alexametrics
26.7 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Dua Kali Vaksin, Terjangkit, tapi tak Bergejala

SUKADANA – Kepala BPBD Kabupaten Kayong Utara Noorhabib menceritakan manfaat besar  usai dirinya divaksin anti Covid-19  sebanyak dua kali oleh petugas  kesehatan Kayong Utara. Terutama saat dirinya dinyatakan positif bersama istrinya pada April lalu  melalui hasil PCR dan swab antigen.

“Hasil dari rumah sakit viral load saya hanya 19, sedangkan istri saya 1.449 viral load, lebih tinggi, terjadi perbedaan yang signifikan dan kenapa ini bisa terjadi, saya tanya dengan kawan di (Dinas) Kesehatan, pengaruhnya karena saya sudah divaksin sebanyak dua kali, sementara istri saya waktu itu masih  belum  di vaksin,” katanya menceritakan, di Sukadana, Rabu (4/8).

Saat ia dinyatakan positif Covid-19 tersebut, ia juga mengidap komorbid  dengan empat penyakit sekaligus seperti hipertensi, asam urat, asam lambung, dan kolestrol. Namun karena ia sudah divaksin sejak Januari  silam, membuat tubuhnya tidak mengalami efek yang berat saat dinyatakan positif korona.

“Jadi seharusnya saya lebih rentan dari istri saya, karena saya ada penyakit bawaan. Karena saya sudah divaksin paling tidak  di tubuh saya  sudah ada kekebalan tubuhnya,” kata dia.

Baca Juga :  100 Kantong Madu Palsu Diamankan

Ia menceritakan saat menjalani isolasi mandiri  bersama istri dengan ketat dan pengawasan pihak rumah sakit setempat dan Tim Satgas Covid-19, ia tidak mengalami gejala yang berarti. Dibandingkan dengan istrinya, yang tidak memiliki penyakit bawaan memiliki gejala yang yang terbilang berat, seperti sesak nafas  dan hilang rasa  indra penciuman dan badan terasa pegal-pegal.

“Saya isolasi mandiri saya merasakan ada satu hal yang di luar  kebiasaan saya,  yaitu  pada  saat itu saya  mengalami perasaan ingin buang air melebihi kebisaan setiap hari. Dari pagi sampai malam lebih dari 30 kali sehingga saya sempat drop tekanan darah saya jauh menurun saat itu,” ungkapnya.

“Tetapi untuk istri saya yang dialaminya kehilangan indra penciuman ada gejala sesak nafas dari kamar ke  WC hanya berjarak  kurang 6 meter dia kadang harus  empat kali berhenti. Kalau  lagi salat pada rakaat pertama masih bisa berdiri, rakaat kedua sudah tidak bisa lagi, diganti dengan duduk  saja dia. Badannya juga terasa pegal-pegal,” ceritanya.

Baca Juga :  Air Surut, Warga Mulai Bersih-bersih

Ia mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kesehatan dan lebih mawas diri. Menurutnya, virus korona yang berasal dari Wuhan itu memang benar adanya. Sebagai langkah ikhtiar menurutnya, vaksinasi anti Covid-19  sangat baik untuk meningkatan daya tahan tubuh di tengah pandemi yang semakin sulit dikendalikan.

“Vaksin tidak mejamin 100 persen, paling tidak kita ada kekebalan di dalam tubuh,” katanya.

Menurut dia, Kayong Utara sudah masuk zona oranye tehitung sejak 3 Agustus 2020 dan masuk PPKM level II sebagai satu-satunya daerah di Kalimantan Barat. Semua pihak diajak dia bahu membahu untuk menanggulangi kondisi saat ini.

“Mengimbau kepada masyarakat Kayong Utara agar benar benar dapat menerapkan  5 M  yaitu mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, menjauhi kerumunan, dan mengurang mobilitas,” katanya. (dan)

SUKADANA – Kepala BPBD Kabupaten Kayong Utara Noorhabib menceritakan manfaat besar  usai dirinya divaksin anti Covid-19  sebanyak dua kali oleh petugas  kesehatan Kayong Utara. Terutama saat dirinya dinyatakan positif bersama istrinya pada April lalu  melalui hasil PCR dan swab antigen.

“Hasil dari rumah sakit viral load saya hanya 19, sedangkan istri saya 1.449 viral load, lebih tinggi, terjadi perbedaan yang signifikan dan kenapa ini bisa terjadi, saya tanya dengan kawan di (Dinas) Kesehatan, pengaruhnya karena saya sudah divaksin sebanyak dua kali, sementara istri saya waktu itu masih  belum  di vaksin,” katanya menceritakan, di Sukadana, Rabu (4/8).

Saat ia dinyatakan positif Covid-19 tersebut, ia juga mengidap komorbid  dengan empat penyakit sekaligus seperti hipertensi, asam urat, asam lambung, dan kolestrol. Namun karena ia sudah divaksin sejak Januari  silam, membuat tubuhnya tidak mengalami efek yang berat saat dinyatakan positif korona.

“Jadi seharusnya saya lebih rentan dari istri saya, karena saya ada penyakit bawaan. Karena saya sudah divaksin paling tidak  di tubuh saya  sudah ada kekebalan tubuhnya,” kata dia.

Baca Juga :  Warga Tanjung Satai Kayong Utara Tangkap Buaya

Ia menceritakan saat menjalani isolasi mandiri  bersama istri dengan ketat dan pengawasan pihak rumah sakit setempat dan Tim Satgas Covid-19, ia tidak mengalami gejala yang berarti. Dibandingkan dengan istrinya, yang tidak memiliki penyakit bawaan memiliki gejala yang yang terbilang berat, seperti sesak nafas  dan hilang rasa  indra penciuman dan badan terasa pegal-pegal.

“Saya isolasi mandiri saya merasakan ada satu hal yang di luar  kebiasaan saya,  yaitu  pada  saat itu saya  mengalami perasaan ingin buang air melebihi kebisaan setiap hari. Dari pagi sampai malam lebih dari 30 kali sehingga saya sempat drop tekanan darah saya jauh menurun saat itu,” ungkapnya.

“Tetapi untuk istri saya yang dialaminya kehilangan indra penciuman ada gejala sesak nafas dari kamar ke  WC hanya berjarak  kurang 6 meter dia kadang harus  empat kali berhenti. Kalau  lagi salat pada rakaat pertama masih bisa berdiri, rakaat kedua sudah tidak bisa lagi, diganti dengan duduk  saja dia. Badannya juga terasa pegal-pegal,” ceritanya.

Baca Juga :  Air Surut, Warga Mulai Bersih-bersih

Ia mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kesehatan dan lebih mawas diri. Menurutnya, virus korona yang berasal dari Wuhan itu memang benar adanya. Sebagai langkah ikhtiar menurutnya, vaksinasi anti Covid-19  sangat baik untuk meningkatan daya tahan tubuh di tengah pandemi yang semakin sulit dikendalikan.

“Vaksin tidak mejamin 100 persen, paling tidak kita ada kekebalan di dalam tubuh,” katanya.

Menurut dia, Kayong Utara sudah masuk zona oranye tehitung sejak 3 Agustus 2020 dan masuk PPKM level II sebagai satu-satunya daerah di Kalimantan Barat. Semua pihak diajak dia bahu membahu untuk menanggulangi kondisi saat ini.

“Mengimbau kepada masyarakat Kayong Utara agar benar benar dapat menerapkan  5 M  yaitu mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, menjauhi kerumunan, dan mengurang mobilitas,” katanya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/