alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Baru 172.278 Jiwa Terdaftar di BPJS

Pemkab Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

PUTUSSIBAU – Dari keseluruhan jumlah penduduk Kabupaten Kapuas Hulu, ternyata baru 172.278 jiwa yang terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hal tersebut diungkapkan Sutanto, kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu, usai penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu dengan BPJS Kapuas Hulu Cabang Sintang, belum lama ini.

“Hingga hari ini baru ada 172.278 jiwa yang terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan,” ucapnya. Lebih lanjut Sutanto menjelaskan, perjanjian kerja sama ini meliputi pendaftaran peserta JKN  bagi masyarakat wilayah Kapuas Hulu menjadi peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) BPJS JKN. Mereka ini, menurut dia, tersebar pada PBI APBD sebanyak 8.444 jiwa, PBI APBN (111.309 jiwa), dan PBI Mandiri, 6.272 jiwa.

Baca Juga :  Danrem Minta Anggotanya Jaga Kesehatan

Dalam kesempatan tersebut dia mengimbau kepada pihak-pihak terkait serius memberikan pelayanan JKN. Baik yang mandiri maupun yang dibiayai oleh pemerintah, diminta dia agar dilayani dengan sebaik mungkin dan jangan dibeda-bedakan.

“Kita mau semua pelayanan kesehatan itu sama, tanpa perbedaan. Yang beda itu hanya kelasnya saja,” ujar Sutanto saat ditemui di ruangannya, kemarin.

Darmawan, warga Putussibau menyambut baik jika Dinkes kembali melakukan kerja sama dengan BPJS Kesehatan. “Namun kita berharap pelayanan BPJS Kesehatan agar terus ditingkatkan. Apalagi wacananya nanti tarif iuran perbulan bakal naik,” katanya.

Untuk itu dirinya berharap, meski nantinya iuran naik, perbaikan pelayanan tetap harus diutamakan. Menurutnya, iuran perbulan BPJS Kesehatan boleh saja dinaikkan, namun dengan diimbangi pelayanan yang maksimal bagi pesertanya.

Baca Juga :  Seorang Pelajar Disetubuhi di Kebun

“Jangan sampai kesannya kita pakai BPJS, tapi seperti dipandang sebelah mata. Misalnya ketika dirawat, dokternya jarang visit atau obat-obatannya kurang paten. Ya, hal-hal seperti itu diperbaikilah idealnya,” harap Darmawan. (arf)

Pemkab Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

PUTUSSIBAU – Dari keseluruhan jumlah penduduk Kabupaten Kapuas Hulu, ternyata baru 172.278 jiwa yang terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hal tersebut diungkapkan Sutanto, kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu, usai penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu dengan BPJS Kapuas Hulu Cabang Sintang, belum lama ini.

“Hingga hari ini baru ada 172.278 jiwa yang terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan,” ucapnya. Lebih lanjut Sutanto menjelaskan, perjanjian kerja sama ini meliputi pendaftaran peserta JKN  bagi masyarakat wilayah Kapuas Hulu menjadi peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) BPJS JKN. Mereka ini, menurut dia, tersebar pada PBI APBD sebanyak 8.444 jiwa, PBI APBN (111.309 jiwa), dan PBI Mandiri, 6.272 jiwa.

Baca Juga :  Sentarum Masuk 15 Danau Prioritas Nasional

Dalam kesempatan tersebut dia mengimbau kepada pihak-pihak terkait serius memberikan pelayanan JKN. Baik yang mandiri maupun yang dibiayai oleh pemerintah, diminta dia agar dilayani dengan sebaik mungkin dan jangan dibeda-bedakan.

“Kita mau semua pelayanan kesehatan itu sama, tanpa perbedaan. Yang beda itu hanya kelasnya saja,” ujar Sutanto saat ditemui di ruangannya, kemarin.

Darmawan, warga Putussibau menyambut baik jika Dinkes kembali melakukan kerja sama dengan BPJS Kesehatan. “Namun kita berharap pelayanan BPJS Kesehatan agar terus ditingkatkan. Apalagi wacananya nanti tarif iuran perbulan bakal naik,” katanya.

Untuk itu dirinya berharap, meski nantinya iuran naik, perbaikan pelayanan tetap harus diutamakan. Menurutnya, iuran perbulan BPJS Kesehatan boleh saja dinaikkan, namun dengan diimbangi pelayanan yang maksimal bagi pesertanya.

Baca Juga :  Banjir Terjang Empat Daerah di Kalbar, Akses Jalan Nasional Terputus

“Jangan sampai kesannya kita pakai BPJS, tapi seperti dipandang sebelah mata. Misalnya ketika dirawat, dokternya jarang visit atau obat-obatannya kurang paten. Ya, hal-hal seperti itu diperbaikilah idealnya,” harap Darmawan. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/