alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Longsor Tebing Sungai Wewenang BWSK I

PUTUSSIBAU – Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan SDA Kabupaten Kapuas Hulu, Raimundus Jayang, mengungkapkan, persoalan abrasi tebing sungai Kapuas di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu perlu mendapat penanganan segera. Namun dia menyayangkan kewenangan penanganan tersebut tidak berada di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu.

“Kewenangan penanganan terhadap abrasi tebing sungai Kapuas tersebut ada di Balai Wilayah Sungai Kalimantan (BWSK) I,” ungkap Jayang, belum lama ini.

Raimundus mengakui bahwa banyak wilayah di Kapuas Hulu yang butuh penangan. Pasalnya, beberapa rumah warga tak dipungkiri dia, tidak sedikit yang terancam longsor.

“Maka dari itu kita mendorong instansi terkait,  karena di daerah Kabupaten Kapuas (Hulu) banyak longsor, contoh Jalan Sibat, Kelurahan Hilir Kantor, kemudian di beberapa daerah Putussibau Selatan lintas timur, ada rumah yang terancam longsor butuh penanganan,” ucap Jayang.

Baca Juga :  Menteri PUPR Resmikan Jembatan Gantung Ensilat

Untuk tebing Jalan Sibat, sudah diusulkan mereka agar segera ditangani. Mereka berharap agar BWSK I segera bertindak.

“Kita masih menunggu dan berupaya mengusulkan. Di Musrenbang juga kita jelaskan ke masyarakat, mana yang menjadi kewenangan BWSK dan kewenangan (Pemerintah) Kabupaten,” ulasnya.

Potensi abrasi pantai dan longsor di sepanjang aliran Sungai Kapuas di Kabupaten Kapuas Hulu diakui dia masih menjadi persoalan serius. Pasalnya beberapa rumah warga yang bermukim di bantaran sungai tersebut, menurutnya, sering kali terancam, terutama saat musim penghujan.

Sementara yang menjadi kewenangan Pemkab hanya pada wilayah sungai kecil yang tersebar di berbagai kecamatan. Sampai saat ini, sungai-sungai tersebut terus menjadi perhatian mereka untuk ditangani.

Baca Juga :  Kodim 1206/Psb Programkan Vaksin Purnawirawan dan Warakawuri

“Banyak yang perlu penanganan kita, tapi karena keterbasan anggaran harus kita lakukan bertahap, kita tetap usulkan sepanjang dana tersedia,” pungkasnya. (dRe)

PUTUSSIBAU – Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan SDA Kabupaten Kapuas Hulu, Raimundus Jayang, mengungkapkan, persoalan abrasi tebing sungai Kapuas di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu perlu mendapat penanganan segera. Namun dia menyayangkan kewenangan penanganan tersebut tidak berada di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu.

“Kewenangan penanganan terhadap abrasi tebing sungai Kapuas tersebut ada di Balai Wilayah Sungai Kalimantan (BWSK) I,” ungkap Jayang, belum lama ini.

Raimundus mengakui bahwa banyak wilayah di Kapuas Hulu yang butuh penangan. Pasalnya, beberapa rumah warga tak dipungkiri dia, tidak sedikit yang terancam longsor.

“Maka dari itu kita mendorong instansi terkait,  karena di daerah Kabupaten Kapuas (Hulu) banyak longsor, contoh Jalan Sibat, Kelurahan Hilir Kantor, kemudian di beberapa daerah Putussibau Selatan lintas timur, ada rumah yang terancam longsor butuh penanganan,” ucap Jayang.

Baca Juga :  Jenazah Jahara Akhirnya Ditemukan

Untuk tebing Jalan Sibat, sudah diusulkan mereka agar segera ditangani. Mereka berharap agar BWSK I segera bertindak.

“Kita masih menunggu dan berupaya mengusulkan. Di Musrenbang juga kita jelaskan ke masyarakat, mana yang menjadi kewenangan BWSK dan kewenangan (Pemerintah) Kabupaten,” ulasnya.

Potensi abrasi pantai dan longsor di sepanjang aliran Sungai Kapuas di Kabupaten Kapuas Hulu diakui dia masih menjadi persoalan serius. Pasalnya beberapa rumah warga yang bermukim di bantaran sungai tersebut, menurutnya, sering kali terancam, terutama saat musim penghujan.

Sementara yang menjadi kewenangan Pemkab hanya pada wilayah sungai kecil yang tersebar di berbagai kecamatan. Sampai saat ini, sungai-sungai tersebut terus menjadi perhatian mereka untuk ditangani.

Baca Juga :  Ramai-ramai Dukung Pembentukan Kapuas Raya

“Banyak yang perlu penanganan kita, tapi karena keterbasan anggaran harus kita lakukan bertahap, kita tetap usulkan sepanjang dana tersedia,” pungkasnya. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/