alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Perkebunan Kopi Rakyat Terus Berkembang

SUKADANA – Perkebunan rakyat, khususnya kopi di Kabupaten Kayong Utara perlahan terus berkembang. Terlebih Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara turut melakukan pembinaan terhadap petani.

“Alhamdulillah geliat perkebunan rakyat Kopi Kayong Utara semakin tinggi saat ini dan masyarakat pun turut bersuka cita untuk kembali merawat dan berinvestasi di budidaya kopi, khususnya kopi liberika yang akan menjadi kopi khas Kayong Utara,” terang pegiat kopi Kalbar, Gusti Iwan Darmawan, kepada Pontianak Post, Senin (4/10).

Selanjutnya, ditambahkan pemilik Kojal (Kopi Jago Jalanan) Coffee Indonesia ini, selain perlahan perkebunan rakyat tersebut berkembang, antusiasme masyarakat yang mendominasi keanggotaan ASKI (Asosiasi Kopi Indonesia) DPD Kalbar oleh masyarakat Kayong Utara terus meningkat. “Hal ini terlihat antusias masyarakat Kayong Utara yang mendominasi keanggotaan ASKI Asosiasi Kopi Indonesia DPD Kalbar oleh masyarakat Kayong Utara. Euphoria ini semakin tinggi sejak didapatkannya Rekor MURI lelang kopi Liberika harga termahal,” lanjut dia.

Di samping itu, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara melalui Dinas Pertanian dan Pangan, diakui dia, sudah aktif melakukan pembinaan kepada petani. Tantangan dan tugas selanjutnya, dijelaskan dia, dibutuhkan  kerja keras berbagai pihak untuk melakukan standarisasi mutu di tingkat petani yang sudah mulai berjalan di Desa Podorukun, Kecamatan Seponti, dengan pembinaan dan pendampingan Kojal Coffee Indonesia bekerja sama dengan Bank Indonesia dan DPD ASKI Kalbar.

Baca Juga :  Angkutan Berlebih Bakal Disanksi

“Selain itu juga sudah mulai ada program intensif pembinaan dari TNGP pada desa-desa di sekitar kawasannya. Kojal Coffee Indonesia sendiri sudah merencanakan pengembangan pembinaan kelompok masyarakat di desa lainnya di Kabupaten Kayong Utara yang Insyaallah juga akan bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Kayong Utara ataupun pihak lain yang bersedia,” tambahnya.

Dijelaskan Iwan, sapaan akrabnya untuk Kopi Liberika Kayong Utara telah dilakukan uji mutu dan citarasa oleh para ahli di Jakarta, di antaranya Kamus Kopi Indonesia yang memberikan nilai 82,5 dengan catatan aroma buah segar, kacang, dan kayu manis, sedangkan citarasanya buah masak (ripe fruit). “Selain itu karakter rasa yang tertinggal adalah buah nangka dan kayu manis. Uji citarasa juga telah dilakukan oleh ASKI melalui Program Kurasi Kopi Gotong Royong dan memberikan skor 80,75 dengan karakter aroma kacang dan sedikit cokelat, sedangkan citarasa nya adalah buah pisang masak (banana ripe fruit), selain itu karakter rasa yang tertinggal adalah seperti rasa kimia atau herbal. Hasil skor 80,75 – 82 masuk dalam kategori unggul atau excellent, ini merupakan hal yang luar biasa,” jelasnya.

Baca Juga :  Hujan dan Pasang Laut Landa Kayong Utara

Untuk itu, tambah dia berdasarkan hasil Kurasi Kopi Gotong Royong ASKI maka kopi Liberika Kayong Utara proses pasca panen fullwash lolos untuk diikutkan dalam agenda pameran ASKI di Dubai pada bulan Oktober dan Mesir pada Desember.

