alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Fransiskus Diaan-Wahyudi Pimpin Kapuas Hulu

Proses Pilkada Sekadau Berlanjut ke MK

PUTUSSIBAU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kapuas Hulu menetapkan pasangan Fransiskus Diaan-Wahyudi Hidayat sebagai Bupati-Wakil Bupati Kapuas Hulu Terpilih Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu. Penetapan tersebut dilakukan melalui rapat pleno terbuka di Gedung DPRD Kapuas Hulu, Jumat (22/1).

Ketua KPU Kapuas Hulu, Ahmad Yani menyampaikan, penetapan paslon terpilih ini setelah adanya Surat MK (Mahkamah Konstitusi) dan Surat KPU RI.  “Surat keluar dan kami terima tanggal 20 kemarin. Aturannya paling lama lima hari setelah keluar surat harus diadakan penetapan. Karena tidak ada sengketa, jadi kita tetapkan,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Yani, Paslon Nomor Urut 3, Fransiskus Diaan dan Wahyudi Hidayat ditetapkan sebagai pemenang dengan memperoleh 45,10 persen dari suara sah hasil pilkada 2020. Perolehan suaranya sebanyak 66.159 suara. “Dengan penetapan ini tugas KPU untuk Pilkada Kapuas Hulu tahun 2020 telah selesai,” ucap Yani. Ia mengaku bersyukur karena seluruh tahapan Pilkada 2020 berjalan lancar.

Baca Juga :  PLBN Badau Siap Dibuka Kembali

Rapat pleno terbuka di Gedung DPRD Kapuas Hulu ini dihadiri lengkap oleh Ketua dan Anggota KPU Kapuas Hulu, jajaran Forkopimda dan Bawaslu setempat serta Perwakilan Parpol.

Sementara itu, Ketua KPU Kalbar, Ramdan menyebutkan, enam kabupaten di Kalbar yang melaksanakan pilkada serentak dipastikan dapat langsung menetapkan pemenang. Sementara untuk Kabupaten Sekadau, hasil pilkada belum dapat ditetapkan karena sedang disengketakan. Prosesnya masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi..

“Khusus Kabupaten Sekadau, BRPK (Buku Registrasi Perkara Konstitusi) dilanjutkan dengan jadwal persidangan di Mahkamah Konstitusi. Artinya penetapan pasangan calon terpilih menunggu adanya keputusan inkracht di Mahkamah Konstitusi,” ungkap Ramdan.

Menurutnya, karena perkara sengketa pilkada Kabupaten Sekadau sudah teregistrasi di persidangan MK di Jakarta maka KPU sebagai pihak tergugat akan mengikuti aturan main yang berlaku.  Persidangan perdana dijadwalkan akan digelar pada 27 Januari 2020 mendatang.

Baca Juga :  Pleno Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang Usai

“Apakah datang hadir di sana dengan menyiapkan berkas dan saksi-saksi atau melalui daring atau online berhubung masih pandemi Covid-19, kami masih menunggu,” ujarnya.,” ucap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPU Sekadau telah menetapkan hasil perolehan suara pasangan nomor urut 01, Aron-Subandrio memperoleh 58.023 suara atau 50,8 persen. Sementara pasangan nomor urut 02, Rupinus-Aloysius memperoleh 56.497 suara atau 49,2 persen. Namun, tim kuasa hukum pasangan nomor urut 02, Rupinus-Aloysius menyampaikan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. (dre/den)

Proses Pilkada Sekadau Berlanjut ke MK

PUTUSSIBAU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kapuas Hulu menetapkan pasangan Fransiskus Diaan-Wahyudi Hidayat sebagai Bupati-Wakil Bupati Kapuas Hulu Terpilih Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu. Penetapan tersebut dilakukan melalui rapat pleno terbuka di Gedung DPRD Kapuas Hulu, Jumat (22/1).

Ketua KPU Kapuas Hulu, Ahmad Yani menyampaikan, penetapan paslon terpilih ini setelah adanya Surat MK (Mahkamah Konstitusi) dan Surat KPU RI.  “Surat keluar dan kami terima tanggal 20 kemarin. Aturannya paling lama lima hari setelah keluar surat harus diadakan penetapan. Karena tidak ada sengketa, jadi kita tetapkan,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Yani, Paslon Nomor Urut 3, Fransiskus Diaan dan Wahyudi Hidayat ditetapkan sebagai pemenang dengan memperoleh 45,10 persen dari suara sah hasil pilkada 2020. Perolehan suaranya sebanyak 66.159 suara. “Dengan penetapan ini tugas KPU untuk Pilkada Kapuas Hulu tahun 2020 telah selesai,” ucap Yani. Ia mengaku bersyukur karena seluruh tahapan Pilkada 2020 berjalan lancar.

Baca Juga :  TNI – Polri Bantu Salurkan Sembako

Rapat pleno terbuka di Gedung DPRD Kapuas Hulu ini dihadiri lengkap oleh Ketua dan Anggota KPU Kapuas Hulu, jajaran Forkopimda dan Bawaslu setempat serta Perwakilan Parpol.

Sementara itu, Ketua KPU Kalbar, Ramdan menyebutkan, enam kabupaten di Kalbar yang melaksanakan pilkada serentak dipastikan dapat langsung menetapkan pemenang. Sementara untuk Kabupaten Sekadau, hasil pilkada belum dapat ditetapkan karena sedang disengketakan. Prosesnya masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi..

“Khusus Kabupaten Sekadau, BRPK (Buku Registrasi Perkara Konstitusi) dilanjutkan dengan jadwal persidangan di Mahkamah Konstitusi. Artinya penetapan pasangan calon terpilih menunggu adanya keputusan inkracht di Mahkamah Konstitusi,” ungkap Ramdan.

Menurutnya, karena perkara sengketa pilkada Kabupaten Sekadau sudah teregistrasi di persidangan MK di Jakarta maka KPU sebagai pihak tergugat akan mengikuti aturan main yang berlaku.  Persidangan perdana dijadwalkan akan digelar pada 27 Januari 2020 mendatang.

Baca Juga :  Tantangan Pandemi, Ajak Pelaku UKM Berinovasi

“Apakah datang hadir di sana dengan menyiapkan berkas dan saksi-saksi atau melalui daring atau online berhubung masih pandemi Covid-19, kami masih menunggu,” ujarnya.,” ucap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPU Sekadau telah menetapkan hasil perolehan suara pasangan nomor urut 01, Aron-Subandrio memperoleh 58.023 suara atau 50,8 persen. Sementara pasangan nomor urut 02, Rupinus-Aloysius memperoleh 56.497 suara atau 49,2 persen. Namun, tim kuasa hukum pasangan nomor urut 02, Rupinus-Aloysius menyampaikan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. (dre/den)

Most Read

Artikel Terbaru

/