alexametrics
27.8 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Targetkan 25 Jembatan dan Jalan sepanjang 2 Kilometer di Kapuas Hulu

PUTUSSIBAU – Untuk memastikan akses jalan penghubung antarwilayah di Kabupaten Kapuas Hulu berjalan lancar, Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemeliharaan Jalan, Jembatan Irigasi, dan Drainase (UPTD PJJID) Wilayah II, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kapuas Hulu, terus berupaya melakukan rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan di beberapa titik. Kepala UPTD PJJ ID Wilayah II, Arie Eko Apriyanto, mengungkapkan, tahun anggaran 2022 ini, pihaknya menangani sekitar 25 buah jembatan dan jalan sepanjang 2 kilometer.

“Target tahun ini jembatan 25 unit, kemudian jalan sepanjang 2 kilometer. Rehabilitasi jembatan yang kita lakukan ini khususnya yang memang mengalami rusak berat, menjadi akses utama masyarakat,” ungkap Arie, Selasa (26/7).

Lebih lanjut Eko, sapaan akrab Arie menyampaikan, pemeliharaan jembatan yang dilakukan di wilayah kerja UPTD PJJID II di antaranya Jembatan Sepangin, Jembatan Terus I sebanyak 2 unit, dan Jembatan Kapo Merah.

“Empat unit jembatan ini berada di ruas Jalan Simpang Lubuk Mantuk – Ulu Tubuk Kecamatan Kalis, ini sudah selesai di kerjakan,” terang Eko.

Kemudian sambung Eko, ada pekerjaan miting pada ruas Jalan Nanga Manday (Kecamatan Bika) – Nanga Embaloh (Kecamatan Embaloh Hilir), di mana pada ruas tersebut merupakan akses penghubung antar kecamatan untuk menuju Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu.

Baca Juga :  Jalan Pararel Perbatasan Badau-Empanang Prioritas Pembangunan

“Pekerjaan miting ini kita lakukan agar ruas jalan yang ada tetap fungsional, minimal bisa dilalui kendaraan roda dua. Kemudian pada ruas Jalan Nanga Manday – Nanga Embaloh tersebut juga, kita melakukan penanganan rehabilitasi terhadap tiga unit jembatan,” tambah Eko.

Selain itu kata Eko, UPTD PJJID Wilayah II juga ada menangani Jembatan IV Baong, di ruas Jalan Ki Hajar Dewantara, Kecamatan Putussibau Selatan; rehabilitasi Jembatan Seritak dan ruas Jalan Temuyuk Suruk, Kecamatan Bunut Hulu; Jembatan Engkuis dan ruas Jalan Sungai Tutup – Sebilit, Kecamatan Bunut Hulu.

“Untuk di wilayah Kecamatan Mentebah, kita juga ada menangani rehabilitasi Jembatan Sungai Tadah ruas jalan Tekalong – Tanjung, kemudian di Kecamatan Kalis Jembatan Kemayai ruas jalan Rantau Kalis – Nanga Saray, Jembatan Narum Batang ruas jalan Tekudak – Tanjung Kecamatan Kalis.

Jadi, kata Eko, sampai dengan triwulan kedua kemarin sudah terealisasi sebanyak 17 unit rehabilitasi/pemeliharaan jembatan dan jalan sepanjang 900 meter, dengan pekerjaan berupa miting.

Baca Juga :  Imigrasi Deportasi Dua WNA

“Sedangkan memasuki triwulan ketiga ini, untuk pekerjaan yang kita lakukan ada 8 (delapan) unit jembatan, kemudian ada gorong – gorong boks,” kata Eko.

Eko juga menyampaikan, bahwa di bulan Agustus – September 2022 mendatang, pihaknya merencanakan untuk menangani sejumlah titik ruas jalan rusak dalam kota, khususnya Putussibau Utara dan Putussibau Selatan.

Sampai dengan saat ini tambah Eko, penanganan pekerjaan jembatan maupun jalan yang sudah dilaksanakan berjalan lancar. Untuk itu ia berharap agar setiap unit jembatan maupun jalan yang sudah ditangani itu dapat membantu memperlancar akses masyarakat di wilayah setempat.

“Memang masih banyak yang perlu kita tangani, tapi ini perlu dilakukan bertahap, jadi kami himbau masyarakat tetap bersabar, sepanjang anggaran ada, kita upayakan bisa dilakukan penanganan. Kemudian untuk hasil pekerjaan yang sudah dilaksanakan agar kita bisa menjaga dan memeliharanya bersama, terutama untuk beban angkutan atau muatan kendaraan jangan sampai melebihi dari kekuatan jembatan, sehingga jembatan yang ada tetap fungsional dalam jangka waktu Panjang,” pesan Eko mengingatkan. (dRe)

PUTUSSIBAU – Untuk memastikan akses jalan penghubung antarwilayah di Kabupaten Kapuas Hulu berjalan lancar, Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemeliharaan Jalan, Jembatan Irigasi, dan Drainase (UPTD PJJID) Wilayah II, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kapuas Hulu, terus berupaya melakukan rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan di beberapa titik. Kepala UPTD PJJ ID Wilayah II, Arie Eko Apriyanto, mengungkapkan, tahun anggaran 2022 ini, pihaknya menangani sekitar 25 buah jembatan dan jalan sepanjang 2 kilometer.

