alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Staf Ahli Men-LHK Kunjungi Pondok Belajar Hutan

PUTUSSIBAU-Konsen dalam upaya peningkatan pelestarian hutan dengan berbagai program yang ada, Desa Mensiau Kecamatan Batang Lupar dan Desa Menua Sadap Kecamatan Embaloh Hulu menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Pada 18 Desember 2020 lalu, Staf Ahli Mentri  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Winarni D. Monoarfa, MS melakukan kunjungan kerja ke pondok belajar hutan Desa Mensiau Kecamatan Batang Lupar sekaligus menyerahkan penghargaan. Kunjungi Desa Mensiau, Staf Ahli Men-LHK didampingi Bupati Kapuas Hulu AM Nasir, Anggota DPD RI Erlinawati dan pejabat terkait lainnya.

Selain itu satu penghargaan dari Yayasan Kehati diberikan kepada Margaretha Mala, warga desa Mensiau terkait KEHATI Award 2020 dalam kategori Tunas Kehati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kapuas Hulu AM Nasir mengatakan pondok belajar desa Mensiau mendapatkan beberapa penghargaan tingkat nasional. Menurutnya hal ini adalah sesuatu yang luar biasa. Prestasi ini, kata Bupati tidak akan dapat tercapai kalo masyarakat tidak kompak, kalo masyarakat tidak mau berkerja ikhlas. “Untuk mendapat kan ini semua tidak gampang, keberhasilan ini berkat kerja keras dan keikhlasan masyarakat,” kata ucap Bupati.

Dikatakan Nasir, Pemda Kapuas Hulu selalu mengevaluasi berbagai kegiatan untuk perubahan Kapuas Hulu yang lebih baik. Ia juga mengingatkan pimpinan OPD, para perangkat desa, ormas maupun kelompok-kelompok yang ada untuk bekerjasama. Pada era keterbukaan informasi saat ini tidak ada alasan untuk tidak mampu bersaing dengan daerah lain. “Hal yang paling penting kita harus mampu berbuat dan ini akan mengangkat harkat dan martabat daerah,” tegas Nasir.

Baca Juga :  Sederhana, Peringatan Harjad Kota Putussibau

Menurut Bupati, banyak hal yang bisa dilakukan berkaitan dengan pengelolaan hutan desa yang ada. Hutan desa di Kapuas Hulu ada yang memperoleh peringkat 1 kampung iklim se-Indonesia. Ini patut menjadi contoh untuk desa yang lain.

“Setiap pekerjaan pasti banyak tantangan tapi ini merupakan buah karya kita semua. Kita baru saja mendapat peringkat 1 kampung iklim,” pungkasnya.

Sementara itu Staf Ahli Mentri LHK Prof. Dr. Ir. Winarni D. Monoarfa, MS mengatakan penghargaan yang didapat hendaknya menjadi motifasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan hutan. Ia pun mengajak masyarakat di Kapuas Hulu untuk terus memperhatikan lingkungan hidup dan kehutanan. “Hal yang sangat diperlukan adalah bagaimana hutan dan lingkungan ini didorong dengan kekuatan masyarakat, khususnya untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan,” kata dia.

Winarni juga mengatakan, Indonesia memang selalu mengagumkan di mata dunia, bahkan dari segi cagar biosfernya. Cagar biosfer merupakan situs yang ditunjuk oleh berbagai negara melalui kerjasama dengan program MAB (Man and the Biosphere) dan UNESCO untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan, berdasarkan pada upaya masyarakat lokal dan ilmu pengetahuan yang handal. “Cagar Biosfer ini merupakan kawasan yang menggambarkan keselarasan hubungan antara pembangunan ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan perlindungan lingkungan, melalui kemitraan antara manusia dan alam, kawasan yang menggembirakan,” ucapnya.

Baca Juga :  Andel Daftar ke Gerindra

Lebih lanjut Winarni menambahkan Cagar biosfer Kapuas Hulu pada tahun 2018 masuk kedalam 190 negara yang diakui dunia Internasional. “Tentunya upaya ini tidak mudah, melalui progam bupati dan diupayakan oleh masyarakat desa, dengan inovasi-inovasi yang luar biasa,” ucap Winarni

Sehingga mampu untuk mengalahkan, desa-desa yang ada di seluruh wilayah Indonesia. “Ini merupakan salah satu desa yang luar biasa hebatnya,” kata dia.

Ada pula hasil tenun mengunakan pewarna alam di Kapuas Hulu. Ada juga tikar bemban yang luar biasa berbagai macam motifnya, serta yang lainya. “Ini keberhasilan masyarakat dalam pengelolaan hutan,” katanya.

Untuk itu Winarni mengajak masyarakat tetap menjaga hutan dan lingkungan yang diberdayakan secara lestari, sehingga menghasilkan untuk pada masyarakat dalam waktu yang lama. “Mari kita rawat dan jaga hutan yang ada,” ajaknya.

