alexametrics
33.9 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Pusat Jajaki Kampung Budidaya Ikan Semah

PUTUSSIBAU-Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menyambut baik program Kementerian Kelautan dan Perikanan RI tentang pengembangan ikan endemik berbasis lokal, salah satunya budidaya ikan semah. Hal ini disampaikan Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, ketika menerima audensi dari Kepala Balai Perikanan Air Tawar Mandiangin Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat dan Kepala Dinas Perikanan Kapuas Hulu di Ruangan kerja Kantor Bupati (16/4)

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyampaikan habitat ikan semah  terdapat dibeberapa daerah di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Salah satunya di hulu sungai Mendalam, keberadaan ikan semah masih lumayan banyak. Sebagai tanah kelahiran, saya sangat hafal dengan daerah tersebut dan sangat dimungkinkan untuk dikembangkan ikan semah,” terang Fransiskus Diaan.

Menurut Bupati, bertahannya populasi habitat ikan semah di hulu sungai Mendalam karena di daerah tersebut aman dari aktivitas yang berpotensi mencemar lingkungan sungai.

“Di lokasi tersebut masih alami tidak ada penambang tanpa ijin, tidak ada penyentruman karena kearifan lokal masih berperan. Sehingga kawasan perhuluan sungai mendalam masih sangat potensial untuk di kembangkan sebagai kampung budidaya ikan semah,” jelas Bupati.

Oleh karenanya, Bupati berharap hulu sungai Mendalam tersebut jug dapat di survey, sehingga semua spot-spot ikan semah yang tersebar di perhuluan sungai dapat teridentifikasi untuk kembangkan.

Baca Juga :  Tim PHP2D Universitas Nahdlatul Ulama Gelar Kegiatan Budidaya Jamur Tiram di Desa Betuah Kubu Raya

Bupati menambahkan, selain di aliran hulu sungai Mendalam, beberapa daerah juga bisa menjadi spot-spot untuk pembibitan dan pembenihan ikan semah seperti di perhuluan sungai Kalis, Hulu Kapuas, Sungai Embaloh dan sungai – sungai lainnya di Kapuas Hulu.

“Pada prinsipnya selaku Kepala Pemerintah Daerah, saya sangat mendukung program ini. Karena sangat bermanfaat bagi masyarakat dan sangat berpotensi untuk meningkatkan retribusi bagi Pemerintah Kapuas Hulu,” kata Bupati.

Bupati F. Diaan optimis budidaya ikan semah sangat dimungkinkan, karena ditunjang oleh keanekaragaman tumbuh – tumbuhan yang hidup dan berbuah ditepi sungai, sehingga suplai pakan alaminya banyak tersedia.

“Oleh karena itu saya menyatakan sangat mendukung dan siap membantu terwujudnya kampung budidaya ikan semah tersebut,” tegas Bupati.

Untuk itu Bupati meminta Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu segera mempersiapkan segala sesuatunya, terutama berkaitan dengan dokumen-dokumen legalitas yang dibutuhkan termasuk persiapan dan pelaksanaan penandatanganan MoU antara Bupati dan Pihak Kementerian Kelautan Dan Perikanan.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Perikanan Provinsi Kalbar, Herty Herawati mengungkapkan, Kapuas Hulu memang memiliki potensi ikan semah dan itu tidak ada di daerah lain. Untuk itu, Herawati mengusulkan pengembangan kampung semah di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Program yang direncanakan pada tahun 2021 tersebut akan mulai dikerjakan pada tahun ini dengan melakukan identifikasi terlebih dahulu terhadap lokasi yang akan dilaksanakan,” jelas Herawati.

Baca Juga :  Gelar Razia Penegakan Prokes, Sasar Warung Kopi

Nantinya sambung Herawati, kawasan kampung budidaya ikan semah ini, tidak hanya berada disatu titik, namun  bisa di lokasi lain yang potensial. “Untuk lokasi pembenihan pada tingkat awal program ini akan kita bangun instalasinya di Tanjung Lasa, Kecamatan Putussibau Utara. Hal ini atas pertimbangan karena kelompok pembudidayanya sudah siap,” jelasnya.

Ikan yang dengan harga bisa mencapai satu juta per kilo tersebut menurut Herawati harus cepat diselamatkan dengan sistem budidaya. Untuk itu ia berpesan agar masyarakat bisa menjaga kelestarian populasi ikan semah itu, dengan memperketat keluarnya induk ikan semah dari daerah Kapuas Hulu.

“Justru yang kita harapkan adalah suatu produk  ikan semah segar atau beku yang sesuai standard itu yang kita  jual keluar Kapuas Hulu, Sehingga keberadaan ikan asli tersebut bisa terjaga,” pesannya.

