alexametrics
26.7 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Bupati Buka Musdat Ke III

KALIS-Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan membuka secara resmi kegiatan Musyawarah Adat (Musdat) Dayak se-wilayah Ketemenggungan Suku Dayak Suruk ke – III tahun 2021, di Desa Tekudak, Kecamatan Kalis Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (26/4).

Dalam sambutannya, Bupati Kapuas Hulu menyampaikan saat ini arus globalisasi mengalir sangat cepat, diiringi pula pesatnya perkembangan teknologi informasi.

“Dalam kenyataannya globalisasi telah mempengaruhi dan mengubah perilaku hampir seluruh aspek kehidupan termasuk pengaruhnya terhadap kebudayaan daerah itu sendiri,” ungkap Bupati.

Oleh karenanya, Bupati atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu sangat menyambut baik dengan terselenggaranya acara musyawarah adat Dayak suruk tersebut.

“Musdat Dayak Suruk ini yang di rangkaikan dengan pembaharuan tatanan adat istiadat sebagai wujud atas keterbukaan terhadap perkembangan zaman globalisasi saat ini, serta sekaligus wujud keseriusan dari masyarakat adat untuk terus melestarikan adat istiadat peninggalan leluhur yang merupakan kekayaan budaya kita yang tidak dimiliki oleh daerah atau bangsa lain,” ungkap Bupati Diaan.

Dikatakan, siapa lagi yang akan peduli dengan adat istiadat jika bukan dari masyarakat adat itu sendiri. “Kita cukup dengan melihat, mendengar, mengenal dan mempelajari budaya itu sendiri termasuk terus hadir dan pulang kampung saat perayaan gawai sehingga akan terus tertanam dalam sanubari kita rasa memiliki kebudayaan daerah kita. Semua itu harus seimbang jangan sampai budaya luar yang mendominasi dalam kehidupan kita,” pesan Bupati.

Baca Juga :  Penularan DBD, Dinkes Minta Masyarakat Gencar Berantas Sarang Nyamuk

Dalam kesempatan tersebut juga Bupati Fransiskus Diaan menyampaikan bahwa dalam rapat koordinasi dengan pimpinan daerah, kondisi daerah Kapuas Hulu dalam keadaan yang aman dan kondusif.

“Akan tetapi, pandemi Covid-19 ini telah memaksa kita untuk tidak maksimal dalam berbagai upaya pelayanan di bidang pembangunan. Pemerintah sekarang harus memfokuskan seluruh energi terhadap upaya penanganan dan pencegahan atas semakin meluasnya penyebaran Covid-19 di daerah Kalimantan barat,” terang Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Narang selaku Ketua Panitia Musdat ke III Ketemenggungan Suku Dayak Suruk menyampaikan jika kegiatan Musyawarah Adat ini sejatinya dilaksanakan pada bulan Mei Oktober 2020 lalu. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya di mundur pada April 2021.

“Melihat situasi dan kondisi kegiatan ini pun tertunda karena pandemi Covid-19 saat itu. Akhirnya panitia beserta Tokoh Adat, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, Pemerintah Desa yang ada diwilayah ketemenggungan sepakat kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 – 31 April 2021,” jelas Narang.

Lebih lanjut Narang menjelaskan bahwa, Musyawarah Adat Ketemenggungan Suku Dayak Suruk ini dilaksanakan untuk melakukan Revisi tentang Hukum Adat Dayak Suruk. “Kemudian dalam rangka peninjauan dan pembahasan hukum adat yang didalamnya terdapat tim formatur untuk pelaksanaan pemilihan temenggung Suku Dayak Suruk,” katanya.

Baca Juga :  Ramah Tamah Ketua TP PKK Diakhir Masa Tugas

Sementara itu, Temenggung Suku Dayak Suruk Hudang  menyampaikan terimakasih kepada panitia, peserta, dan kepada Bupati Kapuas Hulu yang berkenan hadir pada kegiatan pembukaan Musyawarah Adat Suku Dayak Suruk. “Disamping itu kegiatan tahun ini ada kesan tersendiri bagi kami karena baru kali ini Bupati hadir dalam kegiatan kami,” ucap Hudang.

Terkait dengan salah satu fokus pembahasan dalam Musdat tersebut, Hudang menjelaskan bahwa bersama dengan elemen masyarakat pihaknya menginginkan suatu perubahan tatanan hukum adat. “Mengingat dengan perkembangan zaman yang sangat maju saat ini, maka melalui Musdat ini Kami ingin mengembangkan adat istiadat menyempurnakan hukum adat kami sesuai dengan kemajuan zaman saat ini,” tandasnya.

