alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Perlu Pendisiplinan Angkutan Air

SUKADANA – Sejumlah pengelola sarana transportasi air di Kabupaten Kayong Utara terlihat begitu mengabaikan protokol kesehatan. Mereka mengambil penumpang hingga batas maksimal, padahal saat ini masih pandemi Covid-19 yang mengancam keselamatan seluruh masyarakat.

Jamani, salah satu  penumpang kapal mengaku sangat keberatan dengan kondisi penumpang, karena terbilang berdesakan tanpa ruang untuk menjaga jarak, serta tak ada aparat di pelabuhan yang menjaga protokol kesehatan di jalankan oleh pengelola kapal.

“Benar Bang, semalam saya memang sangat bimbang dan keberatan selama di dalam kapal, karena penumpang itu penuh, berdesakan, dak bise kita jaga jarak, apalagi di Pelabuhan Teluk Batang sebelum berangkat memang tak ada petugas polisi, Dinas Perhubungan atau Gugus Tugas Covid untuk menyuruh orang kapal menerapkan protokol kesehatan, setidaknya membatasi penumpang agar tidak berdesakan,” terangnya.

Jamani juga menilai, pihak pengelola kapal sudah melakukan pelanggaran, karena sebelumnya pasti sudah diberikan sosialisasi dari gugus tugas, agar dapat membatasi penumpang. Mereka juga, menurut dia, diharuskan menyediakan sarana cuci tangan, serta mewajibkan pnggunaan masker selama di dalam kapal.

“Ini pelanggaran Bang, harus ditindak, kalau tidak ye aparat kite yang salah karne membiarkan, dak mungkin lah pemda sebagai Gugus Tugas dak pernah ngasih sosialisasi di pelabuhan tentang protokol kesehatan, pasti udah dari kemarin-kemarin, hanya sengaja tidak dipedulikan oleh pengelola kapal, dan memang aparat di sekitar pelabuhan tidak bekerja dengan serius,” tambahnya.

Baca Juga :  Bhayangkari Peduli Warga Kurang Mampu, Distribusikan Sembako dan Kebutuhan Warga

Selain Jamani, Rohana juga mengatakan hal senada. Dirinya melihat seluruh kapal klotok di Pelabuhan Teluk Batang memang tidak menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, dia menyayangkan, aparat yang berada di tempat juga telihat tidak peduli dengan pelanggaran yang terjadi.

“Kemarin saya mengantar sepupu balik sebelum tahun baru, cuma bukan klotok ini, satunye lagi, ya kondisinya sama kayak begini, tak ada penerapan protokol kesehatan juga, bahkan waktu itu banyak polisi dan orang Dinas Perhubungan, mereka cuma ngopi di warung ndak ade merikse kapal, sedangkan penumpang berjejal, bedesakan, dak pake masker, mereka tak peduli,” kata dia.

Rohana menambahkan, meski sangat keberatan dengan tindak tanduk aparat serta pengelola kapal, dirinya terpaksa tetap menggunakan sarana transportasi tradisional ini. Karena sarana transportasi yang satu ini terbilang murah untuk dirinya sekeluarga, di tengah himpitan ekonomi yang sulit selama masa pandemi.

“Kami nih maok dak maok Bang, terpakse karne murah, sekarang kite tau ekonomi lagi sulit karne pandemi covid, tapi jangan lah pelayanannye murahan kaya gini, ape gune sosialisasi Pemda, Ape Gune aparat di pelabuhan kalau dan nerapkan aturan, akhirnye warga yang jadi korban,” lanjutnya.

Baca Juga :  Guru SD Harus Mampu Bercerita

Sementara itu, Hilaria Yusnani, sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kayong Utara menjelaskan, pihaknya sama sekali tak mengetahui kejadian ini. Sekda mengaku belum mendapat laporan dari warga. Sementara saat ini, dia menambahkan, personel dari Gugus Tugas sedang beristirahat karena terporsir untuk kegiatan malam tahun baru kemarin.

Saye baru dengar nih, belum dapat laporan dari pihak kecamatan terkait hal ini, yang saye tau memang personil dari gugus tugas kita kelelahan, dan sedang diistirahatkan, karena mereka terporsir saat malam tahun baru kemarin,” kata dia.

Hilaria juga menegaskan, pihaknya akan memanggil Gugus Tugas Kecamatan dan aparat keamanan pelabuhan untuk dimintai keterangan. Bahkan Sekda juga akan meminta agar pemilik kapal yang bersangkutan diberikan sanksi tegas kalau memang terbukti melanggar aturan.

