alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Wisata Alam Lubuk Semah Kedepankan Protokol Kesehatan

PUTUSSIBAU-Pengelola Wisata Alam Lubuk Semah, Desa Tekalong, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Sadam mengatakan, semenjak pandemi Covid-19, pihaknya menutup sementara wisata alam lubuk semah. Ini dilakukan guna pencegahan menyebar luasnya Covid-19 di tempat wisata.

“Kita buat himbauan pengunjung dilarang masuk lubuk semah,” katanya saat didatangi di Desa Tekalong, Mentebah, Kapuas Hulu, Senin (28/12/2020).

Sadam mengatakan, kurangnya pengawasan di tempat wisata tersebut serta tidak dijaga, pengunjung masih saja berdatangan dan tidak mendengarkan himbauan yang ada. “Walaupun udah dilarang tapi pengunjung masih berdatangan,” katanya.

Untuk itu Sadam mengatakan, setelah diberlakukan New Normal (tantanan kehidupan baru), wisata alam lubuk semah dibuka kembali dengan diterapkan ketat tata tertib protokol kesehatan. Pengunjung wajib menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, cek suhu tubuh, serta dihimbau untuk tidak berkerumun. “Semenjak New Normal wisata lubuk semah dibuka kembali dengan menerapkan prokes,” ucapnya.

Selain itu Sadam juga mengatakan, untuk pengunjung yang berkunjung ke wisata alam lubuk semah, dikenakan tarif sebesar Rp10.000. Itu untuk biaya parkir kendaraan pengunjung dan hasil tarif tersebut digunakan untuk pengelolaan wisata alam lubuk semah. “Pengunjung yang datang dikenakan tarif parkir kendaraan,” katanya.

Sadam mengatakan, pengunjung yang datang ke wisata alam lubuk semah sendiri, dari berbagai tempat dominan dari kecamatan-kecamatan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Pengunjung yang datang kewisata, kebanyakan untuk mandi dan berpoto, karena kualitas airnya yang sangat jernih, serta  pemandangan wisata alam bukit tungun yang sangat bagus untuk berpoto juga masih banyak yang lainya. “Banyak pengunjung yang datang ke Wisata Alam Lubuk Semah untuk mandi dan berpoto,” katanya.

Baca Juga :  Longsor Tebing Sungai Wewenang BWSK I

Sadam mengatakan, dalam perawatan wisata alam lubuk semah sendiri, masih menggunakan dana pribadi. Ia berharap kepada pihak pemerintah terkait agar dapat membantu, mulai dari Fasilitas wisata, akses jalan ketempat wisata, serta masih banyak kekurangan lainya. Hal lain yang perlu dilakukan adalah agar wisata alam lubuk semah menjadi lebih baik lagi sehinga dapat menarik pengunjung, bukan cuma pengunjung dalam negeri tetapi mancanegara juga. “Kita harapkan pemerintah terkait dapat membantu untuk memajukan wisata lubuk semah,” katanya. (dRe)

 

PUTUSSIBAU-Pengelola Wisata Alam Lubuk Semah, Desa Tekalong, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Sadam mengatakan, semenjak pandemi Covid-19, pihaknya menutup sementara wisata alam lubuk semah. Ini dilakukan guna pencegahan menyebar luasnya Covid-19 di tempat wisata.

“Kita buat himbauan pengunjung dilarang masuk lubuk semah,” katanya saat didatangi di Desa Tekalong, Mentebah, Kapuas Hulu, Senin (28/12/2020).

Sadam mengatakan, kurangnya pengawasan di tempat wisata tersebut serta tidak dijaga, pengunjung masih saja berdatangan dan tidak mendengarkan himbauan yang ada. “Walaupun udah dilarang tapi pengunjung masih berdatangan,” katanya.

Untuk itu Sadam mengatakan, setelah diberlakukan New Normal (tantanan kehidupan baru), wisata alam lubuk semah dibuka kembali dengan diterapkan ketat tata tertib protokol kesehatan. Pengunjung wajib menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, cek suhu tubuh, serta dihimbau untuk tidak berkerumun. “Semenjak New Normal wisata lubuk semah dibuka kembali dengan menerapkan prokes,” ucapnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Meningitis Jemaah Haji

Selain itu Sadam juga mengatakan, untuk pengunjung yang berkunjung ke wisata alam lubuk semah, dikenakan tarif sebesar Rp10.000. Itu untuk biaya parkir kendaraan pengunjung dan hasil tarif tersebut digunakan untuk pengelolaan wisata alam lubuk semah. “Pengunjung yang datang dikenakan tarif parkir kendaraan,” katanya.

Sadam mengatakan, pengunjung yang datang ke wisata alam lubuk semah sendiri, dari berbagai tempat dominan dari kecamatan-kecamatan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Pengunjung yang datang kewisata, kebanyakan untuk mandi dan berpoto, karena kualitas airnya yang sangat jernih, serta  pemandangan wisata alam bukit tungun yang sangat bagus untuk berpoto juga masih banyak yang lainya. “Banyak pengunjung yang datang ke Wisata Alam Lubuk Semah untuk mandi dan berpoto,” katanya.

Sadam mengatakan, dalam perawatan wisata alam lubuk semah sendiri, masih menggunakan dana pribadi. Ia berharap kepada pihak pemerintah terkait agar dapat membantu, mulai dari Fasilitas wisata, akses jalan ketempat wisata, serta masih banyak kekurangan lainya. Hal lain yang perlu dilakukan adalah agar wisata alam lubuk semah menjadi lebih baik lagi sehinga dapat menarik pengunjung, bukan cuma pengunjung dalam negeri tetapi mancanegara juga. “Kita harapkan pemerintah terkait dapat membantu untuk memajukan wisata lubuk semah,” katanya. (dRe)

PUTUSSIBAU-Pengelola Wisata Alam Lubuk Semah, Desa Tekalong, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Sadam mengatakan, semenjak pandemi Covid-19, pihaknya menutup sementara wisata alam lubuk semah. Ini dilakukan guna pencegahan menyebar luasnya Covid-19 di tempat wisata.

