alexametrics
28.9 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Rp71,6 M untuk Pelabuhan Penyeberangan

SUKADANA – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kayong Utara, Erwan Wahyu Hidayat, mengatakan, pembangunan pelabuhan penyeberangan kapal feri Teluk Batang terbagi menjadi tiga tahap pengerjaan dan 3 tahun anggaran. Disebutkan dia, pengerjaan tersebut dianggarkan mencapai Rp71,6 miliar dari APBN.

Iya, untuk tiga tahap dan 3 tahun anggaran APBN. Pelabuhan penyeberangan Teluk Batang pekerjaan terbagi menjadi tiga tahap, dan tiga tahun anggaran, dengan total anggaaran mencapai 71,6 M,” terangnya di Sukadana, Jumat (9/8).

Diirnya berharap, jika pekerjaan tersebut sudah selesai, pelayanan angkutan penyebrangan dapat kembali dilaksanakan di kawasan UPT Pelabuhan Teluk Batang. “Harapannya ketika pelabuhan penyeberangan tersebut sudah selesai, pelayanan angkutan penyeberangan dapat kembali dilaksanakan di kawasan UPT. Pelabuhan Teluk Batang,” tambahnya.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Seorang Pesampan Tewas Tenggelam

Selanjutnya, diharapkan dia, operator angkutan pelayanan PT. ASDP Indonesia dapat kembali beroperasi. Walau saat ini, menurut dia, angkutan penyebrangan tersebut dilakukan PT. Mitra Kapuas Utama. “Kemudian operator angkutan pelayaran PT. ASDP Indonesia Ferry, dapat kembali beroperasi. Di mana  saat ini angkutan penyeberangan dioperasikan oleh PT. Mitra Kapuas Utama,” kata dia.

Dijelasakan dia, kegiatan pembanguanan tersebut bersumber dari APBN di Kementerian Perhubungan, yang dikelola oleh BPTD Wilayah XIV Kalbar. “Kegiatan tersebut bersumber dari APBN Kementerian Perhubungan, yang dalam hal ini dikelola oleh BPTD Wilayah XIV Kalimantan Barat, untuk digunakan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) atau masyarakat umum lebih familiar dengan sebutan kapal feri,” lanjut dia. (dan)

SUKADANA – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kayong Utara, Erwan Wahyu Hidayat, mengatakan, pembangunan pelabuhan penyeberangan kapal feri Teluk Batang terbagi menjadi tiga tahap pengerjaan dan 3 tahun anggaran. Disebutkan dia, pengerjaan tersebut dianggarkan mencapai Rp71,6 miliar dari APBN.

Iya, untuk tiga tahap dan 3 tahun anggaran APBN. Pelabuhan penyeberangan Teluk Batang pekerjaan terbagi menjadi tiga tahap, dan tiga tahun anggaran, dengan total anggaaran mencapai 71,6 M,” terangnya di Sukadana, Jumat (9/8).

Diirnya berharap, jika pekerjaan tersebut sudah selesai, pelayanan angkutan penyebrangan dapat kembali dilaksanakan di kawasan UPT Pelabuhan Teluk Batang. “Harapannya ketika pelabuhan penyeberangan tersebut sudah selesai, pelayanan angkutan penyeberangan dapat kembali dilaksanakan di kawasan UPT. Pelabuhan Teluk Batang,” tambahnya.

Baca Juga :  Pengedar Dibekuk, Polisi Amankan 2,51 Ons Sabu di Ngabang

Selanjutnya, diharapkan dia, operator angkutan pelayanan PT. ASDP Indonesia dapat kembali beroperasi. Walau saat ini, menurut dia, angkutan penyebrangan tersebut dilakukan PT. Mitra Kapuas Utama. “Kemudian operator angkutan pelayaran PT. ASDP Indonesia Ferry, dapat kembali beroperasi. Di mana  saat ini angkutan penyeberangan dioperasikan oleh PT. Mitra Kapuas Utama,” kata dia.

Dijelasakan dia, kegiatan pembanguanan tersebut bersumber dari APBN di Kementerian Perhubungan, yang dikelola oleh BPTD Wilayah XIV Kalbar. “Kegiatan tersebut bersumber dari APBN Kementerian Perhubungan, yang dalam hal ini dikelola oleh BPTD Wilayah XIV Kalimantan Barat, untuk digunakan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) atau masyarakat umum lebih familiar dengan sebutan kapal feri,” lanjut dia. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/