alexametrics
33 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Bupati KKU Berbagi Kisah Sukses Pemekaran di Kampus UI

SUKADANA – Bupati Kayong Utara, Citra Duani, menjadi pembicara di dalam diskusi dan perkuliahan di Kampus Magister Kajian Stratejik Ketahanan Nasional Universitas Indonesia, Kamis (4/12) pagi. Dihadiri mahasiswa program magister dan doktor di Universitas Indonesia ini, Citra beribaca masalah Karimata dan Taman Nasional Gunung Palung.

Untuk menyukseskan pariwisata berbasis masyarakat, peran perguruan tinggi, diakui Bupati, sangat diperlukan dalam membuat kajian dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Untuk itu Bupati meminta bantuan Universitas Indonesia dalam memberikan masukan dan saran kepada Pemerintah Kabupaten Kayong Utara.

“Gugusan Cagar Alam Laut Kepulauan Karimata yang terletak di Kecamatan Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara terdiri dari  43 Pulau, dua pulau di antaranya yaitu Pulau Karimata Besar dan Pulau Serutu merupakan masuk kawasan Hutan Lindung,” jelas Bupati.

Cagar Alam Kepulauan Karimata, diakui Bupati mengalami empat kali perubahan dalam penunjukan kawasan, di mana untuk kali pertama diusulkan sebagai Cagar Alam berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Kehutanan No. 2240/DJ/I/1981 tanggal 15 Juni 1981, dengan luas 77.000 Ha. Disebutkan dia, pada 23 Agustus 2000 Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.259/Kpts-II/2000 berubah menjadi Suaka Alam Laut (SAL), dengan luasan 120.000 Ha.

Baca Juga :  Program Kampung Iklim, Desa Sedahan Jaya Terima Penghargaan dari Kementrian LHK

Kemudian pada 20 Desember 2013, dijelaskan Bupati berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 936/Menhut-II/2013 Kawasan berubah menjadi KPA / KSA Peraian dengan luasan belum diketahui.

“Pada tanggal 2 September 2014 dikeluarkan lagi Surat Keputusan Menteri Kehutanan : No.733/Menhut-II/2014, Tentang kawasan Hutan dan Konservasi Peraian Propinsi Kalimantan Barat dengan luasan 158.686’11 Ha,” jelas Citra yang hadir mengenakan kemeja putih.

Selain berbicara masalah Karimata, Citra juga bercerita tentang Taman Nasional Gulung dan Yayasan ASRI yang berhasil menyedot perhatian dunai dengan program kesehatan yang mereka gagas.

Menanggapi materi yang diisampaikan, Adipati salah satu mahasiwa S3 menyarankan agar Pemkab Kayong Utara untuk membuat pemetaan terhadap kebutuhan dan program, untuk mendukung pariwisata berbasis masyarakat.

Baca Juga :  Terpidana Korupsi Jembatan Bawang Cs Ditangkap

Hal ini nantinya, menurut dia, bisa disampaikan kepada Universitas Indonesia untuk ditindaklanjuti melalui pembahasan terbatas di Kampus dan Ikatan Alumni.

“Rekemondasinya nanti kita sampaikan kepada menteri terkait, karena kebetulan saya juga pernah menjadi staf ahli Menteri Kelautan ketika Menterinya Bu Susi (Pudjiastuti), kita juga dapat membantu untuk menerukan kepada BUMN,” tutur Adipati.

Arthur Josias Simon Runturambi, ketua Program Studi Magister Kajian Stratejik Ketahanan Nasional Universitas Indonesia yang hadir pada acara ini menyatakan siap membantu Kayong Utara dalam kajian akademis. Dia juga menyarankan, Pemkab Kayong Utara untuk terus mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat.

“Pariwisata berbasis lokal, sekarang tengah diminati,” sarannya.