“Target tahun ini jembatan 25 unit, kemudian jalan sepanjang 2 kilometer. Rehabilitasi jembatan yang kita lakukan ini khususnya yang memang mengalami rusak berat, menjadi akses utama masyarakat,” ungkap Arie, Selasa (26/7).

Lebih lanjut Eko, sapaan akrab Arie menyampaikan, pemeliharaan jembatan yang dilakukan di wilayah kerja UPTD PJJID II di antaranya Jembatan Sepangin, Jembatan Terus I sebanyak 2 unit, dan Jembatan Kapo Merah.

“Empat unit jembatan ini berada di ruas Jalan Simpang Lubuk Mantuk – Ulu Tubuk Kecamatan Kalis, ini sudah selesai di kerjakan,” terang Eko.

Kemudian sambung Eko, ada pekerjaan miting pada ruas Jalan Nanga Manday (Kecamatan Bika) – Nanga Embaloh (Kecamatan Embaloh Hilir), di mana pada ruas tersebut merupakan akses penghubung antar kecamatan untuk menuju Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu.

Baca Juga :  Siang-Malam Petugas Siaga Hadapi Penyebaran Covid-19

“Pekerjaan miting ini kita lakukan agar ruas jalan yang ada tetap fungsional, minimal bisa dilalui kendaraan roda dua. Kemudian pada ruas Jalan Nanga Manday – Nanga Embaloh tersebut juga, kita melakukan penanganan rehabilitasi terhadap tiga unit jembatan,” tambah Eko.

Selain itu kata Eko, UPTD PJJID Wilayah II juga ada menangani Jembatan IV Baong, di ruas Jalan Ki Hajar Dewantara, Kecamatan Putussibau Selatan; rehabilitasi Jembatan Seritak dan ruas Jalan Temuyuk Suruk, Kecamatan Bunut Hulu; Jembatan Engkuis dan ruas Jalan Sungai Tutup – Sebilit, Kecamatan Bunut Hulu.

“Untuk di wilayah Kecamatan Mentebah, kita juga ada menangani rehabilitasi Jembatan Sungai Tadah ruas jalan Tekalong – Tanjung, kemudian di Kecamatan Kalis Jembatan Kemayai ruas jalan Rantau Kalis – Nanga Saray, Jembatan Narum Batang ruas jalan Tekudak – Tanjung Kecamatan Kalis.

Jadi, kata Eko, sampai dengan triwulan kedua kemarin sudah terealisasi sebanyak 17 unit rehabilitasi/pemeliharaan jembatan dan jalan sepanjang 900 meter, dengan pekerjaan berupa miting.

Baca Juga :  Sosialisi Perbup Nomor 62 di ASN Dinkes

“Sedangkan memasuki triwulan ketiga ini, untuk pekerjaan yang kita lakukan ada 8 (delapan) unit jembatan, kemudian ada gorong – gorong boks,” kata Eko.

Eko juga menyampaikan, bahwa di bulan Agustus – September 2022 mendatang, pihaknya merencanakan untuk menangani sejumlah titik ruas jalan rusak dalam kota, khususnya Putussibau Utara dan Putussibau Selatan.

Sampai dengan saat ini tambah Eko, penanganan pekerjaan jembatan maupun jalan yang sudah dilaksanakan berjalan lancar. Untuk itu ia berharap agar setiap unit jembatan maupun jalan yang sudah ditangani itu dapat membantu memperlancar akses masyarakat di wilayah setempat.

“Memang masih banyak yang perlu kita tangani, tapi ini perlu dilakukan bertahap, jadi kami himbau masyarakat tetap bersabar, sepanjang anggaran ada, kita upayakan bisa dilakukan penanganan. Kemudian untuk hasil pekerjaan yang sudah dilaksanakan agar kita bisa menjaga dan memeliharanya bersama, terutama untuk beban angkutan atau muatan kendaraan jangan sampai melebihi dari kekuatan jembatan, sehingga jembatan yang ada tetap fungsional dalam jangka waktu Panjang,” pesan Eko mengingatkan. (dRe)

Most Read

Komunitas Motor Galang Dana Bencana

Rumah Jabatan Fathan Disegel

Apel Siaga; Siap Bantu Korban Bencana

Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

OJK Bertekad Tingkatkan Kontribusi

Artikel Terbaru

/