“Kita buat himbauan pengunjung dilarang masuk lubuk semah,” katanya saat didatangi di Desa Tekalong, Mentebah, Kapuas Hulu, Senin (28/12/2020).

Sadam mengatakan, kurangnya pengawasan di tempat wisata tersebut serta tidak dijaga, pengunjung masih saja berdatangan dan tidak mendengarkan himbauan yang ada. “Walaupun udah dilarang tapi pengunjung masih berdatangan,” katanya.

Untuk itu Sadam mengatakan, setelah diberlakukan New Normal (tantanan kehidupan baru), wisata alam lubuk semah dibuka kembali dengan diterapkan ketat tata tertib protokol kesehatan. Pengunjung wajib menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, cek suhu tubuh, serta dihimbau untuk tidak berkerumun. “Semenjak New Normal wisata lubuk semah dibuka kembali dengan menerapkan prokes,” ucapnya.

Selain itu Sadam juga mengatakan, untuk pengunjung yang berkunjung ke wisata alam lubuk semah, dikenakan tarif sebesar Rp10.000. Itu untuk biaya parkir kendaraan pengunjung dan hasil tarif tersebut digunakan untuk pengelolaan wisata alam lubuk semah. “Pengunjung yang datang dikenakan tarif parkir kendaraan,” katanya.

Sadam mengatakan, pengunjung yang datang ke wisata alam lubuk semah sendiri, dari berbagai tempat dominan dari kecamatan-kecamatan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Pengunjung yang datang kewisata, kebanyakan untuk mandi dan berpoto, karena kualitas airnya yang sangat jernih, serta  pemandangan wisata alam bukit tungun yang sangat bagus untuk berpoto juga masih banyak yang lainya. “Banyak pengunjung yang datang ke Wisata Alam Lubuk Semah untuk mandi dan berpoto,” katanya.

Baca Juga :  Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba, Rutan Putussibau Razia Warga Binaan

Sadam mengatakan, dalam perawatan wisata alam lubuk semah sendiri, masih menggunakan dana pribadi. Ia berharap kepada pihak pemerintah terkait agar dapat membantu, mulai dari Fasilitas wisata, akses jalan ketempat wisata, serta masih banyak kekurangan lainya. Hal lain yang perlu dilakukan adalah agar wisata alam lubuk semah menjadi lebih baik lagi sehinga dapat menarik pengunjung, bukan cuma pengunjung dalam negeri tetapi mancanegara juga. “Kita harapkan pemerintah terkait dapat membantu untuk memajukan wisata lubuk semah,” katanya. (dRe)

 

PUTUSSIBAU-Pengelola Wisata Alam Lubuk Semah, Desa Tekalong, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Sadam mengatakan, semenjak pandemi Covid-19, pihaknya menutup sementara wisata alam lubuk semah. Ini dilakukan guna pencegahan menyebar luasnya Covid-19 di tempat wisata.

“Kita buat himbauan pengunjung dilarang masuk lubuk semah,” katanya saat didatangi di Desa Tekalong, Mentebah, Kapuas Hulu, Senin (28/12/2020).

Sadam mengatakan, kurangnya pengawasan di tempat wisata tersebut serta tidak dijaga, pengunjung masih saja berdatangan dan tidak mendengarkan himbauan yang ada. “Walaupun udah dilarang tapi pengunjung masih berdatangan,” katanya.

Untuk itu Sadam mengatakan, setelah diberlakukan New Normal (tantanan kehidupan baru), wisata alam lubuk semah dibuka kembali dengan diterapkan ketat tata tertib protokol kesehatan. Pengunjung wajib menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, cek suhu tubuh, serta dihimbau untuk tidak berkerumun. “Semenjak New Normal wisata lubuk semah dibuka kembali dengan menerapkan prokes,” ucapnya.

Baca Juga :  Tandatangani Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas

Selain itu Sadam juga mengatakan, untuk pengunjung yang berkunjung ke wisata alam lubuk semah, dikenakan tarif sebesar Rp10.000. Itu untuk biaya parkir kendaraan pengunjung dan hasil tarif tersebut digunakan untuk pengelolaan wisata alam lubuk semah. “Pengunjung yang datang dikenakan tarif parkir kendaraan,” katanya.

Sadam mengatakan, pengunjung yang datang ke wisata alam lubuk semah sendiri, dari berbagai tempat dominan dari kecamatan-kecamatan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Pengunjung yang datang kewisata, kebanyakan untuk mandi dan berpoto, karena kualitas airnya yang sangat jernih, serta  pemandangan wisata alam bukit tungun yang sangat bagus untuk berpoto juga masih banyak yang lainya. “Banyak pengunjung yang datang ke Wisata Alam Lubuk Semah untuk mandi dan berpoto,” katanya.

Sadam mengatakan, dalam perawatan wisata alam lubuk semah sendiri, masih menggunakan dana pribadi. Ia berharap kepada pihak pemerintah terkait agar dapat membantu, mulai dari Fasilitas wisata, akses jalan ketempat wisata, serta masih banyak kekurangan lainya. Hal lain yang perlu dilakukan adalah agar wisata alam lubuk semah menjadi lebih baik lagi sehinga dapat menarik pengunjung, bukan cuma pengunjung dalam negeri tetapi mancanegara juga. “Kita harapkan pemerintah terkait dapat membantu untuk memajukan wisata lubuk semah,” katanya. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/