alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Idulfitri, Pantai Pulau Datok Tutup?

SUKADANA – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kayong Utara, Tasfirani, mengatakan, tidak menutup kemungkinan pihaknya bakal menutup kawasan wisata Pantai Pulau Datok Sukadana pada momen Idulfitri mendatang, lantaran masa pandemi virus korona (Covid-19). Kebijakan tersebut terpaksa mereka lakukan untuk bersama memutus rantai penyebaran virus tersebut.

“Memang ada rencana untuk ditutup kawasan Pantai Pulau Datok menjelang Idulfitri dan selama Idulfitri. Namun kami perlu minta arahan Pak Bupati terlebih dahulu. Mengingat, di kawasan tersebut ada permukiman dan kios-kios pedagang yang juga mengharapkan momen lebaran,” jelas Tasfirani kepada Pontianak Post,  Senin (4/5) di Sukadana.

Sebab, tak dipungkiri dia, pantai tersebut pada momen-momen lebaran menjadi salah satu lokasi wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Jika ditutup, dikhawatirkan dia akan berdampak pada pemasukan bagi para pedagang di sana. “Pantai itu tentunya akan berdampak bagi para pedagang yang ada ada sebagai pemasukannya,” lanjut dia.

Namun, dia juga khawatir, jika tidak ditutup, jumlah pengunjung akan membeludak, sehingga bakal terjadi kerumunan. “Khawatir akan jadi kerumunan jika ramai pengunjung,” ungkap dia.

Hanya saja, tanpa ditutup pun, karena sudah ada edaran dan instruksi Bupati terkait pencegahan penyebaran Covid-19, dia yakin, sudah dipastikan dilarang berkerumun di sana. “Satuan Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19 selalu melaksanakan razia di berbagai tempat, termasuk di Pantai Pulau Datok, untuk mencegah terjadinya kerumunan,” lanjut dia.

Namun, sampai saat ini pihaknya berupaya dalam mencarikan solusi terbaik. Dalam minggu-minggu ini, apa langkah yang mereka lakukan akan disampaikan kepada Bupati.

“Kami sedang berupaya mencari solusi agar penutupan atau pembatasan pengungjung ke kawasan Pulau Datok pada saat Idulfitri nanti. Rencananya minggu-minggu ini kami akan berkoordinasi dengan pak Bupati untuk meminta arahan beliau,” kata dia.

Baca Juga :  Pemkab Beri Dukungan Penuh untuk Kegiatan seperti Ini

Selain itu,  lanjut dia, di lokasi tersebut akan ada ada posko dan akan bersinergi bersama Gugus Tugas Covid-19. “Kita akan bersinergi bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Kayong Utara,” tutupnya.

Akibat pandemi Covid-19, banyak agenda yang harus dibatalkan Disporapar, salah satunya Festival Karimata 2020 resmi batal. Pembatalan tersebut, diakui dia, terkait adanya wabah virus korona yang ikut melanda Kalimantan Barat.

Festival Karimata sebelumnya direncanakan akan digelar di Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata, 1 – 4 April lalu. Dalam festival tersebut diisi dengan berbagai kegiatan dan perlombaan serta mengangkat kearifan lokal yang ada.

“Hasil koordinasi kami bersama Kades (Kepala Desa) Padang kepada Bupati (Citra Duani), Festival Karimata di Desa Padang dibatalkan, dengan alasan pembatalan siaga virus corona. Dasar lainnya juga adanya surat edaran dari Menpar (Menteri Pariwisata),” jelasnya.

Dikatakan dia, sampai saat ini masih belum ada rencana kapan festival tersebut akan kembali diadakan. “Saat ini kita belum ada rencana,” aku dia.

Menanggapi hal ini, salah satu warga Adi menilai keputusan yang telah diambil oleh Pemkab Kayong Utara sudah tepat. Karena kegiatan tersebut, menurut dia, pastinya melibatkan orang ramai, sehingga kebijakan ini adalah bagian dari antisipasi masuknya virus corona ke Kayong Utara.

“Sudah tepat keputusan pemerintah, dengan membatalkan Festival Karimata, guna antisipasi wabah virus corona di Kayong Utara.  Mudah-mudahan saja wabah virus ini dapat segara berakhir,” ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Disporapar Tasfirani, mengungkapkan, jika pihaknya belum bisa mengambil keputusan untuk menunda atau melangsungkan Festival Karimata 2020. Pasalnya, agenda yang dilangsungkan di Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata, 1 – 4 April mendatang tersebut, masih dihantui wabah virus corona.

