alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Cuaca Panas, Karhutla Terendus di Desa Lela

SEKURA – Cuaca panas dan tak turunnya hujan yang terjadi beberapa hari, memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas. Hotspot sudah bermunculan, di antaranya di wilayah Kecamatan Teluk Keramat dan Paloh.

Di Kecamatan Teluk Keramat, titik api muncul di Desa Lela, di mana ada sekitar 2 hektare lahan terbakar, Minggu (4/5). Polres Sambas, Polsek Teluk Keramat, TNI, MPA Desa Lela, serta UPT KPH turun melakukan pemadaman. “Mengetahui adanya titik api, kami dari kepolisian, terdiri dari 12 personil Polres Sambas yang dipimpin Kasat Binmas Polres Sambas, AKP Suriyadi, kemudian 6 personel dari Polsek Teluk Keramat, 5 personel Koramil Sekura yang dipimpin Danramil Kapten Herlin Dinata, 6 orang MPA Desa Lela, dan 6 orang UPT KPH melakukan pemadaman,” kata Kapolsek Teluk Keramat Ipda Eko Zaenudin, Senin (5/4).

Baca Juga :  Karhutla, Satu Orangutan Kembali Dievakuasi

Tim gabungan, sebut Kapolsek, harus menempuh jarak sekitar 20 kilometer atau kurang lebih perjalanan 1 jam 45 menit. Di mana jarak tempuh menuju titik hotspot, menurut Kapolsek, hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan jalan kaki. “Akses jalan menuju titik hotspot dalam kondisi rusak dan jalan gambut, bahkan petugas harus berjalan kaki sejauh 500 meter, agar bisa sampai di titik lokasi,” katanya.

Sebelum berangkat, sekitar pukul 08.00 WIB, petugas melaksanakan apel persiapan di Halaman Mapolsek Teluk Keramat dan berangkat menggunakan sepeda motor sebanyak 22 unit. “Saat tiba di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dengan mesin robin dua unit yang disiapkan,” katanya.

Baca Juga :  Pemprov Kalbar Hadapi Berbagai Ujian

Lokasi hotspot, dijelaskan dia, adalah lahan masuk kawasan hutan produktif dengan kurang lebih seluas 2 hektare yang ditumbuhi ilalang, resam, dan kayu-kayu kecil. Jenis tanah gambut, menurut dia, sedangkan untuk sumber air ada di parit sekitaran hotspot. “Pemilik lahan belum diketahui, termasuk penyebab terjadinya karhutla,” katanya.

Petugas dapat memadamkan api, namun masih ada kepulan asap sisa ranting dan kayu-kayu kecil yang terbakar, sehingga pemadaman masih dilaksanakan. Titik hotspot, sebutnya, berdasarkan pantauan aplikasi Lancang Kuning dan satelite Aqua tertanggal 3 April 2021 pukul 15.00 WIB bahwa ditemukan titik hotspot di titik koordinat: 1° 24′ 18″ N, 109° 10′ 55.2″ E (1.405,109.182) Waktu akuisi:2021-04-03.13.00 Wilayah  Desa Lela Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. (fah)

SEKURA – Cuaca panas dan tak turunnya hujan yang terjadi beberapa hari, memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas. Hotspot sudah bermunculan, di antaranya di wilayah Kecamatan Teluk Keramat dan Paloh.

Di Kecamatan Teluk Keramat, titik api muncul di Desa Lela, di mana ada sekitar 2 hektare lahan terbakar, Minggu (4/5). Polres Sambas, Polsek Teluk Keramat, TNI, MPA Desa Lela, serta UPT KPH turun melakukan pemadaman. “Mengetahui adanya titik api, kami dari kepolisian, terdiri dari 12 personil Polres Sambas yang dipimpin Kasat Binmas Polres Sambas, AKP Suriyadi, kemudian 6 personel dari Polsek Teluk Keramat, 5 personel Koramil Sekura yang dipimpin Danramil Kapten Herlin Dinata, 6 orang MPA Desa Lela, dan 6 orang UPT KPH melakukan pemadaman,” kata Kapolsek Teluk Keramat Ipda Eko Zaenudin, Senin (5/4).

Baca Juga :  Kualitas Udara Pontianak Berbahaya, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Tim gabungan, sebut Kapolsek, harus menempuh jarak sekitar 20 kilometer atau kurang lebih perjalanan 1 jam 45 menit. Di mana jarak tempuh menuju titik hotspot, menurut Kapolsek, hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan jalan kaki. “Akses jalan menuju titik hotspot dalam kondisi rusak dan jalan gambut, bahkan petugas harus berjalan kaki sejauh 500 meter, agar bisa sampai di titik lokasi,” katanya.

Sebelum berangkat, sekitar pukul 08.00 WIB, petugas melaksanakan apel persiapan di Halaman Mapolsek Teluk Keramat dan berangkat menggunakan sepeda motor sebanyak 22 unit. “Saat tiba di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dengan mesin robin dua unit yang disiapkan,” katanya.

Baca Juga :  Angkutan Berlebih Bakal Disanksi

Lokasi hotspot, dijelaskan dia, adalah lahan masuk kawasan hutan produktif dengan kurang lebih seluas 2 hektare yang ditumbuhi ilalang, resam, dan kayu-kayu kecil. Jenis tanah gambut, menurut dia, sedangkan untuk sumber air ada di parit sekitaran hotspot. “Pemilik lahan belum diketahui, termasuk penyebab terjadinya karhutla,” katanya.

Petugas dapat memadamkan api, namun masih ada kepulan asap sisa ranting dan kayu-kayu kecil yang terbakar, sehingga pemadaman masih dilaksanakan. Titik hotspot, sebutnya, berdasarkan pantauan aplikasi Lancang Kuning dan satelite Aqua tertanggal 3 April 2021 pukul 15.00 WIB bahwa ditemukan titik hotspot di titik koordinat: 1° 24′ 18″ N, 109° 10′ 55.2″ E (1.405,109.182) Waktu akuisi:2021-04-03.13.00 Wilayah  Desa Lela Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. (fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/