Selain itu Staf Ahli Men-LHK ini mengapresiasi kepada kepala daerah dan seluruh pihak terkait, yang sudah memberikan kontribusi dalam pelestarian hutan dan lingkungan di Kapuas Hulu. (dRe)

PUTUSSIBAU-Konsen dalam upaya peningkatan pelestarian hutan dengan berbagai program yang ada, Desa Mensiau Kecamatan Batang Lupar dan Desa Menua Sadap Kecamatan Embaloh Hulu menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Pada 18 Desember 2020 lalu, Staf Ahli Mentri  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Winarni D. Monoarfa, MS melakukan kunjungan kerja ke pondok belajar hutan Desa Mensiau Kecamatan Batang Lupar sekaligus menyerahkan penghargaan. Kunjungi Desa Mensiau, Staf Ahli Men-LHK didampingi Bupati Kapuas Hulu AM Nasir, Anggota DPD RI Erlinawati dan pejabat terkait lainnya.

Selain itu satu penghargaan dari Yayasan Kehati diberikan kepada Margaretha Mala, warga desa Mensiau terkait KEHATI Award 2020 dalam kategori Tunas Kehati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kapuas Hulu AM Nasir mengatakan pondok belajar desa Mensiau mendapatkan beberapa penghargaan tingkat nasional. Menurutnya hal ini adalah sesuatu yang luar biasa. Prestasi ini, kata Bupati tidak akan dapat tercapai kalo masyarakat tidak kompak, kalo masyarakat tidak mau berkerja ikhlas. “Untuk mendapat kan ini semua tidak gampang, keberhasilan ini berkat kerja keras dan keikhlasan masyarakat,” kata ucap Bupati.

Dikatakan Nasir, Pemda Kapuas Hulu selalu mengevaluasi berbagai kegiatan untuk perubahan Kapuas Hulu yang lebih baik. Ia juga mengingatkan pimpinan OPD, para perangkat desa, ormas maupun kelompok-kelompok yang ada untuk bekerjasama. Pada era keterbukaan informasi saat ini tidak ada alasan untuk tidak mampu bersaing dengan daerah lain. “Hal yang paling penting kita harus mampu berbuat dan ini akan mengangkat harkat dan martabat daerah,” tegas Nasir.

Baca Juga :  Evaluasi BOK, Puskesmas Garda Terdepan

Menurut Bupati, banyak hal yang bisa dilakukan berkaitan dengan pengelolaan hutan desa yang ada. Hutan desa di Kapuas Hulu ada yang memperoleh peringkat 1 kampung iklim se-Indonesia. Ini patut menjadi contoh untuk desa yang lain.

“Setiap pekerjaan pasti banyak tantangan tapi ini merupakan buah karya kita semua. Kita baru saja mendapat peringkat 1 kampung iklim,” pungkasnya.

Sementara itu Staf Ahli Mentri LHK Prof. Dr. Ir. Winarni D. Monoarfa, MS mengatakan penghargaan yang didapat hendaknya menjadi motifasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan hutan. Ia pun mengajak masyarakat di Kapuas Hulu untuk terus memperhatikan lingkungan hidup dan kehutanan. “Hal yang sangat diperlukan adalah bagaimana hutan dan lingkungan ini didorong dengan kekuatan masyarakat, khususnya untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan,” kata dia.

Winarni juga mengatakan, Indonesia memang selalu mengagumkan di mata dunia, bahkan dari segi cagar biosfernya. Cagar biosfer merupakan situs yang ditunjuk oleh berbagai negara melalui kerjasama dengan program MAB (Man and the Biosphere) dan UNESCO untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan, berdasarkan pada upaya masyarakat lokal dan ilmu pengetahuan yang handal. “Cagar Biosfer ini merupakan kawasan yang menggambarkan keselarasan hubungan antara pembangunan ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan perlindungan lingkungan, melalui kemitraan antara manusia dan alam, kawasan yang menggembirakan,” ucapnya.

Baca Juga :  Dokter Ismawan Gugat Bupati

Lebih lanjut Winarni menambahkan Cagar biosfer Kapuas Hulu pada tahun 2018 masuk kedalam 190 negara yang diakui dunia Internasional. “Tentunya upaya ini tidak mudah, melalui progam bupati dan diupayakan oleh masyarakat desa, dengan inovasi-inovasi yang luar biasa,” ucap Winarni

Sehingga mampu untuk mengalahkan, desa-desa yang ada di seluruh wilayah Indonesia. “Ini merupakan salah satu desa yang luar biasa hebatnya,” kata dia.

Ada pula hasil tenun mengunakan pewarna alam di Kapuas Hulu. Ada juga tikar bemban yang luar biasa berbagai macam motifnya, serta yang lainya. “Ini keberhasilan masyarakat dalam pengelolaan hutan,” katanya.

Untuk itu Winarni mengajak masyarakat tetap menjaga hutan dan lingkungan yang diberdayakan secara lestari, sehingga menghasilkan untuk pada masyarakat dalam waktu yang lama. “Mari kita rawat dan jaga hutan yang ada,” ajaknya.

Selain itu Staf Ahli Men-LHK ini mengapresiasi kepada kepala daerah dan seluruh pihak terkait, yang sudah memberikan kontribusi dalam pelestarian hutan dan lingkungan di Kapuas Hulu. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/