“Untuk pelaksanaan kegiatan ini kami masih menunggu arahan dari Bupati. Tetapi kalau melihat edaran Gubernur, sepertinya ditunda. Tetapi kita tetap menunggu arahan dari Pak Bupati (Citra Duani), seperti apa. Untuk saat ini ditunda atau dilanjut, belum bisa memastikan,” ungkapnya, Senin (16/3) kepada Pontianak Post di Sukadana.

Baca Juga :  Seringlah Periksa Kesehatan Mata Anak

Namun demikian ia melihat, pelaksanaan festival ini sebetulnya hanya kegiatan hanya seputaran lokal saja. Dipastikan dia bahwa tidak ada peserta dari luar Kayong Utara. Namun untuk peserta lomba memancing, diakui dia, bisa diramaikan para pemancing dari Ketapang dan Kota Pontianak. Ini pun, kata dia, dibatasi. “Mengenai hal ini saya pun sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan (Bambang Suberkah). Sebetulnya tidak terlalu khawatir, yang penting tidak ada peserta dari luar,” ungkap dia.

Dalam hal ini, pihaknya akan segera melakukan rapat bersama panitia dan Bupati. Mengingat kegiatan tersebut, menurut dia, sudah mendekati waktu. “Jadi ini kita masih menunggu arahan dari Pak Bupati. Jadi bukan tidak jadi, namun bisa saja ditunda, berkaitan dengan antisipasi virus corona tersebut,” jelasnya.

Jika Festival Karimata ditunda, maka momentum nyemah laut yang akan dilaksanakan di Desa Padang, dikhawatirkan dia akan hilang. Kekhawatiran ini akan menjadi pertimbangan mereka.

“Kalau dari kami maunya maju, tetap jalan, cuma tergantung pimpinan dengan melibatkan, Dinas Kesehatan yang ada di Desa Padang,” jelasnya.

Salah satu warga, Agus, menilai,  pemerintah harus mengambil keputusan terbaik. Pertanyaan dia, apakah Festival Karimata akan dilanjutkan sesuai jadwal atau tetap ditunda, terkait dengan mulai ditemukannya satu kasus penderita korona di Kalbar.

“Kalau saya lihat di Pontianak ada beberapa lokasi yang ditutup sementara, salah satunya Taman Alun Kapuas, karena itu salah satu pusat keramain yang ada di Pontianak.  Tetapi ini semua tergantung kebijakan Pemerintah Kayong Utara,  mau ditunda atau dilanjut.  Dengan catatan,  apapun itu sudah menjadi pilihan yang tepat,” pungkasnya. (dan)

SUKADANA – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kayong Utara, Tasfirani, mengatakan, tidak menutup kemungkinan pihaknya bakal menutup kawasan wisata Pantai Pulau Datok Sukadana pada momen Idulfitri mendatang, lantaran masa pandemi virus korona (Covid-19). Kebijakan tersebut terpaksa mereka lakukan untuk bersama memutus rantai penyebaran virus tersebut.

“Memang ada rencana untuk ditutup kawasan Pantai Pulau Datok menjelang Idulfitri dan selama Idulfitri. Namun kami perlu minta arahan Pak Bupati terlebih dahulu. Mengingat, di kawasan tersebut ada permukiman dan kios-kios pedagang yang juga mengharapkan momen lebaran,” jelas Tasfirani kepada Pontianak Post,  Senin (4/5) di Sukadana.

Sebab, tak dipungkiri dia, pantai tersebut pada momen-momen lebaran menjadi salah satu lokasi wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Jika ditutup, dikhawatirkan dia akan berdampak pada pemasukan bagi para pedagang di sana. “Pantai itu tentunya akan berdampak bagi para pedagang yang ada ada sebagai pemasukannya,” lanjut dia.

Namun, dia juga khawatir, jika tidak ditutup, jumlah pengunjung akan membeludak, sehingga bakal terjadi kerumunan. “Khawatir akan jadi kerumunan jika ramai pengunjung,” ungkap dia.

Hanya saja, tanpa ditutup pun, karena sudah ada edaran dan instruksi Bupati terkait pencegahan penyebaran Covid-19, dia yakin, sudah dipastikan dilarang berkerumun di sana. “Satuan Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19 selalu melaksanakan razia di berbagai tempat, termasuk di Pantai Pulau Datok, untuk mencegah terjadinya kerumunan,” lanjut dia.

Namun, sampai saat ini pihaknya berupaya dalam mencarikan solusi terbaik. Dalam minggu-minggu ini, apa langkah yang mereka lakukan akan disampaikan kepada Bupati.

“Kami sedang berupaya mencari solusi agar penutupan atau pembatasan pengungjung ke kawasan Pulau Datok pada saat Idulfitri nanti. Rencananya minggu-minggu ini kami akan berkoordinasi dengan pak Bupati untuk meminta arahan beliau,” kata dia.

