alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 27, 2022

11 Truk Pengangkut Kayu Diamankan

Diduga Hasil Pembalakan Liar

PUTUSSIBAU – Sebanyak sebelas truk pengangkut kayu diamankan oleh Tim Patroli Pengamanan Hutan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kapuas Hulu Utara, di Dusun Benua Tengah Hulu, Desa Benua Tengah, Kecamatan Putussibau Utara, Jumat (20/12). Kayu-kayu tersebut diduga hasil pembalakan liar di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

“Untuk kepemilikan kayu ini belum ada yang mengakuinya,” kata Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT KPH Wilayah Kapuas Hulu Utara, Berry, kepada wartawan, ditemui di kantornya, kemarin. Dikatakan Berry, untuk menyita kayu-kayu tersebut, pihaknya membutuhkan beberapa hari mengangkutnya. Mereka bahkan harus melibatkan tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan dan Pengamanan Hutan.

Baca Juga :  Jadikan Aset Wakaf Lebih Produktif dan Bernilai

“Saat operasi kemarin, kami hanya mengamankan mesin pemotong dan pembelah kayu beserta hasil dari pembalakan tersebut,” ujarnya.

Ditanya terkait sejak kapan aktivitas pembalakan liar tersebut berlangsung, Berry sulit memperkirakannya. “Yang kami tahu adanya pembalakan liar ini dari putra daerah yang memberikan informasi kepada pihak KPH Wilayah Kapuas Hulu Utara,” paparnya.

Untuk proses selanjutnya, mereka akan melaporkannya ke Pemerintah Provinsi dan akan ditembuskan kepada Penegakan Hukum di wilayah Kapuas Hulu. Atas adanya aktivitas pembalakan liar di wilayah tersebut, Berry meminta kepada masyarakat, jika ada yang melihat indikasi pembalakan liar maupun kerusakan lingkungan di wilayahnya, agar dapat melaporkan masalah tersebut ke KPH.

Baca Juga :  Hadiri Musrenbang Pastikan Musyawarah Berjalan Aman

“Saya juga berharap kepada stakeholder agar mendukung program pencegahan kerusakan lingkungan, baik itu indikasi pembalakan liar maupun kerusakan lingkungan,” harapnya. (arf)

Diduga Hasil Pembalakan Liar

PUTUSSIBAU – Sebanyak sebelas truk pengangkut kayu diamankan oleh Tim Patroli Pengamanan Hutan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kapuas Hulu Utara, di Dusun Benua Tengah Hulu, Desa Benua Tengah, Kecamatan Putussibau Utara, Jumat (20/12). Kayu-kayu tersebut diduga hasil pembalakan liar di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

“Untuk kepemilikan kayu ini belum ada yang mengakuinya,” kata Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT KPH Wilayah Kapuas Hulu Utara, Berry, kepada wartawan, ditemui di kantornya, kemarin. Dikatakan Berry, untuk menyita kayu-kayu tersebut, pihaknya membutuhkan beberapa hari mengangkutnya. Mereka bahkan harus melibatkan tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan dan Pengamanan Hutan.

Baca Juga :  Pemkab Kapuas Hulu Siapkan Dana Beasiswa Kuliah Dokter

“Saat operasi kemarin, kami hanya mengamankan mesin pemotong dan pembelah kayu beserta hasil dari pembalakan tersebut,” ujarnya.

Ditanya terkait sejak kapan aktivitas pembalakan liar tersebut berlangsung, Berry sulit memperkirakannya. “Yang kami tahu adanya pembalakan liar ini dari putra daerah yang memberikan informasi kepada pihak KPH Wilayah Kapuas Hulu Utara,” paparnya.

Untuk proses selanjutnya, mereka akan melaporkannya ke Pemerintah Provinsi dan akan ditembuskan kepada Penegakan Hukum di wilayah Kapuas Hulu. Atas adanya aktivitas pembalakan liar di wilayah tersebut, Berry meminta kepada masyarakat, jika ada yang melihat indikasi pembalakan liar maupun kerusakan lingkungan di wilayahnya, agar dapat melaporkan masalah tersebut ke KPH.

Baca Juga :  Ganti Rugi Lahan Cuma Formalitas

“Saya juga berharap kepada stakeholder agar mendukung program pencegahan kerusakan lingkungan, baik itu indikasi pembalakan liar maupun kerusakan lingkungan,” harapnya. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/