alexametrics
25 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Belajar Tatap Muka Terbatas

PUTUSSIBAU-Akibat dari pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir, lebih dari satu tahun proses belajar mengajar di sekolah atau tatap muka vakum. Tak terkecuali di Kabupaten Kapuas Hulu. Namun bulan Agustus 2021 merupakan kabar baik bagi para siswa dan orang tua yang merindukan proses belajar mengajar berlangsung normal seperti biasa.

Kendati pemerintah mulai memberi kelonggaran untuk proses tatap muka, sejumlah catatan penting yang berkaitan dengan protokol kesehatan (Prokes) harus dipatuhi dan dilaksanakan setiap satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu Petrus Kusnadi, S.Sos.,M.Si menyampaikan, pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu telah memutuskan untuk memulai kembali Belajar Tatap Muka Terbatas di sekolah yang dimulai pada 19 Agustus 2021, berdasarkan Surat Edaran Nomor : 420/ 877 /DPB/SET-C tentang pelaksanaan pembelajaran tatap muka masa transisi dan kebiasaan baru jenjang PAUD (TK/RA, BA, KB), dan Pendidikan Dasar (SD/MI dan

SMP/MTs) Tahun Pelajaran 2021/2022 di Kabupaten Kapuas Hulu.

Dalam surat edaran tersebut setiap Satuan Pendidikan harus berpedoman pada panduan yang sudah diatur, sebagaimana Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Nomor 421/3763/DIKBUD_C tentang Himbauan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada 13 Agustus 2021. Kemudian berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan oleh BLC Satuan Tugas Covid-19 Nasional tanggal 3 Agustus 2021 tentang Kategori Risiko Kenaikan Kasus Covid-19, Kabupaten Kapuas Hulu  berada pada zona Kuning.

“Ketika sudah dimulai belajar tatap muka, dalam ketentuan tersebut diwajibkan Kepala Satuan Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini (TK/RA, BA,KB), dan Pendidikan Dasar (SD/MI dan SMP/MTs) wajib mengisi dan/atau memperbaharui daftar periksa pada laman Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama untuk menentukan kesiapan satuan pendidikan menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Tahun Pelajaran 2021/2022,” terang Kusnadi.

Baca Juga :  Didesak Belajar Tatap Muka, Sekolah di Bawah Kemenag

Kemudian tambah Kusnadi, dalam penerapan tatap muka di sekolah, secara teknis Kepala Satuan Pendidikan wajib memenuhi daftar periksa yaitu tempat cuci tangan didalam/luar kelas atau di depan masing-masing kelas, tersedianya sabun pembersih tangan disetiap tempat cuci tangan atau hand sanitizer,  masker untuk peserta didik dan guru, thermogun (pengukur suhu tubuh tembak) pembasmi kuman (disinfectant) dan toilet bersih.

Selain itu kata Kusnadi, dalam Surat Edaran juga disampaikan tentang akses pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, klinik, Rumah Sakit, atau lainnya,  adanya persetujuan dari orang tua/wali peserta didik dan komite sekolah, tanda jaga jarak 1,5 meter dan berisi maksimal 18 peserta didik per kelas, tanda jaga jarak di tempat cuci tangan, tanda jaga jarak di tempat parkir sekolah dan tanda area wajib masker di sekolah.

Ditambahkan Kusnadi, pembelajaran Tatap Muka Terbatas di satuan pendidikan dilaksanakan melalui 2 (dua) fase yakni masa Transisi, yang berlangsung selama 2 (dua) bulan sejak dimulainya pembelajaran tatap muka terbatas, kemudian masa kebiasaan baru

Setelah masa transisi selesai maka Pembelajaran tatap muka terbatas memasuki masa kebiasaan baru. “Dalam Surat Edaran itu juga untuk Sekolah dan Madrasah berasrama dapat membuka asrama dan melakukan Pembelajaran tatap muka terbatas di satuan pendidikan secara bertahap. Bagi satuan pendidikan yang sudah memulai Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, orang tua/wali peserta didik tetap dapat memilih untuk melanjutkan pembelajaran jarak jauh bagi anaknya,” jelas Kusnadi.

Baca Juga :  Rumah Sakit Jangan Ambil Risiko

Kemudian sambung dia, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Hulu, sesuai dengan kewenangannya, dan/atau Kepala Satuan Pendidikan dapat memberhentikan sementara Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di satuan pendidikan dan melakukan pembelajaran jarak jauh apabila ditemukan kasus konfirmasi COVID-19 di satuan pendidikan.

Lebih lanjut Kusnadi menambahkan, masih banyak ketentuan yang tertuang dalam Surat Edaran tersebut yang sudah disampaikan kepada seluruh Satuan Pendidikan yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu. Oleh karenanya, Kusnadi menekankan secara teknis pihak satuan pendidikan dalam menyelenggarakan belajar tatap muka dapat berpedoman pada ketentuan yang sudah diatur dalam Surat Edaran tersebut.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu sesuai dengan kewenangannya

akan memantau kesiapan satuan pendidikan yang akan melaksanakan tatap muka masa

transisi. Satuan pendidikan yang belum melaksanakan tatap muka pada masa transisi maka diwajibkan melaksanakan proses belajar jarak jauh (daring/luring). Pelaksanaan pembelajaran tatap muka transisi sewaktu – dapat berubah menjadi Pembelajaran Jarak Jauh sesuai dengan kondisi yang ada,” pungkas Kusnadi. (dRe)

PUTUSSIBAU-Akibat dari pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir, lebih dari satu tahun proses belajar mengajar di sekolah atau tatap muka vakum. Tak terkecuali di Kabupaten Kapuas Hulu. Namun bulan Agustus 2021 merupakan kabar baik bagi para siswa dan orang tua yang merindukan proses belajar mengajar berlangsung normal seperti biasa.