Baca Juga :  Tongkang Berkapasitas 1000 Ton yang Terbalik Ancam Kerusakan Terumbu Karang

Selain itu,  lanjut dia, di lokasi tersebut akan ada ada posko dan akan bersinergi bersama Gugus Tugas Covid-19. “Kita akan bersinergi bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Kayong Utara,” tutupnya.

Akibat pandemi Covid-19, banyak agenda yang harus dibatalkan Disporapar, salah satunya Festival Karimata 2020 resmi batal. Pembatalan tersebut, diakui dia, terkait adanya wabah virus korona yang ikut melanda Kalimantan Barat.

Festival Karimata sebelumnya direncanakan akan digelar di Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata, 1 – 4 April lalu. Dalam festival tersebut diisi dengan berbagai kegiatan dan perlombaan serta mengangkat kearifan lokal yang ada.

“Hasil koordinasi kami bersama Kades (Kepala Desa) Padang kepada Bupati (Citra Duani), Festival Karimata di Desa Padang dibatalkan, dengan alasan pembatalan siaga virus corona. Dasar lainnya juga adanya surat edaran dari Menpar (Menteri Pariwisata),” jelasnya.

Dikatakan dia, sampai saat ini masih belum ada rencana kapan festival tersebut akan kembali diadakan. “Saat ini kita belum ada rencana,” aku dia.

Menanggapi hal ini, salah satu warga Adi menilai keputusan yang telah diambil oleh Pemkab Kayong Utara sudah tepat. Karena kegiatan tersebut, menurut dia, pastinya melibatkan orang ramai, sehingga kebijakan ini adalah bagian dari antisipasi masuknya virus corona ke Kayong Utara.

“Sudah tepat keputusan pemerintah, dengan membatalkan Festival Karimata, guna antisipasi wabah virus corona di Kayong Utara.  Mudah-mudahan saja wabah virus ini dapat segara berakhir,” ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Disporapar Tasfirani, mengungkapkan, jika pihaknya belum bisa mengambil keputusan untuk menunda atau melangsungkan Festival Karimata 2020. Pasalnya, agenda yang dilangsungkan di Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata, 1 – 4 April mendatang tersebut, masih dihantui wabah virus corona.

“Untuk pelaksanaan kegiatan ini kami masih menunggu arahan dari Bupati. Tetapi kalau melihat edaran Gubernur, sepertinya ditunda. Tetapi kita tetap menunggu arahan dari Pak Bupati (Citra Duani), seperti apa. Untuk saat ini ditunda atau dilanjut, belum bisa memastikan,” ungkapnya, Senin (16/3) kepada Pontianak Post di Sukadana.

Baca Juga :  Pemkab Beri Dukungan Penuh untuk Kegiatan seperti Ini

Namun demikian ia melihat, pelaksanaan festival ini sebetulnya hanya kegiatan hanya seputaran lokal saja. Dipastikan dia bahwa tidak ada peserta dari luar Kayong Utara. Namun untuk peserta lomba memancing, diakui dia, bisa diramaikan para pemancing dari Ketapang dan Kota Pontianak. Ini pun, kata dia, dibatasi. “Mengenai hal ini saya pun sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan (Bambang Suberkah). Sebetulnya tidak terlalu khawatir, yang penting tidak ada peserta dari luar,” ungkap dia.

Dalam hal ini, pihaknya akan segera melakukan rapat bersama panitia dan Bupati. Mengingat kegiatan tersebut, menurut dia, sudah mendekati waktu. “Jadi ini kita masih menunggu arahan dari Pak Bupati. Jadi bukan tidak jadi, namun bisa saja ditunda, berkaitan dengan antisipasi virus corona tersebut,” jelasnya.

Jika Festival Karimata ditunda, maka momentum nyemah laut yang akan dilaksanakan di Desa Padang, dikhawatirkan dia akan hilang. Kekhawatiran ini akan menjadi pertimbangan mereka.

“Kalau dari kami maunya maju, tetap jalan, cuma tergantung pimpinan dengan melibatkan, Dinas Kesehatan yang ada di Desa Padang,” jelasnya.

Salah satu warga, Agus, menilai,  pemerintah harus mengambil keputusan terbaik. Pertanyaan dia, apakah Festival Karimata akan dilanjutkan sesuai jadwal atau tetap ditunda, terkait dengan mulai ditemukannya satu kasus penderita korona di Kalbar.

“Kalau saya lihat di Pontianak ada beberapa lokasi yang ditutup sementara, salah satunya Taman Alun Kapuas, karena itu salah satu pusat keramain yang ada di Pontianak.  Tetapi ini semua tergantung kebijakan Pemerintah Kayong Utara,  mau ditunda atau dilanjut.  Dengan catatan,  apapun itu sudah menjadi pilihan yang tepat,” pungkasnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/