alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Pengembangan Ekonomi Hijau

PUTUSSIBAU-Sebagai kabupaten konservasi, Kapuas Hulu juga telah ditetapkan sebagai cagar biosfer. Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah H. Mohd Zaini mewakili Bupati Kapuas Hulu membuka acara lokakarya Pelatihan  Ekonomi Hijau yang diselenggarakan GIZ di Aula kantor Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (21/4).

Sebagai cagar biosfer kata Sekda, Kapuas Hulu memiliki zona inti yakni dua taman nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum yang sangat kaya dengan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.

Menurut sekda dengan adanya kekayaan ekologis ini seharusnya dapat memberikan manfaat, bagi kehidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Karena konsep ekonomi hijau bukanlah sebuah konsep baru di Kapuas Hulu ini.

Baca Juga :  Bangunan Pujaserah Siap Difungsikan

“Tetapi keahlian dan keterampilan lokal perlu di kembangkan dan di utamakan, sehingga dapat mewujudkan konsep ini agar menjadi  kenyataan melalui lokakarya pelatihan ini,” kata Sekda.

Dengan demikian, pengembangan ekonomi hijau yang di harapkan dapat diwujudkan dan ditingkatakn untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu, menuju Kapuas Hulu HEBAT.

“Kegiatan pada hari ini merupakan kegiatan lanjutan yang diadakan pada bulan Februari dan terus akan berlanjut dua hari kedepan sebagai mana di sampaikan oleh ketua GIZ,” jelas Sekda.

Oleh karenanya, Sekda berharap semoga lokakarya ini dapat meningkatkan kapasitas ekonomi hijau, bagi segenap masyarakat yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu.

Baca Juga :  Pentingnya Profesi Penghulu dan Penyuluh

“Khususnya bagi pelaku usaha kiranya akan dapat mendorong meningkatkan kesadaran masyarakat untuk masyarakat Kapuas Hulu, yang tentunya tidak terlepas dari kerjasama antara Pemerintah dengan GIZ,” pungkas Sekda. (dRe)

PUTUSSIBAU-Sebagai kabupaten konservasi, Kapuas Hulu juga telah ditetapkan sebagai cagar biosfer. Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah H. Mohd Zaini mewakili Bupati Kapuas Hulu membuka acara lokakarya Pelatihan  Ekonomi Hijau yang diselenggarakan GIZ di Aula kantor Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (21/4).

Sebagai cagar biosfer kata Sekda, Kapuas Hulu memiliki zona inti yakni dua taman nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum yang sangat kaya dengan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.

Menurut sekda dengan adanya kekayaan ekologis ini seharusnya dapat memberikan manfaat, bagi kehidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Karena konsep ekonomi hijau bukanlah sebuah konsep baru di Kapuas Hulu ini.

Baca Juga :  Titik Awal untuk Lebih Bersemangat dalam Tugas

“Tetapi keahlian dan keterampilan lokal perlu di kembangkan dan di utamakan, sehingga dapat mewujudkan konsep ini agar menjadi  kenyataan melalui lokakarya pelatihan ini,” kata Sekda.

Dengan demikian, pengembangan ekonomi hijau yang di harapkan dapat diwujudkan dan ditingkatakn untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu, menuju Kapuas Hulu HEBAT.

“Kegiatan pada hari ini merupakan kegiatan lanjutan yang diadakan pada bulan Februari dan terus akan berlanjut dua hari kedepan sebagai mana di sampaikan oleh ketua GIZ,” jelas Sekda.

Oleh karenanya, Sekda berharap semoga lokakarya ini dapat meningkatkan kapasitas ekonomi hijau, bagi segenap masyarakat yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu.

Baca Juga :  Penyaluran Beras di Dua Desa di Kecamatan Kalis

“Khususnya bagi pelaku usaha kiranya akan dapat mendorong meningkatkan kesadaran masyarakat untuk masyarakat Kapuas Hulu, yang tentunya tidak terlepas dari kerjasama antara Pemerintah dengan GIZ,” pungkas Sekda. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/