alexametrics
25 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Ajari Petani Gunakan Herbisida

SUKADANA – Para petani di Kabupaten Kayong Utara diajari bagaimana cara menggunakan herbisida terbatas di suatu tempat di Sukadana, kemarin. Yang melatih adalah Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) dengan menggandeng Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten, Wahono, menyambut baik adanya kegiatan pelatihan herbisida terbatas pakai tersebut. “Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aliansi Stewrdship Herbisida Terbatas (Alishter) bersama Dinas Pertanian dan Pangan KKU (Kayong Utara), untuk memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada kelompok tani, PPL, dan  POPT,” terangnya, Selasa (5/10).

Dikatakan dia, dalam hal ini pelatihan yang disampaikan

khususnya jenis pestisida berbahan aktif parakuat diklorida secara benar dan aman. Herbisida  ini, menurut dia, bersifat kontak yang dapat langsung mematikan jaringan atau bagian gulma yang terkena semprot.

Baca Juga :  Mereka Generasi Emas Kayong Utara

“Herbisida  ini bersifat kontak yang dapat langsung mematikan jaringan atau bagian gulma yang terkena semprot. Karena jika salah dalam proses penggunaannya dapat membahayakan,” kata dia.

Sebelumnya staf Alishter, Bagus Fajar Fadhilah menjelaskan, untuk pelatihan ini di Kalbar tinggal empat daerah yang belum dikunjungi, salah satunya di Kayong Utara. Dijelaskan dia, setelah pelatihan, mereka akan mengulang kepada daerah yang pernah diadakan pelatihan.

“Kalau kami untuk pelatihan dan khususnya kali ini tergetnya adalah mengedukasi petani, saling belajar dengan petani bagaimana cara menggunakan pestisida dengan bijaksana baik dan untuk meminimalkan dampak negatif petani dan lingkungan,” terangnya pada lokasi pelatihan di Sukadana.

Selanjutnya, untuk pemahaman label, mereka selalu mengingatkan para petani agar dapat membacanya. Pasalnya, dijelaskan dia bahwa semua terkait dengan pestisida, ada pada label.  “Jadi petani sebelum mengaplikasikan mengamati apa yang akan dikendalikan dan sesuai dengan prodak apa,” katanya.

Baca Juga :  Pertahankan Zona Kuning

Dalam pelatihan tersebut, mereka juga mengajarkan bagaimana penanganan limbah pestisida, khsusnya pertolongan pertama. Mereka juga mengajarkan praktik kalibarasi dan pemahaman penyemprotan yang efektif. “Petani Insyaallah sudah dapat semua, dari awal hingga terakhir,” ungkapnya.

“Kita juga mengedukasi tentang penggunaan APD yang benar, karena khawatirnya ada petani yang mengesampingkan APD, jadi setelah ini kami bisa lebih memperhatikan lagi terkait APD,” sambungnya. (dan)

SUKADANA – Para petani di Kabupaten Kayong Utara diajari bagaimana cara menggunakan herbisida terbatas di suatu tempat di Sukadana, kemarin. Yang melatih adalah Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) dengan menggandeng Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten, Wahono, menyambut baik adanya kegiatan pelatihan herbisida terbatas pakai tersebut. “Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aliansi Stewrdship Herbisida Terbatas (Alishter) bersama Dinas Pertanian dan Pangan KKU (Kayong Utara), untuk memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada kelompok tani, PPL, dan  POPT,” terangnya, Selasa (5/10).

Dikatakan dia, dalam hal ini pelatihan yang disampaikan

khususnya jenis pestisida berbahan aktif parakuat diklorida secara benar dan aman. Herbisida  ini, menurut dia, bersifat kontak yang dapat langsung mematikan jaringan atau bagian gulma yang terkena semprot.

Baca Juga :  Rangkul Politap dan Kojal Latih Petani Kopi

“Herbisida  ini bersifat kontak yang dapat langsung mematikan jaringan atau bagian gulma yang terkena semprot. Karena jika salah dalam proses penggunaannya dapat membahayakan,” kata dia.

Sebelumnya staf Alishter, Bagus Fajar Fadhilah menjelaskan, untuk pelatihan ini di Kalbar tinggal empat daerah yang belum dikunjungi, salah satunya di Kayong Utara. Dijelaskan dia, setelah pelatihan, mereka akan mengulang kepada daerah yang pernah diadakan pelatihan.

“Kalau kami untuk pelatihan dan khususnya kali ini tergetnya adalah mengedukasi petani, saling belajar dengan petani bagaimana cara menggunakan pestisida dengan bijaksana baik dan untuk meminimalkan dampak negatif petani dan lingkungan,” terangnya pada lokasi pelatihan di Sukadana.

Selanjutnya, untuk pemahaman label, mereka selalu mengingatkan para petani agar dapat membacanya. Pasalnya, dijelaskan dia bahwa semua terkait dengan pestisida, ada pada label.  “Jadi petani sebelum mengaplikasikan mengamati apa yang akan dikendalikan dan sesuai dengan prodak apa,” katanya.

Baca Juga :  Ajak Warga Binaan Buat Jalan Rabat Beton

Dalam pelatihan tersebut, mereka juga mengajarkan bagaimana penanganan limbah pestisida, khsusnya pertolongan pertama. Mereka juga mengajarkan praktik kalibarasi dan pemahaman penyemprotan yang efektif. “Petani Insyaallah sudah dapat semua, dari awal hingga terakhir,” ungkapnya.

“Kita juga mengedukasi tentang penggunaan APD yang benar, karena khawatirnya ada petani yang mengesampingkan APD, jadi setelah ini kami bisa lebih memperhatikan lagi terkait APD,” sambungnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/