Ditemui usai acara, Bupati berencana akan melakukan kegiatan dan kerjasama serupa dengan univeritas dan kampus yang ada di Kalimantan Barat juga. (dan/Jai/Prokopim)

SUKADANA – Bupati Kayong Utara, Citra Duani, menjadi pembicara di dalam diskusi dan perkuliahan di Kampus Magister Kajian Stratejik Ketahanan Nasional Universitas Indonesia, Kamis (4/12) pagi. Dihadiri mahasiswa program magister dan doktor di Universitas Indonesia ini, Citra beribaca masalah Karimata dan Taman Nasional Gunung Palung.

Untuk menyukseskan pariwisata berbasis masyarakat, peran perguruan tinggi, diakui Bupati, sangat diperlukan dalam membuat kajian dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Untuk itu Bupati meminta bantuan Universitas Indonesia dalam memberikan masukan dan saran kepada Pemerintah Kabupaten Kayong Utara.

“Gugusan Cagar Alam Laut Kepulauan Karimata yang terletak di Kecamatan Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara terdiri dari  43 Pulau, dua pulau di antaranya yaitu Pulau Karimata Besar dan Pulau Serutu merupakan masuk kawasan Hutan Lindung,” jelas Bupati.

Cagar Alam Kepulauan Karimata, diakui Bupati mengalami empat kali perubahan dalam penunjukan kawasan, di mana untuk kali pertama diusulkan sebagai Cagar Alam berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Kehutanan No. 2240/DJ/I/1981 tanggal 15 Juni 1981, dengan luas 77.000 Ha. Disebutkan dia, pada 23 Agustus 2000 Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.259/Kpts-II/2000 berubah menjadi Suaka Alam Laut (SAL), dengan luasan 120.000 Ha.

Baca Juga :  Bupati Ajak Gotong Royong Libatkan Masyarakat dan ASN

Kemudian pada 20 Desember 2013, dijelaskan Bupati berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 936/Menhut-II/2013 Kawasan berubah menjadi KPA / KSA Peraian dengan luasan belum diketahui.

“Pada tanggal 2 September 2014 dikeluarkan lagi Surat Keputusan Menteri Kehutanan : No.733/Menhut-II/2014, Tentang kawasan Hutan dan Konservasi Peraian Propinsi Kalimantan Barat dengan luasan 158.686’11 Ha,” jelas Citra yang hadir mengenakan kemeja putih.

Selain berbicara masalah Karimata, Citra juga bercerita tentang Taman Nasional Gulung dan Yayasan ASRI yang berhasil menyedot perhatian dunai dengan program kesehatan yang mereka gagas.

Menanggapi materi yang diisampaikan, Adipati salah satu mahasiwa S3 menyarankan agar Pemkab Kayong Utara untuk membuat pemetaan terhadap kebutuhan dan program, untuk mendukung pariwisata berbasis masyarakat.

Baca Juga :  Optimistis Bupati KKU Hadapi Tahun 2021

Hal ini nantinya, menurut dia, bisa disampaikan kepada Universitas Indonesia untuk ditindaklanjuti melalui pembahasan terbatas di Kampus dan Ikatan Alumni.

“Rekemondasinya nanti kita sampaikan kepada menteri terkait, karena kebetulan saya juga pernah menjadi staf ahli Menteri Kelautan ketika Menterinya Bu Susi (Pudjiastuti), kita juga dapat membantu untuk menerukan kepada BUMN,” tutur Adipati.

Arthur Josias Simon Runturambi, ketua Program Studi Magister Kajian Stratejik Ketahanan Nasional Universitas Indonesia yang hadir pada acara ini menyatakan siap membantu Kayong Utara dalam kajian akademis. Dia juga menyarankan, Pemkab Kayong Utara untuk terus mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat.

“Pariwisata berbasis lokal, sekarang tengah diminati,” sarannya.

Ditemui usai acara, Bupati berencana akan melakukan kegiatan dan kerjasama serupa dengan univeritas dan kampus yang ada di Kalimantan Barat juga. (dan/Jai/Prokopim)

Most Read

Gelar Formagama Balek Kampong 2021

Sosialisasi Empat Pilar

James dan Davis Bawa Lakers Unggul

Artikel Terbaru

/