“Dengan adanya informasi ini, akan kami panggil Gugus Tugas Kecamatan dan aparat keamanan pelabuhan untui kita mintai keterangan, bersama juga denga pemilik atau pengelola kapal, kalau meman terbukti mereka melanggar akan kita beri tindakan tegas,” lanjut dia. (dan)

SUKADANA – Sejumlah pengelola sarana transportasi air di Kabupaten Kayong Utara terlihat begitu mengabaikan protokol kesehatan. Mereka mengambil penumpang hingga batas maksimal, padahal saat ini masih pandemi Covid-19 yang mengancam keselamatan seluruh masyarakat.

Jamani, salah satu  penumpang kapal mengaku sangat keberatan dengan kondisi penumpang, karena terbilang berdesakan tanpa ruang untuk menjaga jarak, serta tak ada aparat di pelabuhan yang menjaga protokol kesehatan di jalankan oleh pengelola kapal.

“Benar Bang, semalam saya memang sangat bimbang dan keberatan selama di dalam kapal, karena penumpang itu penuh, berdesakan, dak bise kita jaga jarak, apalagi di Pelabuhan Teluk Batang sebelum berangkat memang tak ada petugas polisi, Dinas Perhubungan atau Gugus Tugas Covid untuk menyuruh orang kapal menerapkan protokol kesehatan, setidaknya membatasi penumpang agar tidak berdesakan,” terangnya.

Jamani juga menilai, pihak pengelola kapal sudah melakukan pelanggaran, karena sebelumnya pasti sudah diberikan sosialisasi dari gugus tugas, agar dapat membatasi penumpang. Mereka juga, menurut dia, diharuskan menyediakan sarana cuci tangan, serta mewajibkan pnggunaan masker selama di dalam kapal.

“Ini pelanggaran Bang, harus ditindak, kalau tidak ye aparat kite yang salah karne membiarkan, dak mungkin lah pemda sebagai Gugus Tugas dak pernah ngasih sosialisasi di pelabuhan tentang protokol kesehatan, pasti udah dari kemarin-kemarin, hanya sengaja tidak dipedulikan oleh pengelola kapal, dan memang aparat di sekitar pelabuhan tidak bekerja dengan serius,” tambahnya.

Baca Juga :  Bhayangkari Peduli Warga Kurang Mampu, Distribusikan Sembako dan Kebutuhan Warga

Selain Jamani, Rohana juga mengatakan hal senada. Dirinya melihat seluruh kapal klotok di Pelabuhan Teluk Batang memang tidak menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, dia menyayangkan, aparat yang berada di tempat juga telihat tidak peduli dengan pelanggaran yang terjadi.

“Kemarin saya mengantar sepupu balik sebelum tahun baru, cuma bukan klotok ini, satunye lagi, ya kondisinya sama kayak begini, tak ada penerapan protokol kesehatan juga, bahkan waktu itu banyak polisi dan orang Dinas Perhubungan, mereka cuma ngopi di warung ndak ade merikse kapal, sedangkan penumpang berjejal, bedesakan, dak pake masker, mereka tak peduli,” kata dia.

Rohana menambahkan, meski sangat keberatan dengan tindak tanduk aparat serta pengelola kapal, dirinya terpaksa tetap menggunakan sarana transportasi tradisional ini. Karena sarana transportasi yang satu ini terbilang murah untuk dirinya sekeluarga, di tengah himpitan ekonomi yang sulit selama masa pandemi.

“Kami nih maok dak maok Bang, terpakse karne murah, sekarang kite tau ekonomi lagi sulit karne pandemi covid, tapi jangan lah pelayanannye murahan kaya gini, ape gune sosialisasi Pemda, Ape Gune aparat di pelabuhan kalau dan nerapkan aturan, akhirnye warga yang jadi korban,” lanjutnya.

Baca Juga :  Imbau Masyarakat Beribadah di Rumah

Sementara itu, Hilaria Yusnani, sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kayong Utara menjelaskan, pihaknya sama sekali tak mengetahui kejadian ini. Sekda mengaku belum mendapat laporan dari warga. Sementara saat ini, dia menambahkan, personel dari Gugus Tugas sedang beristirahat karena terporsir untuk kegiatan malam tahun baru kemarin.

Saye baru dengar nih, belum dapat laporan dari pihak kecamatan terkait hal ini, yang saye tau memang personil dari gugus tugas kita kelelahan, dan sedang diistirahatkan, karena mereka terporsir saat malam tahun baru kemarin,” kata dia.

Hilaria juga menegaskan, pihaknya akan memanggil Gugus Tugas Kecamatan dan aparat keamanan pelabuhan untuk dimintai keterangan. Bahkan Sekda juga akan meminta agar pemilik kapal yang bersangkutan diberikan sanksi tegas kalau memang terbukti melanggar aturan.

“Dengan adanya informasi ini, akan kami panggil Gugus Tugas Kecamatan dan aparat keamanan pelabuhan untui kita mintai keterangan, bersama juga denga pemilik atau pengelola kapal, kalau meman terbukti mereka melanggar akan kita beri tindakan tegas,” lanjut dia. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/