alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Lomba Perahu Bidar Tradisional, 35 Peserta Unjuk Kecepatan

PUTUSSIBAU – Sebanyak 35 buah Perahu Bidar unjuk kebolehan dalam Lomba Perahu Bidar Tradisional menyemarakkan Festival Danau Sentarum (FDS) 2019. Perahu-perahu bidar tersebut berasal dari Kecamatan Suhaid, Embaloh Hilir, Bunut Hulu dan Bunut Hilir, Kalis, Putussibau Selatan, dan Putussibau Utara.

“Seluruh peserta sudah mengikuti technical meeting bersama Panitia Persatuan Olah Raga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Rabu, 23 Oktober lalu,” ujar Pelaksanaharian (PlH) Kepala Balai Besar Tana Bentarum Gunawan Budi Hartono.

Perlombaan ini memperebutkan hadiah total Rp19 juta serta piala resmi. Perlombaan dibuka PlH Sekretaris Daerah Kapuas Hulu Bung Tomo dan PlH Kepala Balai Besar Tana Bentarum Gunawan Budi Hartono beserta seluruh peserta dan masyarakat. Lomba Perahu Bidar ini akan berlangsung sejak 24 Oktober hingga hari ini (26/10), dengan pembagian waktu lomba sesi pertama pukul 09.00 – 11.00 WIIB dan sesi kedua, 13.00 WIB – selesai.

Baca Juga :  Warga Antusias Terima Vaksin dari Kodim 1206/Putussibau

PlH Kepala Balai Besar Tana Bentarum Gunawan Budi Hartono menyampaikan harapan, dengan perlombaan yang rutin dilakukan setiap tahunnya, para peserta lebih semangat mempersiapkan diri. Dia yakin kegiatan ini dapat menjadi ajang promosi wisata Kapuas Hulu dengan menggangkat kearifan lokal masyarakat.

Semarak FDS 2019 semakin terasa menjelang acara pembukaan. Berbagai perlombaan akan terus menghiasi selama FDS hingga acara puncak, mulai dari Perahu Bidar Tradisional, Festival Minum Madu, Karnaval Budaya, Cross Trobos, Pameran Produk Masyarakat, Lomba Olahraga Tradisional, serta Pentas Seni dan Hiburan Rakyat. Perahu bidar tradisional mengangkat kebiasaan masyarakat dalam menggunakan perahu untuk berbagai aktivitas di sungai dan danau ini, menjadi lomba pembuka menyambut hari pembukaan FDS. Masyarakat dan peserta sangat antusias mengikuti perlombaan yang sebelumnya di jadwalkan di kawasan Danau Sentarum, namun dialihkan ke Sungai Kapuas dikarenakan air danau yang belum mendukung. (arf)

PUTUSSIBAU – Sebanyak 35 buah Perahu Bidar unjuk kebolehan dalam Lomba Perahu Bidar Tradisional menyemarakkan Festival Danau Sentarum (FDS) 2019. Perahu-perahu bidar tersebut berasal dari Kecamatan Suhaid, Embaloh Hilir, Bunut Hulu dan Bunut Hilir, Kalis, Putussibau Selatan, dan Putussibau Utara.

“Seluruh peserta sudah mengikuti technical meeting bersama Panitia Persatuan Olah Raga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Rabu, 23 Oktober lalu,” ujar Pelaksanaharian (PlH) Kepala Balai Besar Tana Bentarum Gunawan Budi Hartono.

Perlombaan ini memperebutkan hadiah total Rp19 juta serta piala resmi. Perlombaan dibuka PlH Sekretaris Daerah Kapuas Hulu Bung Tomo dan PlH Kepala Balai Besar Tana Bentarum Gunawan Budi Hartono beserta seluruh peserta dan masyarakat. Lomba Perahu Bidar ini akan berlangsung sejak 24 Oktober hingga hari ini (26/10), dengan pembagian waktu lomba sesi pertama pukul 09.00 – 11.00 WIIB dan sesi kedua, 13.00 WIB – selesai.

Baca Juga :  Kapolda Soroti Ratusan Pil Ekstasi di Entikong

PlH Kepala Balai Besar Tana Bentarum Gunawan Budi Hartono menyampaikan harapan, dengan perlombaan yang rutin dilakukan setiap tahunnya, para peserta lebih semangat mempersiapkan diri. Dia yakin kegiatan ini dapat menjadi ajang promosi wisata Kapuas Hulu dengan menggangkat kearifan lokal masyarakat.

Semarak FDS 2019 semakin terasa menjelang acara pembukaan. Berbagai perlombaan akan terus menghiasi selama FDS hingga acara puncak, mulai dari Perahu Bidar Tradisional, Festival Minum Madu, Karnaval Budaya, Cross Trobos, Pameran Produk Masyarakat, Lomba Olahraga Tradisional, serta Pentas Seni dan Hiburan Rakyat. Perahu bidar tradisional mengangkat kebiasaan masyarakat dalam menggunakan perahu untuk berbagai aktivitas di sungai dan danau ini, menjadi lomba pembuka menyambut hari pembukaan FDS. Masyarakat dan peserta sangat antusias mengikuti perlombaan yang sebelumnya di jadwalkan di kawasan Danau Sentarum, namun dialihkan ke Sungai Kapuas dikarenakan air danau yang belum mendukung. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/