alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Dampak Karhutla, SDN 29 Pemangkat Nyaris Terbakar

TELUK MELANO – Kurang lebih seluas 11 hektare lahan terbakar di Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Selasa (2/3). Bahkan bangunan SD Negeri 29 Pemangkat yang berlokasi tak jauh dari kebakaran nyaris menjadi korban. Api yang mengganas sejak siang baru berhasil dipadamkan pada malam harinya oleh petugas gabungan dan masyarakat.

“Kejadian di Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Selasa (2/3) malam,  yang sebelumnya sudah terjadi sejak siang membakar kurang lebih 11 hektare lahan. Api berhasil dipadamkan pada malam hari, kebetulan jam 1 dini hari pun ade hujan.  Saat ini api sudah padam,” terang Kepala Desa (Kades) Pemangkat Mujiman, Rabu (3/2) via telfon.

Mujiman menjelaskan, lokasi kebakaran lahan tidak jauh dari bangunan SD Negeri 29 Pemangkat. Untungnya, diakui dia, api berhasil dipadamkan oleh petugas, dibantu masyarakat setempat.

“Tadi malam, Selasa (2/3) kalau ndak dieksekusi api dah mau menyambar sekolahan SD 29 Pemangkat. Lokasi kejadian Dusun Pemangkat Jaya, Trans Pemangkat,  Desa Pemangkat. Proses pemadaman yang ikut turun ada Bapak Kapolsek (Simpang Hilir), Babinsa, Manggala Agni,  BPBD, serta warga masyarakat,” sambungnya.

Baca Juga :  Antisipasi Karhutla, Pemkab Gencarkan Sosialisasi

Mujiman menambahkan,  titik awal api diketahui berasal dari Dusun Pemangkat Jaya.  Lahan yang terbakar, menurut dia, merupakan lahan pertanian milik warga, terdiri dari kebun karet, sawit, termasuk aset desa. Total keseluruhan diperkirakan dia sekitar 11 hektare lebih.

“Saya lihat api sudah semakin membesar, kami mulai waspada karena api mulai menyala. Awalnya kami memadamkan dengan alat desa bantuan dari Pemerintah Kabupaten dan Provinsi dari jam dua siang sampai jam empat sore. Sorenya dibantu dari Manggala Agni, Polsek, Danramil, masyarakat dalam proses pemedaman tersebut,” jelasnya.

Terkait hal ini, Kades berpesan kepada masyarakat agar tidak membakar sembarangan serta menjaga bersama sama-sama. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Polsek, Koramil Simpang Hilir berserta jajarannya, serta Manggala Agni, BPBD, masyarakat yang ikut andil dalam proses pemadaman,” ungkapnya.

Baca Juga :  Terbukti Bersalah PT SKM Serahkan Denda Rp1 Miliar

Terpisah, Kapolsek Simpang Hilir Iptu Deddi Sitepu, membenarkan mengenai kejadian tersebut. Pada proses pemadaman, api berhasil mereka padamkan pada malam harinya. Saat proses pemadaman, dilakukan mereka secara bersama oleh petugas gabungan, dibantu masyarakat setempat.

“Api diketahui sekitar pukul 15.00 WIB, karena keterbatasan sumber air jadi api merembet sekitar 50 meter di belakang Sekolah Dasar Negeri 29 Tr 3 Rt08 /Rw04 Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir. Api berhasil kami padamkan sekitar pukul 23.00 WIB, untuk area yang terbakar merupakan lahan semak belukar. Dalam proses pemadaman melibatkan TNI, Polri Simpang Hilir, Manggala Agni, serta masyarakat Desa Pemangkat,” terangnya. (dan)

TELUK MELANO – Kurang lebih seluas 11 hektare lahan terbakar di Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Selasa (2/3). Bahkan bangunan SD Negeri 29 Pemangkat yang berlokasi tak jauh dari kebakaran nyaris menjadi korban. Api yang mengganas sejak siang baru berhasil dipadamkan pada malam harinya oleh petugas gabungan dan masyarakat.

“Kejadian di Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Selasa (2/3) malam,  yang sebelumnya sudah terjadi sejak siang membakar kurang lebih 11 hektare lahan. Api berhasil dipadamkan pada malam hari, kebetulan jam 1 dini hari pun ade hujan.  Saat ini api sudah padam,” terang Kepala Desa (Kades) Pemangkat Mujiman, Rabu (3/2) via telfon.

Mujiman menjelaskan, lokasi kebakaran lahan tidak jauh dari bangunan SD Negeri 29 Pemangkat. Untungnya, diakui dia, api berhasil dipadamkan oleh petugas, dibantu masyarakat setempat.

“Tadi malam, Selasa (2/3) kalau ndak dieksekusi api dah mau menyambar sekolahan SD 29 Pemangkat. Lokasi kejadian Dusun Pemangkat Jaya, Trans Pemangkat,  Desa Pemangkat. Proses pemadaman yang ikut turun ada Bapak Kapolsek (Simpang Hilir), Babinsa, Manggala Agni,  BPBD, serta warga masyarakat,” sambungnya.

Baca Juga :  Titik Hotspot Masih Tersebar, Hujan Masih Berpotensi Terjadi

Mujiman menambahkan,  titik awal api diketahui berasal dari Dusun Pemangkat Jaya.  Lahan yang terbakar, menurut dia, merupakan lahan pertanian milik warga, terdiri dari kebun karet, sawit, termasuk aset desa. Total keseluruhan diperkirakan dia sekitar 11 hektare lebih.

“Saya lihat api sudah semakin membesar, kami mulai waspada karena api mulai menyala. Awalnya kami memadamkan dengan alat desa bantuan dari Pemerintah Kabupaten dan Provinsi dari jam dua siang sampai jam empat sore. Sorenya dibantu dari Manggala Agni, Polsek, Danramil, masyarakat dalam proses pemedaman tersebut,” jelasnya.

Terkait hal ini, Kades berpesan kepada masyarakat agar tidak membakar sembarangan serta menjaga bersama sama-sama. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Polsek, Koramil Simpang Hilir berserta jajarannya, serta Manggala Agni, BPBD, masyarakat yang ikut andil dalam proses pemadaman,” ungkapnya.

Baca Juga :  Lahan Gambut jadi Atensi Perusahaan Perkebunan

Terpisah, Kapolsek Simpang Hilir Iptu Deddi Sitepu, membenarkan mengenai kejadian tersebut. Pada proses pemadaman, api berhasil mereka padamkan pada malam harinya. Saat proses pemadaman, dilakukan mereka secara bersama oleh petugas gabungan, dibantu masyarakat setempat.

“Api diketahui sekitar pukul 15.00 WIB, karena keterbatasan sumber air jadi api merembet sekitar 50 meter di belakang Sekolah Dasar Negeri 29 Tr 3 Rt08 /Rw04 Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir. Api berhasil kami padamkan sekitar pukul 23.00 WIB, untuk area yang terbakar merupakan lahan semak belukar. Dalam proses pemadaman melibatkan TNI, Polri Simpang Hilir, Manggala Agni, serta masyarakat Desa Pemangkat,” terangnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/