alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Tidak Terima Diejek saat Main Kartu Gaple, Warga Saling Baku Hantam

SUKADANA – Berawal diejek saat bermain kartu gaple di Desa Satai Lestari, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat warga saling baku hantam hingga mengakibatkan luka serius dan dilarikan ke rumah sakit. Sementara mengenai kasus ini dalam penanganan pihak kepolisian.

Mengenai hal ini, Kapolres Kayong Utara AKBP Arief Hidayat melalui Kapolsek Pulau Maya IPDA Sumardi membenarkan mengenai peristiwa tersebut, terjadi Sabtu 12 Juli 2022 pukul 18.30 WIB, yang hingga menyebabkan luka.

“Pada hari Sabtu, tanggal 2 Juli 2022 Sekitar pukul 18.30 Wib, telah terjadi perkelahian warga Desa Satai Lestari, Kecamatan Pulau Maya yang menyebabkan luka-luka,” terangnya kepada Pontianak Post, Senin (4/7).

Dijelasakannya, penyebab hingga terjadi perkelahian tersebut lantaran salah satu dari mereka tersinggung dan menyebabkan terjadi perkelahian di lokasi yang sepi.

“Adapun penyebab perkelahian tersebut bermula dari saudara AT menegur Saudara M yang sedang bermain kartu Gaple di rumah saudara HT, warga Dusun Sukabaru Desa Satai Lestari. Namun saudara M tersebut tersinggung dan marah dan mengajak berkelahi di tempat sepi,” jelasnya.

Baca Juga :  Pengaruh Buruk Judi Online

“Perkelahian tersebut terjadi karena saudara M tidak terima ditegur oleh saudara AT yang tersinggung dan emosi sehingga mengajak saudara AT berkelahi di tempat sepi,” terangnya.

Lebih jauh, berdasarkan informasi kejadian bermula ketika ada beberapa warga bermain gaple di sebuah warung di Desa Satai Lestari pada Sabtu (2/7/2022) malam.

Diceritakannya tidak lama datang seorang warga berinisial AT, yang berniat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) motor miliknya. Namun AT tak langsung pergi setelah mengisi bensin, dirinya sempat melihat beberapa warga yang main gaplek, dan mengolok – olok salah satu warga yang sedang main.

Tidak terima lantaran diejek AT, beberapa warga yang sedang bermain gaple pun saling adu mulut, hingga sempat berkelahi, sempat dilerai warga.

Selanjutnya, keduanya pulang perkelahian berlanjut di salah satu lokasi lain yang sepi, menggunakan senjata tajam.

Baca Juga :  Pembudidaya Masih Kesulitan dalam Pemasaran

“Ia betul. Ada warga yang melihat mereka berkelahi, dan melapor ke Polsek. Setelah kita datang keduanya sudah mengalami luka – luka senjata tajam. Keduanya dilarikan kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” jelas Kapolsek IPDA Sumardi, Senin (4/7/2022).

Selain melibatkan AT dan MH saat di lokasi perkelahian juga terdapat MS. MS merupakan salah satu warga yang ikut bermain gaple saat itu.

Berdasarkan informasi yang ada, MS berada di lokasi perkelahian lantaran ingin melerai perkelahian, dengan menggunakan bambu. “Warga menggunakan bambu, melerai perkelahian tersebut,” tuturnya.

Atas hal tersebut ketiga warga dilarikan RSUD RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I guna mendapatkan perawatan dan rencananya akan dirujuk ke Kabupaten Ketapang.

“Sampai saat ini belum ada laporan (Perkelahian). Bisa saja dilakukan upaya hukum karena menggunakan sajam.Kita lihat nanti, karena yang terlibat masih dalam proses perawatan,” katanya. (dan).

SUKADANA – Berawal diejek saat bermain kartu gaple di Desa Satai Lestari, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat warga saling baku hantam hingga mengakibatkan luka serius dan dilarikan ke rumah sakit. Sementara mengenai kasus ini dalam penanganan pihak kepolisian.

Mengenai hal ini, Kapolres Kayong Utara AKBP Arief Hidayat melalui Kapolsek Pulau Maya IPDA Sumardi membenarkan mengenai peristiwa tersebut, terjadi Sabtu 12 Juli 2022 pukul 18.30 WIB, yang hingga menyebabkan luka.

“Pada hari Sabtu, tanggal 2 Juli 2022 Sekitar pukul 18.30 Wib, telah terjadi perkelahian warga Desa Satai Lestari, Kecamatan Pulau Maya yang menyebabkan luka-luka,” terangnya kepada Pontianak Post, Senin (4/7).

Dijelasakannya, penyebab hingga terjadi perkelahian tersebut lantaran salah satu dari mereka tersinggung dan menyebabkan terjadi perkelahian di lokasi yang sepi.

“Adapun penyebab perkelahian tersebut bermula dari saudara AT menegur Saudara M yang sedang bermain kartu Gaple di rumah saudara HT, warga Dusun Sukabaru Desa Satai Lestari. Namun saudara M tersebut tersinggung dan marah dan mengajak berkelahi di tempat sepi,” jelasnya.

Baca Juga :  Keluarga Berharap Pembunuh Nurcholys Segera Terungkap

“Perkelahian tersebut terjadi karena saudara M tidak terima ditegur oleh saudara AT yang tersinggung dan emosi sehingga mengajak saudara AT berkelahi di tempat sepi,” terangnya.

Lebih jauh, berdasarkan informasi kejadian bermula ketika ada beberapa warga bermain gaple di sebuah warung di Desa Satai Lestari pada Sabtu (2/7/2022) malam.

Diceritakannya tidak lama datang seorang warga berinisial AT, yang berniat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) motor miliknya. Namun AT tak langsung pergi setelah mengisi bensin, dirinya sempat melihat beberapa warga yang main gaplek, dan mengolok – olok salah satu warga yang sedang main.

Tidak terima lantaran diejek AT, beberapa warga yang sedang bermain gaple pun saling adu mulut, hingga sempat berkelahi, sempat dilerai warga.

Selanjutnya, keduanya pulang perkelahian berlanjut di salah satu lokasi lain yang sepi, menggunakan senjata tajam.

Baca Juga :  Ditemukan Sedang Duduk di Bawah Pohon Durian

“Ia betul. Ada warga yang melihat mereka berkelahi, dan melapor ke Polsek. Setelah kita datang keduanya sudah mengalami luka – luka senjata tajam. Keduanya dilarikan kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” jelas Kapolsek IPDA Sumardi, Senin (4/7/2022).

Selain melibatkan AT dan MH saat di lokasi perkelahian juga terdapat MS. MS merupakan salah satu warga yang ikut bermain gaple saat itu.

Berdasarkan informasi yang ada, MS berada di lokasi perkelahian lantaran ingin melerai perkelahian, dengan menggunakan bambu. “Warga menggunakan bambu, melerai perkelahian tersebut,” tuturnya.

Atas hal tersebut ketiga warga dilarikan RSUD RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I guna mendapatkan perawatan dan rencananya akan dirujuk ke Kabupaten Ketapang.

“Sampai saat ini belum ada laporan (Perkelahian). Bisa saja dilakukan upaya hukum karena menggunakan sajam.Kita lihat nanti, karena yang terlibat masih dalam proses perawatan,” katanya. (dan).

Most Read

Artikel Terbaru

/