alexametrics
25.6 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Imigrasi Deportasi Dua WNA

PUTUSSIBAU-Sepanjang tahun 2020 Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau  mendeportasi 2 Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia.

Hal ini diungkapkan Sujarmono Simamora, Kasubsi Teknologi Informasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Putussibau, Rabu (30/12). “Dua WNA yang kita deportasi itu yakni Philip dan Wilson,” terang Sujarmono.

Lebih lanjut Sujarmono menjelaskan, kedua WNA Malaysia dideportasi karena melakukan pelanggaran, seperti Wilson di deportasi karena kasus pencurian motor setelah menjalani hukuman di Indonesia.

Sementara Philip dideportasi karena yang bersangkutan mencoba masuk ke Indonesia tidak melalui tempat pemeriksaan imigrasi atau yg biasa di debut Jalur tikus untuk mengunjungi keluarganya. “Wilson itu dideportasi sekitar bulan Maret dan Philip bulan bulan Desember ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Safari Ramadhan, Wabup Bantu Sembako

Lanjut Sujarmono, jumlah WNA di Kapuas Hulu yang dideportasi tahun ini memang jauh menurun mengingat sejak tanggal 20 Maret 2020 itu WNA dilarang masuk Indonesia karena adanya kasus COVID – 19.

“Kecuali WNA yang bekerja ditempat strategis program pemerintah, mereka tetap diperbolehkan masuk dengan dokumen lengkap,” jelasnya.

Berdasarkan data yang ada kata Sumarjono, sementara WNA yang ada di Kapuas Hulu ada 16 orang baik bekerja di perusahaan maupun sebagai misionaris. “Mulai WNA yang berasal dari Negara Amerika, Jerman, Austria, Korsel dan Malaysia,” tuturnya.

Sambung Sujarmono, dalam melakukan pengawasan terhadap WNA yang masuk kr Indonesia, khususnya melalui jalur tikus di perbatasan, baru – baru ini pihaknya melakukan operasi gabungan bersama Pamtas, Beacukai, Polisi, TNI dan Instansi terkait melakukan pengecekan.

Baca Juga :  Biasakan Diri Amalkan Nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan

“Dari hasil operasi gabungan tersebut tidak menemukan orang yang melakukan pelanggaran. Baik itu dari WNA maupun warga kita,” ujarnya.

Sujarmono pun mengajak warga untuk aktif mengawasi dan melaporkan jika menemukan WNA di wilayahnya.

“Jika ditemukan WNA yang melakukan kegiatan ilegal ataupun status tinggalnya bermasalah, maka pihak imigrasi akan mengamankan yang bersangkutan,” kata Sujarmono. (dRe)

PUTUSSIBAU-Sepanjang tahun 2020 Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau  mendeportasi 2 Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia.

Hal ini diungkapkan Sujarmono Simamora, Kasubsi Teknologi Informasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Putussibau, Rabu (30/12). “Dua WNA yang kita deportasi itu yakni Philip dan Wilson,” terang Sujarmono.

Lebih lanjut Sujarmono menjelaskan, kedua WNA Malaysia dideportasi karena melakukan pelanggaran, seperti Wilson di deportasi karena kasus pencurian motor setelah menjalani hukuman di Indonesia.

Sementara Philip dideportasi karena yang bersangkutan mencoba masuk ke Indonesia tidak melalui tempat pemeriksaan imigrasi atau yg biasa di debut Jalur tikus untuk mengunjungi keluarganya. “Wilson itu dideportasi sekitar bulan Maret dan Philip bulan bulan Desember ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Ayo Sukseskan Pilkada

Lanjut Sujarmono, jumlah WNA di Kapuas Hulu yang dideportasi tahun ini memang jauh menurun mengingat sejak tanggal 20 Maret 2020 itu WNA dilarang masuk Indonesia karena adanya kasus COVID – 19.

“Kecuali WNA yang bekerja ditempat strategis program pemerintah, mereka tetap diperbolehkan masuk dengan dokumen lengkap,” jelasnya.

Berdasarkan data yang ada kata Sumarjono, sementara WNA yang ada di Kapuas Hulu ada 16 orang baik bekerja di perusahaan maupun sebagai misionaris. “Mulai WNA yang berasal dari Negara Amerika, Jerman, Austria, Korsel dan Malaysia,” tuturnya.

Sambung Sujarmono, dalam melakukan pengawasan terhadap WNA yang masuk kr Indonesia, khususnya melalui jalur tikus di perbatasan, baru – baru ini pihaknya melakukan operasi gabungan bersama Pamtas, Beacukai, Polisi, TNI dan Instansi terkait melakukan pengecekan.

Baca Juga :  Tabrakan Speedboat di Selimbau

“Dari hasil operasi gabungan tersebut tidak menemukan orang yang melakukan pelanggaran. Baik itu dari WNA maupun warga kita,” ujarnya.

Sujarmono pun mengajak warga untuk aktif mengawasi dan melaporkan jika menemukan WNA di wilayahnya.

“Jika ditemukan WNA yang melakukan kegiatan ilegal ataupun status tinggalnya bermasalah, maka pihak imigrasi akan mengamankan yang bersangkutan,” kata Sujarmono. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/