alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Mencari Solusi Tanggulangi Karhutla

PUTUSSIBAU– Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kapuas Hulu berupaya mencari solusi untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kapuas Hulu. Menginggat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas Hulu melonjak drastis sejak dua tahun terakhir.

Bupati Kapuas Hulu,  Abang Muhammad Nasir mengatakan, Karhutla bukan masalah baru, baik ditingkat Nasional dan daerah. Upaya penanggulangannya  sudah ada, tinggal pemantapan saja.

“Sarana yang tidak ada, kita dilengkapi. Lalu singkronisasi dimatapkan untuk mengurangi Karhutla atau bahkan membuat tidak ada sama sekali Karhutla di Kapuas Hulu,” tegas Nasir.

Apalagi, kata Bupati sudah ada alat untuk mengatur pembakaran lahan warga. Dari pengaturan itu ada juga manfaat dampak ekonomi.

Baca Juga :  Persoalan Batas Wilayah jadi Prioritas

“Bakar lewat alat ini bisa sekaligus tambah pendapatan masyarakat,” paparnya.

Alat tersebut menghasilkan bahan cair, hasil pembakaran kayu dan semak. Harganya cukup tinggi, bahkan bisa jadi lebih prospek dari kratom apabila pemasarannya baik.

“Ini saya lihat alatnya simpel dan bisa dibuat besar, berapa meter. Harga perliter minyak dari pembakaran itu Rp 75 ribu. Ini bisa jadi harapan kalau pemasarannya jelas,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, penerapan sistem bakar dengan alat tersebut masih tahap pengenalan. Kedepan harus disosialisasikan berjenjang ke seluruh masyarakat peladang.

“Ini kita terus sosialisasi berjenjang, tampilkan alat ini.  Ini salah satu solusi yang beri dampak ekonomi ke masyarakat,  tidak hanya melarang saja,” tuntasnya. (arf)

Baca Juga :  Wamen LHK Nilai Kratom Bernilai Ekonomis

PUTUSSIBAU– Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kapuas Hulu berupaya mencari solusi untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kapuas Hulu. Menginggat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas Hulu melonjak drastis sejak dua tahun terakhir.

Bupati Kapuas Hulu,  Abang Muhammad Nasir mengatakan, Karhutla bukan masalah baru, baik ditingkat Nasional dan daerah. Upaya penanggulangannya  sudah ada, tinggal pemantapan saja.

“Sarana yang tidak ada, kita dilengkapi. Lalu singkronisasi dimatapkan untuk mengurangi Karhutla atau bahkan membuat tidak ada sama sekali Karhutla di Kapuas Hulu,” tegas Nasir.

Apalagi, kata Bupati sudah ada alat untuk mengatur pembakaran lahan warga. Dari pengaturan itu ada juga manfaat dampak ekonomi.

Baca Juga :  Erlinawati Sampaikan 4 Pilar Kebangsaan

“Bakar lewat alat ini bisa sekaligus tambah pendapatan masyarakat,” paparnya.

Alat tersebut menghasilkan bahan cair, hasil pembakaran kayu dan semak. Harganya cukup tinggi, bahkan bisa jadi lebih prospek dari kratom apabila pemasarannya baik.

“Ini saya lihat alatnya simpel dan bisa dibuat besar, berapa meter. Harga perliter minyak dari pembakaran itu Rp 75 ribu. Ini bisa jadi harapan kalau pemasarannya jelas,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, penerapan sistem bakar dengan alat tersebut masih tahap pengenalan. Kedepan harus disosialisasikan berjenjang ke seluruh masyarakat peladang.

“Ini kita terus sosialisasi berjenjang, tampilkan alat ini.  Ini salah satu solusi yang beri dampak ekonomi ke masyarakat,  tidak hanya melarang saja,” tuntasnya. (arf)

Baca Juga :  Bupati Hadiri Deklarasi ODF 5 Desa

Most Read

Artikel Terbaru

/