alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Isu Penculikan Anak Hoax

Polisi Panggil Sejumlah Pihak

PUTUSSIBAU– Kepolisian Resort Kapuas Hulu dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu memanggil sejumlah pihak terkait penyebaran informasi atau isu penculikan siswa SD di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu.

Sejumlah pihak yang dipanggil diantaranya, Pelaksanaan tugas (Plt) Kepala SDN 02 Kedamin Hulu, Khairul Mukminin,  siswa yang bersangkutan beserta orangtua, Sekretaris Dinas Pendidikan Kapuas Hulu serta hadir juga Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wedy Mahadi menegaskan, informasi atau berita yang beredar di media sosial terkait isu penculikan anak di Kedamin, Kecamatan Putussibau Selatan merupakan berita bohong alias hoax.

“Informasi yang disebarkan itu hoax, tidak bisa dibuktikan kebenarannya, bahkan kami sudah melakukan penyelidikan,” kata Wedy Mahadi, di Aula Polres Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa (25/2).

Baca Juga :  Bantuan Sarpras Perkebunan Sawit Hoaks

Dikatakan Wedy, pihaknya tetap melakukan antisipasi baik di tingkat keluarga, lingkungan masyarakat, terutama dalam bermedia sosial.

“Jika belum tahu kebenaran secara pasti jangan mudah disebarkan, jangan begitu mudah menyebarkan segala sesuatu yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Wedy menegaskan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, biasakan untuk bijak bermedia sosial, saring informasi yang ada. “Guru harus bijak, jangan sampai kejadian serupa, karena itu membuat resah,” tegas Wedy.

Sementara itu, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero mengatakan media sosial sangat rentan jika kita tidak bijak dalam menggunakannya, apalagi kejadian yang tidak benar seperti informasi percobaan penculikan terhadap salah satu siswa disebarkan ke media sosial. Dia menegaskan pihak guru dan orang tua juga harus lebih bijak dalam menerima setiap informasi terutama dari anak – anak kita.

Baca Juga :  Hingga April, Ungkap Empat Kekerasan Seksual Anak.

“Hukuman penyebaran Hoax itu berat, karena menyangkut Undang – Undang IT, jadi persoalan itu harus menjadi pelajaran, baik guru mau pun para orang tua, berikan pemahaman kepada anak – anak kita, apalagi itu sudah membuat masyarakat resah,” ucap Antonius.

Sebelumnya beredar pesan singkat WhatsApp dari Plt Kepala SDN 02 Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan yang menyampaikan salah satu siswanya kelas VI nyaris menjadi korban penculikan dengan diiming – imingi uang jajan Rp200 ribu.

Pesan WhatsApp tersebut beredar di media sosial hingga meresahkan masyarakat Kapuas Hulu Kalimantan Barat. (arf)

Polisi Panggil Sejumlah Pihak

PUTUSSIBAU– Kepolisian Resort Kapuas Hulu dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu memanggil sejumlah pihak terkait penyebaran informasi atau isu penculikan siswa SD di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu.

Sejumlah pihak yang dipanggil diantaranya, Pelaksanaan tugas (Plt) Kepala SDN 02 Kedamin Hulu, Khairul Mukminin,  siswa yang bersangkutan beserta orangtua, Sekretaris Dinas Pendidikan Kapuas Hulu serta hadir juga Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wedy Mahadi menegaskan, informasi atau berita yang beredar di media sosial terkait isu penculikan anak di Kedamin, Kecamatan Putussibau Selatan merupakan berita bohong alias hoax.

“Informasi yang disebarkan itu hoax, tidak bisa dibuktikan kebenarannya, bahkan kami sudah melakukan penyelidikan,” kata Wedy Mahadi, di Aula Polres Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa (25/2).

Baca Juga :  Dinkes Gelar Sunatan Massal di Boyan Tanjung

Dikatakan Wedy, pihaknya tetap melakukan antisipasi baik di tingkat keluarga, lingkungan masyarakat, terutama dalam bermedia sosial.

“Jika belum tahu kebenaran secara pasti jangan mudah disebarkan, jangan begitu mudah menyebarkan segala sesuatu yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Wedy menegaskan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, biasakan untuk bijak bermedia sosial, saring informasi yang ada. “Guru harus bijak, jangan sampai kejadian serupa, karena itu membuat resah,” tegas Wedy.

Sementara itu, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero mengatakan media sosial sangat rentan jika kita tidak bijak dalam menggunakannya, apalagi kejadian yang tidak benar seperti informasi percobaan penculikan terhadap salah satu siswa disebarkan ke media sosial. Dia menegaskan pihak guru dan orang tua juga harus lebih bijak dalam menerima setiap informasi terutama dari anak – anak kita.

Baca Juga :  Pembangunan RSUD Putussibau Dilanjutkan

“Hukuman penyebaran Hoax itu berat, karena menyangkut Undang – Undang IT, jadi persoalan itu harus menjadi pelajaran, baik guru mau pun para orang tua, berikan pemahaman kepada anak – anak kita, apalagi itu sudah membuat masyarakat resah,” ucap Antonius.

Sebelumnya beredar pesan singkat WhatsApp dari Plt Kepala SDN 02 Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan yang menyampaikan salah satu siswanya kelas VI nyaris menjadi korban penculikan dengan diiming – imingi uang jajan Rp200 ribu.

Pesan WhatsApp tersebut beredar di media sosial hingga meresahkan masyarakat Kapuas Hulu Kalimantan Barat. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/