alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Gugatan Ismawan Masuk Tahap Penyerahan Bukti

PUTUSSIBAU – Sidang gugatan perdata antara dokter Ismawan Adriyanto, seorang dokter umum di pedalaman Kalbar melawan Bupati Kapuas Hulu, Kepala Dinas Kapuas Hulu, dan Kepala Puskesmas Bika, di Pengadilan Negeri Putussibau telah masuk ke tahap pembuktian. Dalam sidang yang digelar pada Selasa (16/3), pihak penggugat mengajukan sejumlah bukti dihadapan majelis hakim. Bukti yang diajukan diantaranya dokumen dan surat menyurat.

“Sidang kemarin kami mengajukan sejumlah bukti, berupa surat, dokumen dan sertifikat,” kata Ismawan kepada Pontianak Post, Rabu (24/3) di Putussibau.

Dalam kesempatan itu, Ismawan mengatakan, Puskesmas Bika saat ini dipimpin oleh seorang asisten apoteker dengan jenjang pendidikan diploma III. Padahal, kata Ismawan, di sana terdapat lima sarjana, dua dokter, dan satu perawat. “Jelas ini aturan Permenkes Nomor 75 tahun 2014 (dilanggar),” kata Ismawan.

Baca Juga :  Ruko akan Dilelang, Nasabah Gugat Pihak Bank

Dalam Permenkes nomor 75 tahun 2014, menyampaikan jika tidak ada sarjana, boleh dipimpin oleh jenjang pendidikan D3 di daerah terpencil.

“Tapi faktanya di puskesmas itu ada lima orang dengan jenjang pendidikan sarjana,” lanjutnya. “Saya tidak tahu apa pertimbangannya. Apakah hanya karena sudah pernah ikut pelatihan manajemen selama 10 hari, sehingga menjadikan patokan boleh menjadi kepala puskesmas,” sambungnya.

Berdasarkan koordinasi dengan Komisi Apartur Sipil Negara (KASN) pada Mei 2019 telah menyampaikan rekomendasi bahwa Kepala Puskesmas harus diganti karena tidak sesuai aturan Permenkes  Nomor 75 tahun 2014. “Namun hingga saat ini  tetap tidak diganti,” sesal dia.

Kuasa hukum Ismawan juga telah menyampaikan alat bukti surat Berita Acara Serah Terima Rumah Negara dengan Nomor: 002/26/BAST/Dinkes/SDK B/2020 pada hari sabtu tanggal 13 Juni 2020. Di mana, selama kliennya dimutasikan ke Puskesmas Bika sejak tahun 2016, yang bersangkutan masih tinggal di Rumdin Putussibau dan pada 10 Agustus 2018  rumdin yang ditempati di Putussibau dibongkar paksa. Pada 1 Agustus 2018 rumah bersalin di lingkungan Puskesmas Bika diubah menjadi rumah dinas dokter.

Baca Juga :  Tak Gentar Hadapi Gugatan Siman Bahar, KPK Yakin Menang Praperadilan

Pada tanggal 13 Juni 2020, baru ada penyerahan rumah dinas di Bika diserahkan secara surat, karena akhir tahun 2020 baru akan direnovasi dan pada tanggal 13 Januari 2021 baru terima kunci rumah dinas tersebut. (arf)

PUTUSSIBAU – Sidang gugatan perdata antara dokter Ismawan Adriyanto, seorang dokter umum di pedalaman Kalbar melawan Bupati Kapuas Hulu, Kepala Dinas Kapuas Hulu, dan Kepala Puskesmas Bika, di Pengadilan Negeri Putussibau telah masuk ke tahap pembuktian. Dalam sidang yang digelar pada Selasa (16/3), pihak penggugat mengajukan sejumlah bukti dihadapan majelis hakim. Bukti yang diajukan diantaranya dokumen dan surat menyurat.

“Sidang kemarin kami mengajukan sejumlah bukti, berupa surat, dokumen dan sertifikat,” kata Ismawan kepada Pontianak Post, Rabu (24/3) di Putussibau.

Dalam kesempatan itu, Ismawan mengatakan, Puskesmas Bika saat ini dipimpin oleh seorang asisten apoteker dengan jenjang pendidikan diploma III. Padahal, kata Ismawan, di sana terdapat lima sarjana, dua dokter, dan satu perawat. “Jelas ini aturan Permenkes Nomor 75 tahun 2014 (dilanggar),” kata Ismawan.

Baca Juga :  Gugatan Dokter Ismawan Masuk Tahap Penyerahan Bukti

Dalam Permenkes nomor 75 tahun 2014, menyampaikan jika tidak ada sarjana, boleh dipimpin oleh jenjang pendidikan D3 di daerah terpencil.

“Tapi faktanya di puskesmas itu ada lima orang dengan jenjang pendidikan sarjana,” lanjutnya. “Saya tidak tahu apa pertimbangannya. Apakah hanya karena sudah pernah ikut pelatihan manajemen selama 10 hari, sehingga menjadikan patokan boleh menjadi kepala puskesmas,” sambungnya.

Berdasarkan koordinasi dengan Komisi Apartur Sipil Negara (KASN) pada Mei 2019 telah menyampaikan rekomendasi bahwa Kepala Puskesmas harus diganti karena tidak sesuai aturan Permenkes  Nomor 75 tahun 2014. “Namun hingga saat ini  tetap tidak diganti,” sesal dia.

Kuasa hukum Ismawan juga telah menyampaikan alat bukti surat Berita Acara Serah Terima Rumah Negara dengan Nomor: 002/26/BAST/Dinkes/SDK B/2020 pada hari sabtu tanggal 13 Juni 2020. Di mana, selama kliennya dimutasikan ke Puskesmas Bika sejak tahun 2016, yang bersangkutan masih tinggal di Rumdin Putussibau dan pada 10 Agustus 2018  rumdin yang ditempati di Putussibau dibongkar paksa. Pada 1 Agustus 2018 rumah bersalin di lingkungan Puskesmas Bika diubah menjadi rumah dinas dokter.

Baca Juga :  Dokter Ismawan Gugat Bupati

Pada tanggal 13 Juni 2020, baru ada penyerahan rumah dinas di Bika diserahkan secara surat, karena akhir tahun 2020 baru akan direnovasi dan pada tanggal 13 Januari 2021 baru terima kunci rumah dinas tersebut. (arf)

Most Read

24 Jam Belajar Sunnah Nabi

Amankan Gereja Sambut Paskah

Startup Taati Protokol Kesehatan

Kasus Positif Sudah Capai 350

Artikel Terbaru

/