alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Petani Kelapa Genjah Salak Usia Tanam Cepat, Raih Omzet Puluhan Juta Setahun

SUKADANA – Kelapa genjah menjadi salah satu pilihan bagi para petani untuk menambah pendapatannya. Tanaman kelapa terdiri dari dua tipe, yaitu kelapa dalam dan kelapa genjah. Perbedaan yang signifikan antara kelapa dalam dan kelapa genjah yaitu pada kecepatan berbuah, tinggi tanaman, dan ukuran serta jumlah buah. Pada kelapa dalam mulai berbuah pada usia tanam 6-8 tahun, tinggi bisa mencapai 30 meter, ukuran buah 1,5 hingga 2,5 kg/butir dan tiap pohon dapat berbuah 90 biji dalam setahun.

Sedangkan kelapa genjah sudah dapat berbuah pada usia tanam 3-4 tahun, pada umumnya memiliki batang pendek sekitar 12 meter, ukuran buah kecil maksimal 1,5 kg/butir namun jumlah buah per pohon per tahun dapat mencapai 140 buah.

Sementara, di Kabupaten Kayong Utara, satu-satunya penangkar atau produsen benih kelapa genjah salak adalah seorang petani bernama Dedi Fajarai alias A Liong. Ayah satu anak ini memulai usaha pembibitan kelapa genjah salak sejak tahun 2008 lalu di tanah seluas 2,5 Ha miliknya di Dusun Ampera Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

Baca Juga :  Fraksi Kayong Bersatu Walk Out

A Liong awalnya membeli bibit kelapa genjah salak dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar yang mana saat itu sedang mengadakan program pembagian benih kelapa genjah ke beberapa kabupaten di Kalimantan Barat. Di kemudian hari diketahui ternyata bibit yang dibagi-bagikan tersebut tidak berhasil tumbuh kecuali bibit kelapa genjah yang dibeli A Liong.

“Saya biasa panen kelapa genjah salak ini setiap dua bulan sekali, dengan omset di atas 10 juta/ 2-3 bulan. Kelapa genjah milik saya daging buahnya tebal, lembut, dan airnya manis. Pembeli buah kelapa saya kebanyakan orang-orang dari perusahaan Malaysia PT. Cargiel. Biasanya mereka membeli setiap dua minggu sekali. Selain dari kebun kelapa ini, saya juga memiliki kebun karet seluas 10 Ha tak jauh dari rumah saya,” ujar A Liong.

Baca Juga :  Rizkya Belum Ditemukan

A Liong melakukan penanaman dengan jarak tanam 7,25 x 7,25. Dari mulai menanam hingga berbuahnya kelapa genjah salak ini membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun. Saat ini A Liong melakukan penambahan lahan sebanyak 600 pohon. Pembelian bibit ditambah dengan pembelian buah kelapa muda untuk dikonsumsi sebagai minuman. Penjualan bibit dipromosikan melalui channel youtube Agro Tani Ketapang. Permintaan bibit cukup tinggi baik lokal area Kalbar juga area di luar Kalbar.

“Bagi masyarakat atau petani pekebun khususnya di Kayong Utara, mari manfaatkan lahan dengan menanam kelapa genjah salak ini karena prospeknya yang bagus,” ajak A Liong.   (dan)

SUKADANA – Kelapa genjah menjadi salah satu pilihan bagi para petani untuk menambah pendapatannya. Tanaman kelapa terdiri dari dua tipe, yaitu kelapa dalam dan kelapa genjah. Perbedaan yang signifikan antara kelapa dalam dan kelapa genjah yaitu pada kecepatan berbuah, tinggi tanaman, dan ukuran serta jumlah buah. Pada kelapa dalam mulai berbuah pada usia tanam 6-8 tahun, tinggi bisa mencapai 30 meter, ukuran buah 1,5 hingga 2,5 kg/butir dan tiap pohon dapat berbuah 90 biji dalam setahun.

Sedangkan kelapa genjah sudah dapat berbuah pada usia tanam 3-4 tahun, pada umumnya memiliki batang pendek sekitar 12 meter, ukuran buah kecil maksimal 1,5 kg/butir namun jumlah buah per pohon per tahun dapat mencapai 140 buah.

Sementara, di Kabupaten Kayong Utara, satu-satunya penangkar atau produsen benih kelapa genjah salak adalah seorang petani bernama Dedi Fajarai alias A Liong. Ayah satu anak ini memulai usaha pembibitan kelapa genjah salak sejak tahun 2008 lalu di tanah seluas 2,5 Ha miliknya di Dusun Ampera Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Medan Jaya

A Liong awalnya membeli bibit kelapa genjah salak dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar yang mana saat itu sedang mengadakan program pembagian benih kelapa genjah ke beberapa kabupaten di Kalimantan Barat. Di kemudian hari diketahui ternyata bibit yang dibagi-bagikan tersebut tidak berhasil tumbuh kecuali bibit kelapa genjah yang dibeli A Liong.

“Saya biasa panen kelapa genjah salak ini setiap dua bulan sekali, dengan omset di atas 10 juta/ 2-3 bulan. Kelapa genjah milik saya daging buahnya tebal, lembut, dan airnya manis. Pembeli buah kelapa saya kebanyakan orang-orang dari perusahaan Malaysia PT. Cargiel. Biasanya mereka membeli setiap dua minggu sekali. Selain dari kebun kelapa ini, saya juga memiliki kebun karet seluas 10 Ha tak jauh dari rumah saya,” ujar A Liong.

Baca Juga :  Lewat Youtube, Raup Pasar hingga Luar Negeri

A Liong melakukan penanaman dengan jarak tanam 7,25 x 7,25. Dari mulai menanam hingga berbuahnya kelapa genjah salak ini membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun. Saat ini A Liong melakukan penambahan lahan sebanyak 600 pohon. Pembelian bibit ditambah dengan pembelian buah kelapa muda untuk dikonsumsi sebagai minuman. Penjualan bibit dipromosikan melalui channel youtube Agro Tani Ketapang. Permintaan bibit cukup tinggi baik lokal area Kalbar juga area di luar Kalbar.

“Bagi masyarakat atau petani pekebun khususnya di Kayong Utara, mari manfaatkan lahan dengan menanam kelapa genjah salak ini karena prospeknya yang bagus,” ajak A Liong.   (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/