Ditambahkan Herawati, ikan Semah memiliki ciri rasa yang khas. Kekhasasan rasa ikan semah Kapuas Hulu menurut ahli kuliner di Pontianak adalah dari aroma dagingnya yang apabila sudah di masak beraroma bunga. “Dan ini hanya terjadi pada ikan yang di tangkap atau dibudidaya di habitat aslinya,” pungkas Herawati.(dRe/rilis Hms)

PUTUSSIBAU-Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menyambut baik program Kementerian Kelautan dan Perikanan RI tentang pengembangan ikan endemik berbasis lokal, salah satunya budidaya ikan semah. Hal ini disampaikan Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, ketika menerima audensi dari Kepala Balai Perikanan Air Tawar Mandiangin Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat dan Kepala Dinas Perikanan Kapuas Hulu di Ruangan kerja Kantor Bupati (16/4)

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyampaikan habitat ikan semah  terdapat dibeberapa daerah di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Salah satunya di hulu sungai Mendalam, keberadaan ikan semah masih lumayan banyak. Sebagai tanah kelahiran, saya sangat hafal dengan daerah tersebut dan sangat dimungkinkan untuk dikembangkan ikan semah,” terang Fransiskus Diaan.

Menurut Bupati, bertahannya populasi habitat ikan semah di hulu sungai Mendalam karena di daerah tersebut aman dari aktivitas yang berpotensi mencemar lingkungan sungai.

“Di lokasi tersebut masih alami tidak ada penambang tanpa ijin, tidak ada penyentruman karena kearifan lokal masih berperan. Sehingga kawasan perhuluan sungai mendalam masih sangat potensial untuk di kembangkan sebagai kampung budidaya ikan semah,” jelas Bupati.

Oleh karenanya, Bupati berharap hulu sungai Mendalam tersebut jug dapat di survey, sehingga semua spot-spot ikan semah yang tersebar di perhuluan sungai dapat teridentifikasi untuk kembangkan.

Baca Juga :  Karantina Kesehatan Perketat Prokes PLBN Badau

Bupati menambahkan, selain di aliran hulu sungai Mendalam, beberapa daerah juga bisa menjadi spot-spot untuk pembibitan dan pembenihan ikan semah seperti di perhuluan sungai Kalis, Hulu Kapuas, Sungai Embaloh dan sungai – sungai lainnya di Kapuas Hulu.

“Pada prinsipnya selaku Kepala Pemerintah Daerah, saya sangat mendukung program ini. Karena sangat bermanfaat bagi masyarakat dan sangat berpotensi untuk meningkatkan retribusi bagi Pemerintah Kapuas Hulu,” kata Bupati.

Bupati F. Diaan optimis budidaya ikan semah sangat dimungkinkan, karena ditunjang oleh keanekaragaman tumbuh – tumbuhan yang hidup dan berbuah ditepi sungai, sehingga suplai pakan alaminya banyak tersedia.

“Oleh karena itu saya menyatakan sangat mendukung dan siap membantu terwujudnya kampung budidaya ikan semah tersebut,” tegas Bupati.

Untuk itu Bupati meminta Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu segera mempersiapkan segala sesuatunya, terutama berkaitan dengan dokumen-dokumen legalitas yang dibutuhkan termasuk persiapan dan pelaksanaan penandatanganan MoU antara Bupati dan Pihak Kementerian Kelautan Dan Perikanan.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Perikanan Provinsi Kalbar, Herty Herawati mengungkapkan, Kapuas Hulu memang memiliki potensi ikan semah dan itu tidak ada di daerah lain. Untuk itu, Herawati mengusulkan pengembangan kampung semah di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Program yang direncanakan pada tahun 2021 tersebut akan mulai dikerjakan pada tahun ini dengan melakukan identifikasi terlebih dahulu terhadap lokasi yang akan dilaksanakan,” jelas Herawati.

Baca Juga :  Tanam Padi dan Panen Benih Ikan di Antan Rayan

Nantinya sambung Herawati, kawasan kampung budidaya ikan semah ini, tidak hanya berada disatu titik, namun  bisa di lokasi lain yang potensial. “Untuk lokasi pembenihan pada tingkat awal program ini akan kita bangun instalasinya di Tanjung Lasa, Kecamatan Putussibau Utara. Hal ini atas pertimbangan karena kelompok pembudidayanya sudah siap,” jelasnya.

Ikan yang dengan harga bisa mencapai satu juta per kilo tersebut menurut Herawati harus cepat diselamatkan dengan sistem budidaya. Untuk itu ia berpesan agar masyarakat bisa menjaga kelestarian populasi ikan semah itu, dengan memperketat keluarnya induk ikan semah dari daerah Kapuas Hulu.

“Justru yang kita harapkan adalah suatu produk  ikan semah segar atau beku yang sesuai standard itu yang kita  jual keluar Kapuas Hulu, Sehingga keberadaan ikan asli tersebut bisa terjaga,” pesannya.

Ditambahkan Herawati, ikan Semah memiliki ciri rasa yang khas. Kekhasasan rasa ikan semah Kapuas Hulu menurut ahli kuliner di Pontianak adalah dari aroma dagingnya yang apabila sudah di masak beraroma bunga. “Dan ini hanya terjadi pada ikan yang di tangkap atau dibudidaya di habitat aslinya,” pungkas Herawati.(dRe/rilis Hms)

Most Read

Artikel Terbaru

/