alexametrics
31 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Bupati Ikuti Misa Dange Inkulturasi

PUTUSSIBAU-Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan mengikuti misa Dange Inkulturasi di Gereja Paroki Santo Antonius dari Padua Mendalam, Selasa (27/4).

Misa Dange Inkulturasi merupakan simbol satu kesatuan dari upacara Rohani pada masa lalu dengan ibadah secara Agama Katolik. Awalnya Dange ini dilakukan secara khusus alias masih menggunakan cara yang lama sesuai warisan leluhur.

Tetapi, sejak Tahun 1987 Almarhum Pastor Ding, SMM yang bertugas di Paroki Padua Mendalam, banyak menerjemah Ibadat Misa dalam bahasa Kayaan, dan seterusnya lalu digabungkanlah upacaya Dange sekaligus Misa karena masuknya pengaruh Gereja Katolik. Maka misa inkulturasi secara katolik untuk Pembukaan Upcara Adat Dange sekarang sudah menjadi sebuah kebiasaan setiap tahunnya.

Baca Juga :  Bupati: Jaga Nilai Ideologi Pancasila

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan mengatakan baginya gereja Santo Antonius dari Padua Mendalam memiliki banyak sekali kenangan. “Waktu kecil saya banyak menghabiskan waktu di Mendalam, dibaptis secara katolik serta memperoleh sakramen krisma di Gereja Santo Antonius dari Padua Mendalam,” ucapnya.

Terhadap pembangunan Gereja Mendalam, Bupati berkomitmen untuk menyelesaikan segala proses pembangunan hingga benar-benar selesai. “Anggaran pembangunan gereja dari pemerintah memang kecil, namun kita akan berusaha dengan kemampuan yang ada untuk memenuhi segala kekurangan yang ada,” tegas Bupati.

Bupati juga mengapresiasi dukungan masyarakat Mendalam dan Kapuas Hulu pada umumnya sehingga ia dan Wahyudi Hidayat dapat terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati. “Saya sangat memahami keadaan di Mendalam, sehingga dengan segala upaya akan memberikan yang terbaik, secara khusus bagi masyarakat Mendalam dan Kapuas Hulu secara umumnya,” pungkasnya. (dRe)

Baca Juga :  Tenun Sidan Tampil di UNESCO Award

PUTUSSIBAU-Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan mengikuti misa Dange Inkulturasi di Gereja Paroki Santo Antonius dari Padua Mendalam, Selasa (27/4).

Misa Dange Inkulturasi merupakan simbol satu kesatuan dari upacara Rohani pada masa lalu dengan ibadah secara Agama Katolik. Awalnya Dange ini dilakukan secara khusus alias masih menggunakan cara yang lama sesuai warisan leluhur.

Tetapi, sejak Tahun 1987 Almarhum Pastor Ding, SMM yang bertugas di Paroki Padua Mendalam, banyak menerjemah Ibadat Misa dalam bahasa Kayaan, dan seterusnya lalu digabungkanlah upacaya Dange sekaligus Misa karena masuknya pengaruh Gereja Katolik. Maka misa inkulturasi secara katolik untuk Pembukaan Upcara Adat Dange sekarang sudah menjadi sebuah kebiasaan setiap tahunnya.

Baca Juga :  Tenun Sidan Tampil di UNESCO Award

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan mengatakan baginya gereja Santo Antonius dari Padua Mendalam memiliki banyak sekali kenangan. “Waktu kecil saya banyak menghabiskan waktu di Mendalam, dibaptis secara katolik serta memperoleh sakramen krisma di Gereja Santo Antonius dari Padua Mendalam,” ucapnya.

Terhadap pembangunan Gereja Mendalam, Bupati berkomitmen untuk menyelesaikan segala proses pembangunan hingga benar-benar selesai. “Anggaran pembangunan gereja dari pemerintah memang kecil, namun kita akan berusaha dengan kemampuan yang ada untuk memenuhi segala kekurangan yang ada,” tegas Bupati.

Bupati juga mengapresiasi dukungan masyarakat Mendalam dan Kapuas Hulu pada umumnya sehingga ia dan Wahyudi Hidayat dapat terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati. “Saya sangat memahami keadaan di Mendalam, sehingga dengan segala upaya akan memberikan yang terbaik, secara khusus bagi masyarakat Mendalam dan Kapuas Hulu secara umumnya,” pungkasnya. (dRe)

Baca Juga :  Bupati Resmikan Penggunaan Masjid Agung

Most Read

Artikel Terbaru

/