Hadir mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Kapuas Hulu, hadir pula Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Forkopimcam Kalis, dan seluruh peserta Musdat. Kegiatan Musdat tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. (dRe)

 

KALIS-Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan membuka secara resmi kegiatan Musyawarah Adat (Musdat) Dayak se-wilayah Ketemenggungan Suku Dayak Suruk ke – III tahun 2021, di Desa Tekudak, Kecamatan Kalis Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (26/4).

Dalam sambutannya, Bupati Kapuas Hulu menyampaikan saat ini arus globalisasi mengalir sangat cepat, diiringi pula pesatnya perkembangan teknologi informasi.

“Dalam kenyataannya globalisasi telah mempengaruhi dan mengubah perilaku hampir seluruh aspek kehidupan termasuk pengaruhnya terhadap kebudayaan daerah itu sendiri,” ungkap Bupati.

Oleh karenanya, Bupati atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu sangat menyambut baik dengan terselenggaranya acara musyawarah adat Dayak suruk tersebut.

“Musdat Dayak Suruk ini yang di rangkaikan dengan pembaharuan tatanan adat istiadat sebagai wujud atas keterbukaan terhadap perkembangan zaman globalisasi saat ini, serta sekaligus wujud keseriusan dari masyarakat adat untuk terus melestarikan adat istiadat peninggalan leluhur yang merupakan kekayaan budaya kita yang tidak dimiliki oleh daerah atau bangsa lain,” ungkap Bupati Diaan.

Dikatakan, siapa lagi yang akan peduli dengan adat istiadat jika bukan dari masyarakat adat itu sendiri. “Kita cukup dengan melihat, mendengar, mengenal dan mempelajari budaya itu sendiri termasuk terus hadir dan pulang kampung saat perayaan gawai sehingga akan terus tertanam dalam sanubari kita rasa memiliki kebudayaan daerah kita. Semua itu harus seimbang jangan sampai budaya luar yang mendominasi dalam kehidupan kita,” pesan Bupati.

Baca Juga :  Bupati Serahkan SK PPMHA Suku Dayak Punan

Dalam kesempatan tersebut juga Bupati Fransiskus Diaan menyampaikan bahwa dalam rapat koordinasi dengan pimpinan daerah, kondisi daerah Kapuas Hulu dalam keadaan yang aman dan kondusif.

“Akan tetapi, pandemi Covid-19 ini telah memaksa kita untuk tidak maksimal dalam berbagai upaya pelayanan di bidang pembangunan. Pemerintah sekarang harus memfokuskan seluruh energi terhadap upaya penanganan dan pencegahan atas semakin meluasnya penyebaran Covid-19 di daerah Kalimantan barat,” terang Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Narang selaku Ketua Panitia Musdat ke III Ketemenggungan Suku Dayak Suruk menyampaikan jika kegiatan Musyawarah Adat ini sejatinya dilaksanakan pada bulan Mei Oktober 2020 lalu. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya di mundur pada April 2021.

“Melihat situasi dan kondisi kegiatan ini pun tertunda karena pandemi Covid-19 saat itu. Akhirnya panitia beserta Tokoh Adat, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, Pemerintah Desa yang ada diwilayah ketemenggungan sepakat kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 – 31 April 2021,” jelas Narang.

Lebih lanjut Narang menjelaskan bahwa, Musyawarah Adat Ketemenggungan Suku Dayak Suruk ini dilaksanakan untuk melakukan Revisi tentang Hukum Adat Dayak Suruk. “Kemudian dalam rangka peninjauan dan pembahasan hukum adat yang didalamnya terdapat tim formatur untuk pelaksanaan pemilihan temenggung Suku Dayak Suruk,” katanya.

Baca Juga :  Penularan DBD, Dinkes Minta Masyarakat Gencar Berantas Sarang Nyamuk

Sementara itu, Temenggung Suku Dayak Suruk Hudang  menyampaikan terimakasih kepada panitia, peserta, dan kepada Bupati Kapuas Hulu yang berkenan hadir pada kegiatan pembukaan Musyawarah Adat Suku Dayak Suruk. “Disamping itu kegiatan tahun ini ada kesan tersendiri bagi kami karena baru kali ini Bupati hadir dalam kegiatan kami,” ucap Hudang.

Terkait dengan salah satu fokus pembahasan dalam Musdat tersebut, Hudang menjelaskan bahwa bersama dengan elemen masyarakat pihaknya menginginkan suatu perubahan tatanan hukum adat. “Mengingat dengan perkembangan zaman yang sangat maju saat ini, maka melalui Musdat ini Kami ingin mengembangkan adat istiadat menyempurnakan hukum adat kami sesuai dengan kemajuan zaman saat ini,” tandasnya.

Hadir mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Kapuas Hulu, hadir pula Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Forkopimcam Kalis, dan seluruh peserta Musdat. Kegiatan Musdat tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. (dRe)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/