alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

Akui Kendala Tangani Banjir

KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu Gunawan menyampaikan bahwa pihaknya mengalami sedikit kendala dalam penanganan bencana banjir yang sempat melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, beberapa waktu lalu.

“Di lapangan itu memang banyak kendala, di antaranya terkait jumlah personel, anggaran darurat siap pakai, dan informasi berkaitan dengan data yang terdampak banjir saat itu,” kata Gunawan. Saat ini mereka hanya memiliki dua unit bus, dengan total personel hanya 41 orang, termasuk tenaga kontrak. “Untuk personel kita ada 24 orang, ditambahkan tenaga kontrak 17 orang,” tutur Gunawan.

Untuk itu Gunawan berharap ke depan mereka ditopang dengan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk jumlah personel. Dengan demikian, harapan dia, ketika terjadi bencana darurat bisa dilaksanakan tindakan yang maksimal.

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Dogom Permai Rampung

Lebih lanjut Gunawan menyampaikan, berkaitan dengan informasi cuaca ekstrem dan sebagainya, mereka selalu berkoordinasi dengan BMKG, sehingga selalu diingatkan sejak dini tentang laporan cuaca dari BMKG, melalui surat yang sampaikan kepada camat maupun desa di Kabupaten Kapuas Hulu. “Ke depan minimal ada satu personel BPBD di kecamatan maupun di desa, namun yaitu kita perlu penambahan personil,” katanya.

Dikatakan Gunawan, dalam menghadapi musibah atau bencana di suatu daerah, BPBD tidak bisa bekerja sendiri, namun perlu peran aktif desa juga sangat dibutuhkan. Misalkan, kata Gunawan, terkait pemberian bantuan dengan cepat tanggap kepada masyarakat yang terdampak.

“Desa itu punya anggaran. Desa diperbolehkan menggunakan belanja tidak terduga (BTT), sehingga sambil menunggu proses bantuan dari pihak kami, desa bisa lebih cepat, sehingga tidak terlalu ribet harus menunggu kami,” kata Gunawan.

Baca Juga :  Dokter Ismawan Surati Presiden

Gunawan mengungkapkan bahwa anggaran BPBD siap disalurkan. Akan tetapi pihaknya harus menunggu data dari kecamatan dan desa berkaitan dengan masyarakat yang terdampak, sehingga baru bisa memberikan bantuan secara cepat. “Data sangat penting, agar bantuan tepat sasaran,” kata Gunawan.

Gunawan menegaskan bahwa pihaknya tidak melempar tanggung jawab, tapi menghadapi bencana ini harus dilakukan bersama-sama dan bergandengan tangan, termasuk dengan OPD lainya yang secara teknis lainya. (dRe)

KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu Gunawan menyampaikan bahwa pihaknya mengalami sedikit kendala dalam penanganan bencana banjir yang sempat melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, beberapa waktu lalu.

“Di lapangan itu memang banyak kendala, di antaranya terkait jumlah personel, anggaran darurat siap pakai, dan informasi berkaitan dengan data yang terdampak banjir saat itu,” kata Gunawan. Saat ini mereka hanya memiliki dua unit bus, dengan total personel hanya 41 orang, termasuk tenaga kontrak. “Untuk personel kita ada 24 orang, ditambahkan tenaga kontrak 17 orang,” tutur Gunawan.

Untuk itu Gunawan berharap ke depan mereka ditopang dengan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk jumlah personel. Dengan demikian, harapan dia, ketika terjadi bencana darurat bisa dilaksanakan tindakan yang maksimal.

Baca Juga :  Dandim: Apapun Risikonya, Kita Hadapi Bersama-sama

Lebih lanjut Gunawan menyampaikan, berkaitan dengan informasi cuaca ekstrem dan sebagainya, mereka selalu berkoordinasi dengan BMKG, sehingga selalu diingatkan sejak dini tentang laporan cuaca dari BMKG, melalui surat yang sampaikan kepada camat maupun desa di Kabupaten Kapuas Hulu. “Ke depan minimal ada satu personel BPBD di kecamatan maupun di desa, namun yaitu kita perlu penambahan personil,” katanya.

Dikatakan Gunawan, dalam menghadapi musibah atau bencana di suatu daerah, BPBD tidak bisa bekerja sendiri, namun perlu peran aktif desa juga sangat dibutuhkan. Misalkan, kata Gunawan, terkait pemberian bantuan dengan cepat tanggap kepada masyarakat yang terdampak.

“Desa itu punya anggaran. Desa diperbolehkan menggunakan belanja tidak terduga (BTT), sehingga sambil menunggu proses bantuan dari pihak kami, desa bisa lebih cepat, sehingga tidak terlalu ribet harus menunggu kami,” kata Gunawan.

Baca Juga :  Bubarkan Paksa Berkerumun Malam Tahun Baru

Gunawan mengungkapkan bahwa anggaran BPBD siap disalurkan. Akan tetapi pihaknya harus menunggu data dari kecamatan dan desa berkaitan dengan masyarakat yang terdampak, sehingga baru bisa memberikan bantuan secara cepat. “Data sangat penting, agar bantuan tepat sasaran,” kata Gunawan.

Gunawan menegaskan bahwa pihaknya tidak melempar tanggung jawab, tapi menghadapi bencana ini harus dilakukan bersama-sama dan bergandengan tangan, termasuk dengan OPD lainya yang secara teknis lainya. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/