Kendati pemerintah mulai memberi kelonggaran untuk proses tatap muka, sejumlah catatan penting yang berkaitan dengan protokol kesehatan (Prokes) harus dipatuhi dan dilaksanakan setiap satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu Petrus Kusnadi, S.Sos.,M.Si menyampaikan, pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu telah memutuskan untuk memulai kembali Belajar Tatap Muka Terbatas di sekolah yang dimulai pada 19 Agustus 2021, berdasarkan Surat Edaran Nomor : 420/ 877 /DPB/SET-C tentang pelaksanaan pembelajaran tatap muka masa transisi dan kebiasaan baru jenjang PAUD (TK/RA, BA, KB), dan Pendidikan Dasar (SD/MI dan

SMP/MTs) Tahun Pelajaran 2021/2022 di Kabupaten Kapuas Hulu.

Dalam surat edaran tersebut setiap Satuan Pendidikan harus berpedoman pada panduan yang sudah diatur, sebagaimana Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Nomor 421/3763/DIKBUD_C tentang Himbauan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada 13 Agustus 2021. Kemudian berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan oleh BLC Satuan Tugas Covid-19 Nasional tanggal 3 Agustus 2021 tentang Kategori Risiko Kenaikan Kasus Covid-19, Kabupaten Kapuas Hulu  berada pada zona Kuning.

“Ketika sudah dimulai belajar tatap muka, dalam ketentuan tersebut diwajibkan Kepala Satuan Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini (TK/RA, BA,KB), dan Pendidikan Dasar (SD/MI dan SMP/MTs) wajib mengisi dan/atau memperbaharui daftar periksa pada laman Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama untuk menentukan kesiapan satuan pendidikan menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Tahun Pelajaran 2021/2022,” terang Kusnadi.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kapuas Hulu Terima Penghargaan dari Seven Media

Kemudian tambah Kusnadi, dalam penerapan tatap muka di sekolah, secara teknis Kepala Satuan Pendidikan wajib memenuhi daftar periksa yaitu tempat cuci tangan didalam/luar kelas atau di depan masing-masing kelas, tersedianya sabun pembersih tangan disetiap tempat cuci tangan atau hand sanitizer,  masker untuk peserta didik dan guru, thermogun (pengukur suhu tubuh tembak) pembasmi kuman (disinfectant) dan toilet bersih.

Selain itu kata Kusnadi, dalam Surat Edaran juga disampaikan tentang akses pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, klinik, Rumah Sakit, atau lainnya,  adanya persetujuan dari orang tua/wali peserta didik dan komite sekolah, tanda jaga jarak 1,5 meter dan berisi maksimal 18 peserta didik per kelas, tanda jaga jarak di tempat cuci tangan, tanda jaga jarak di tempat parkir sekolah dan tanda area wajib masker di sekolah.

Ditambahkan Kusnadi, pembelajaran Tatap Muka Terbatas di satuan pendidikan dilaksanakan melalui 2 (dua) fase yakni masa Transisi, yang berlangsung selama 2 (dua) bulan sejak dimulainya pembelajaran tatap muka terbatas, kemudian masa kebiasaan baru

Setelah masa transisi selesai maka Pembelajaran tatap muka terbatas memasuki masa kebiasaan baru. “Dalam Surat Edaran itu juga untuk Sekolah dan Madrasah berasrama dapat membuka asrama dan melakukan Pembelajaran tatap muka terbatas di satuan pendidikan secara bertahap. Bagi satuan pendidikan yang sudah memulai Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, orang tua/wali peserta didik tetap dapat memilih untuk melanjutkan pembelajaran jarak jauh bagi anaknya,” jelas Kusnadi.

Baca Juga :  Rumah Sakit Jangan Ambil Risiko

Kemudian sambung dia, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Hulu, sesuai dengan kewenangannya, dan/atau Kepala Satuan Pendidikan dapat memberhentikan sementara Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di satuan pendidikan dan melakukan pembelajaran jarak jauh apabila ditemukan kasus konfirmasi COVID-19 di satuan pendidikan.

Lebih lanjut Kusnadi menambahkan, masih banyak ketentuan yang tertuang dalam Surat Edaran tersebut yang sudah disampaikan kepada seluruh Satuan Pendidikan yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu. Oleh karenanya, Kusnadi menekankan secara teknis pihak satuan pendidikan dalam menyelenggarakan belajar tatap muka dapat berpedoman pada ketentuan yang sudah diatur dalam Surat Edaran tersebut.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu sesuai dengan kewenangannya

akan memantau kesiapan satuan pendidikan yang akan melaksanakan tatap muka masa

transisi. Satuan pendidikan yang belum melaksanakan tatap muka pada masa transisi maka diwajibkan melaksanakan proses belajar jarak jauh (daring/luring). Pelaksanaan pembelajaran tatap muka transisi sewaktu – dapat berubah menjadi Pembelajaran Jarak Jauh sesuai dengan kondisi yang ada,” pungkas Kusnadi. (dRe)

Most Read

Bupati Berharap Usulan Diterima Pusat

Guru Pendidik Generasi Z

Puskesmas Bagikan Masker

Potensi Besar Zakat di Sambas

Artikel Terbaru

/