“Catatan penting, dalam hal ini Kojal Coffee  Indonesia selalu siap mendampingi petani kopi di Kabupaten Kayong Utara,” tutupnya. (dan)

SUKADANA – Perkebunan rakyat, khususnya kopi di Kabupaten Kayong Utara perlahan terus berkembang. Terlebih Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara turut melakukan pembinaan terhadap petani.

“Alhamdulillah geliat perkebunan rakyat Kopi Kayong Utara semakin tinggi saat ini dan masyarakat pun turut bersuka cita untuk kembali merawat dan berinvestasi di budidaya kopi, khususnya kopi liberika yang akan menjadi kopi khas Kayong Utara,” terang pegiat kopi Kalbar, Gusti Iwan Darmawan, kepada Pontianak Post, Senin (4/10).

Selanjutnya, ditambahkan pemilik Kojal (Kopi Jago Jalanan) Coffee Indonesia ini, selain perlahan perkebunan rakyat tersebut berkembang, antusiasme masyarakat yang mendominasi keanggotaan ASKI (Asosiasi Kopi Indonesia) DPD Kalbar oleh masyarakat Kayong Utara terus meningkat. “Hal ini terlihat antusias masyarakat Kayong Utara yang mendominasi keanggotaan ASKI Asosiasi Kopi Indonesia DPD Kalbar oleh masyarakat Kayong Utara. Euphoria ini semakin tinggi sejak didapatkannya Rekor MURI lelang kopi Liberika harga termahal,” lanjut dia.

Di samping itu, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara melalui Dinas Pertanian dan Pangan, diakui dia, sudah aktif melakukan pembinaan kepada petani. Tantangan dan tugas selanjutnya, dijelaskan dia, dibutuhkan  kerja keras berbagai pihak untuk melakukan standarisasi mutu di tingkat petani yang sudah mulai berjalan di Desa Podorukun, Kecamatan Seponti, dengan pembinaan dan pendampingan Kojal Coffee Indonesia bekerja sama dengan Bank Indonesia dan DPD ASKI Kalbar.

Baca Juga :  RSUD Siapkan Bangunan Baru

“Selain itu juga sudah mulai ada program intensif pembinaan dari TNGP pada desa-desa di sekitar kawasannya. Kojal Coffee Indonesia sendiri sudah merencanakan pengembangan pembinaan kelompok masyarakat di desa lainnya di Kabupaten Kayong Utara yang Insyaallah juga akan bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Kayong Utara ataupun pihak lain yang bersedia,” tambahnya.

Dijelaskan Iwan, sapaan akrabnya untuk Kopi Liberika Kayong Utara telah dilakukan uji mutu dan citarasa oleh para ahli di Jakarta, di antaranya Kamus Kopi Indonesia yang memberikan nilai 82,5 dengan catatan aroma buah segar, kacang, dan kayu manis, sedangkan citarasanya buah masak (ripe fruit). “Selain itu karakter rasa yang tertinggal adalah buah nangka dan kayu manis. Uji citarasa juga telah dilakukan oleh ASKI melalui Program Kurasi Kopi Gotong Royong dan memberikan skor 80,75 dengan karakter aroma kacang dan sedikit cokelat, sedangkan citarasa nya adalah buah pisang masak (banana ripe fruit), selain itu karakter rasa yang tertinggal adalah seperti rasa kimia atau herbal. Hasil skor 80,75 – 82 masuk dalam kategori unggul atau excellent, ini merupakan hal yang luar biasa,” jelasnya.

Baca Juga :  Petani Kopi Perlu Perhatian

Untuk itu, tambah dia berdasarkan hasil Kurasi Kopi Gotong Royong ASKI maka kopi Liberika Kayong Utara proses pasca panen fullwash lolos untuk diikutkan dalam agenda pameran ASKI di Dubai pada bulan Oktober dan Mesir pada Desember.

“Catatan penting, dalam hal ini Kojal Coffee  Indonesia selalu siap mendampingi petani kopi di Kabupaten Kayong Utara,” tutupnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/