiru oleh  desa – desa lainnya di Kabupaten Kapuas Hulu,” ungkap Bahtiar.

Dikatakan Asisten II, untuk mencapai target SDG’s perlu kerjasama semua lintas sektor, melalui prioritas dana desa peduli dengan lingkungan.

“SDG’s desa peduli lingkungan darat sebagai wujud peduli dalam pembangunan berkelanjutan.

Semoga desa lain mendapatkan inspirasi dari 3 desa, dalam penerapan SDG’s desa,” harap Asisten II Bahtiar. (dRe)

PUTUSSIBAU-Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Bahtiar membuka kegiatan Jambore Pembangunan Desa Hijau dan Produktif di Rumah Retret Deosoli Putussibau Selatan, Kamis (18/11). Jambore dalam rangka pencapaian SDG’s di Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021.

Ketua WWF Indonesia, Kabupaten Kapuas Hulu Hermas Rintik Maring  mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri 10 desa di Kecamatan Batang Lupar, 8 Desa di Kecamatan Mentebah, dan beberapa desa di Putussibau Utara dan Putussibau Selatan, dan Kecamatan Kalis.

“Jambore desa upaya kita untuk mendisiminasikan atau mensosialisasikan apa saja yang sudah dilakukan desa dampingan, seperti 3 desa percontohan, diantaranya Desa Labian Ira’ang, Melemba di Kecamatan Batang Lupar, dan desa Tanjung di Kecamatan Mentebah,” papar Hermas.

Pendampingan yang dilaksanakan kata Hermas berupa peningkatan kapasitas, guna menggerakkan desa untuk mulai menginisiasi sadar lingkungan sosial dan ekonomi kerakyatan.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Sintang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir

“SDG’s selaras dengan program yang digagas desa, untuk pembangunan sudah mencoba memasukan isu – isu pembangunan berkelanjutan dalam RPJMDes,” kata Hermas.

Dia mencontohkan, 3 desa sudah mulai menginisiasi produk lokal di desa, diantaranya produk Tengkawang, Perikanan dan Anyaman. Konsepsi ini kata Hermas, agar produk lokal bisa dipasarkan, dan masyarakat diberdayakan, hingga bisa diimport. “Produk ini diharapkan dipasarkan oleh BUMDes tidak hanya memasarkan produk luar, tapi memasarkan produk lokal ke luar,” kata Hermas.

Pada kesempatan yang sama, Alpiansyah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kapuas Hulu mengatakan, Jambore pembangunan Desa Hijau sesuai dengan aturan yang ditetapkan Kemendes, ada desa hijau atau dalam IDM ada namanya Indeks Ketahanan Lingkungan, kaitannya desa hijau dan ramah lingkungan.

“Desa hijau memelihara hutan, lingkungan, sungai memberikan sesuatu yang produktif, salah satunya produk yang dipasarkan BUMDes yang dibina dari potensi desa,” papar Alpiansyah.

Baca Juga :  Kapuas Hulu Menjadi Fokus Penanganan Stunting

Dikatakan Alpian, 3 desa binaan yang menjadi contoh itu diharapkan, bisa menjadi wadah untuk belajar bersama, dan diterapkan di desa masing-masing. “Jadi jambore ini sangat penting, apa saja program yang menjadikan desa kreatif dan produktif,” kata Alpian.

Pada kesempatan yang sama, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Bahtiar menyambut baik konsep desa hijau tersebut.

“Tiga desa hijau ini hendaknya dapat ditiru oleh  desa – desa lainnya di Kabupaten Kapuas Hulu,” ungkap Bahtiar.

Dikatakan Asisten II, untuk mencapai target SDG’s perlu kerjasama semua lintas sektor, melalui prioritas dana desa peduli dengan lingkungan.

“SDG’s desa peduli lingkungan darat sebagai wujud peduli dalam pembangunan berkelanjutan.

Semoga desa lain mendapatkan inspirasi dari 3 desa, dalam penerapan SDG’s desa,” harap Asisten II Bahtiar. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/