alexametrics
25.6 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Dorong Bahasa Banuaka Taman Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Balitbang Kalbar melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) penelitian bahasa Dayak Taman Kapuas Hulu. Acara tersebut dibuat merupakan rangkaian kelanjutan dari riset yang  sudah dilakukan oleh tim Balitbang Kalimantan Barat. Riset itu sudah dilaksanakan dari bulan April sampai Juli 2022. FGD  itu diselenggarakan untuk memverifikasi data yang sudah terkumpul. Balitbang mengundang tokoh adat setempat untuk hadir  di acara itu.

“Bahasa Dayak Taman atau Banuaka’ Taman yang memiliki arti penting dalam ranah sosial, adat, pendidikan, hingga ekonomi ini perlu diakui keberadaan oleh negara sebagai Hak Kekayaan Intelektual komunal yang berasal dari Kalimantan Barat,” kata Kepala Badan Penelitian Prov Kalbar, Herkulana.

Lebih lanjut Herkulana mengatakan kegiatan itu merupakan merupakan langkah awal untuk melindungi budaya-budaya yang ada di Kalimantan Barat. Bahasa Dayak Taman, kata Herkulana, ditengarai telah mulai tidak dituturkan oleh oleh orang Dayak Taman terutama generasi muda.

Baca Juga :  Siap Dukung Sektor Kerajinan Tangan

Ambrosius Sadau yang merupakan salah satu tokoh wdat Dayak Taman, sekaligus Kepala Bapeda Kabupaten Kapuas Hulu menyatakan sangat mendukung langkah  dilakukan Balitbang Kalbar.

“Harapannya, dengan adanya langkah tersebut, Bahasa Dayak itu tetap eksis dan dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya. (red/*)

Balitbang Kalbar melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) penelitian bahasa Dayak Taman Kapuas Hulu. Acara tersebut dibuat merupakan rangkaian kelanjutan dari riset yang  sudah dilakukan oleh tim Balitbang Kalimantan Barat. Riset itu sudah dilaksanakan dari bulan April sampai Juli 2022. FGD  itu diselenggarakan untuk memverifikasi data yang sudah terkumpul. Balitbang mengundang tokoh adat setempat untuk hadir  di acara itu.

“Bahasa Dayak Taman atau Banuaka’ Taman yang memiliki arti penting dalam ranah sosial, adat, pendidikan, hingga ekonomi ini perlu diakui keberadaan oleh negara sebagai Hak Kekayaan Intelektual komunal yang berasal dari Kalimantan Barat,” kata Kepala Badan Penelitian Prov Kalbar, Herkulana.

Lebih lanjut Herkulana mengatakan kegiatan itu merupakan merupakan langkah awal untuk melindungi budaya-budaya yang ada di Kalimantan Barat. Bahasa Dayak Taman, kata Herkulana, ditengarai telah mulai tidak dituturkan oleh oleh orang Dayak Taman terutama generasi muda.

Baca Juga :  16 Ruas Jalan Dilintasi Angkutan Perusahaan Sawit

Ambrosius Sadau yang merupakan salah satu tokoh wdat Dayak Taman, sekaligus Kepala Bapeda Kabupaten Kapuas Hulu menyatakan sangat mendukung langkah  dilakukan Balitbang Kalbar.

“Harapannya, dengan adanya langkah tersebut, Bahasa Dayak itu tetap eksis dan dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya. (red/*)

Most Read

Artikel Terbaru

/