alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Ketika Yudi Chaniago Dipertemukan dengan Daud Yordan, Janji akan Buatkan Lagu untuk Daud Yordan

Yudi Chaniago, drummer Arwana Band bersama rekannya, Wansyah Fadli, sang gitaris, akhirnya dapat bertemu langsung idola mereka, Daud Yordan, petinju dunia asal Kabupaten Kayong Utara. Pertemuan singkat itu berlangsung di kediaman Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara, Rahadi Usman, di Jalan Sungai Mengkuang, Sukadana.

DANANG PRASETYO, Sukadana

BANYAK cerita lucu yang dilontarkan kedua personel band legendaris Kalbar tersebut. Yudi Chaniago, misalnya, dengan diwarnai cerita humor, menceritakan hal-hal lucu di masa perjuangan mereka menembus industri musik di Jakarta. Poin terpenting yang diungkapkan Yudi, bahwa usaha tidak  akan mengkhianati hasil.

“Industri musik itu keras, uang bukan segalanya buat karier waktu itu. Kami berangkat ke sana ingin membawa nama Kalbar di tingkat nasional. Berjuang meniti karier di sana, tidak ada keinginan saya dan teman-teman ingin menjadi artis, karena itu hanya sebuah predikat. Kami hanya berjalan saja di musik, seni,” cerita Yudi dihadapan idolanya Daud Yordan, didampingi sang kakak, Damianus Yordan.

Perjuangan meniti karier bermusik di tahun 1998 menjadi sandungan terberat bagi Arwana di tingkat nasional, karena tepatnya di bulan Mei, terjadi kerusuhan besar yang menjadi catatan sejarah kelam bagi Indonesia. Di tahun tersebut, mereka sebetulnya sedang berada di atas puncak karier bermusik. Namun gejolak di ibukota kala itu membuat mereka harus berjalan lamban dalam bermusik.

Baca Juga :  Satgas Dirikan Pos Jaga

“Di tahun itu kita lihat polisi di mana-mana, tank berseleweran di jalan-jalan. Namun, di tahun itu pula album Arwana Band terjual 1 juta copy, Kalbar termasuk pasar terbesar kala itu, terjual 400 ribu copy kaset. Itu sebuah pencapaian tertinggi bagi industri musik, tentunya Arwana Band,” ungkap Yudi mengenang.

Diceritakan Yudi, banyak cerita perjalanan band peraih Lagu Terbaik versi ballad and country dari Anugerah Musik Indonesia ini, yang tidak dapat dicatat sejarah, namun akan menjadi kenangan bagi seluruh personel. Mereka dapat menceritakannya kepada orang banyak, sebagai motivasi, bagaimana sebuah mimpi tidak dengan mudah diwujudkan menjadi kenyataan.

“Mereka tidak tau bagaimana perjuangan kita sampai ke titik itu. Dari makan mi instan potong tiga, dimakan ramai-ramai, minya sedikit, nasinya banyak. Bahkan,  waktu bulan puasa, bukanya air putih, sahurnya masih air putih. Pertanyaan kita, apakah mereka (musisi sekarang) lain sanggup? Jangan lihat keberhasilan kita, tapi bagaiman sakitnya kita melewati proses-proses itu,” tambahnya.

Selanjutnya kata Yudi, salah satu personel yang termuda di Arwana Wansyah Fadli sempat berkeluh  kesah ingin pulang ke tanah Borneo, karena merasa tidak betah di ibu kota yang semuanya masih gelap dalam karier bermusiknya. Namun Yudi dengan sikap dewasanya mencoba menenangkan rekan satu daerahnya tersebut, untuk bersabar karena kesuksesaan mereka sudah di depan mata.

Baca Juga :  Hari Santri Bertema Santri Siaga Jiwa Raga

“Wansyah ini kan yang termuda di Arwana Band, sudah merengek-rengek (menangis) ingin pulang ke Pontianak, karena betul, kita hidup susah di sana, semua belum jelas. Namun saya meyakinkan teman-teman,” cerita Yudi.

Di usia Arwana yang ke-25 tahun ini, Yudi bersama rekan-rekannya ingin memberikan sebuah poin penting dalam karier mereka selama 25 tahun berkarya di musik. Bahwa anak daerah, Kalbar bisa berprestasi di tingkat nasional, dan mengharumkan nama daerah di belantika musik Indonesia. Tak jauh halnya dengan sang idola mereka Daud Yordan, yang berasal dari kampung, mampu mengukir prestasi di kancah nasional hingga internasional. Berbagai prestasi yang berhasil Daud ukir di dunia olahraga tinju, namun diyakini dia tidak semua orang tahu dan merasakan proses perjuangan terebut.

Pada kesempatan tersebut, Yudi berkeinginan akan membuatkan lagu khusus sang idola. Lagu tersebut diharapkan dia dapat memberikan spirit baru bagi anak muda di Kalbar, dan sebagai bentuk dedikasi mereka kepada daerah Kalimantan Barat.

“Saya sudah beberapa kali berkomunikasi sama Daud, tentang keinginan saya membuatkan dia (Daud Yordan, Red) lagu. ini bentuk cinta kita kepada Daud, sebagai idola kami dan juga aset terbaik putra daerah Kalbar. Mudah-mudahan di usia Arwana yang ke-25 tahun ini bisa terus berbuat hal positif kepada daerah Kalimantan Barat,” tutupnya. (dan)

Yudi Chaniago, drummer Arwana Band bersama rekannya, Wansyah Fadli, sang gitaris, akhirnya dapat bertemu langsung idola mereka, Daud Yordan, petinju dunia asal Kabupaten Kayong Utara. Pertemuan singkat itu berlangsung di kediaman Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara, Rahadi Usman, di Jalan Sungai Mengkuang, Sukadana.

DANANG PRASETYO, Sukadana

BANYAK cerita lucu yang dilontarkan kedua personel band legendaris Kalbar tersebut. Yudi Chaniago, misalnya, dengan diwarnai cerita humor, menceritakan hal-hal lucu di masa perjuangan mereka menembus industri musik di Jakarta. Poin terpenting yang diungkapkan Yudi, bahwa usaha tidak  akan mengkhianati hasil.

“Industri musik itu keras, uang bukan segalanya buat karier waktu itu. Kami berangkat ke sana ingin membawa nama Kalbar di tingkat nasional. Berjuang meniti karier di sana, tidak ada keinginan saya dan teman-teman ingin menjadi artis, karena itu hanya sebuah predikat. Kami hanya berjalan saja di musik, seni,” cerita Yudi dihadapan idolanya Daud Yordan, didampingi sang kakak, Damianus Yordan.

Perjuangan meniti karier bermusik di tahun 1998 menjadi sandungan terberat bagi Arwana di tingkat nasional, karena tepatnya di bulan Mei, terjadi kerusuhan besar yang menjadi catatan sejarah kelam bagi Indonesia. Di tahun tersebut, mereka sebetulnya sedang berada di atas puncak karier bermusik. Namun gejolak di ibukota kala itu membuat mereka harus berjalan lamban dalam bermusik.

Baca Juga :  Polres Kayong Utara Sasar Penginapan dan Hiburan Malam

“Di tahun itu kita lihat polisi di mana-mana, tank berseleweran di jalan-jalan. Namun, di tahun itu pula album Arwana Band terjual 1 juta copy, Kalbar termasuk pasar terbesar kala itu, terjual 400 ribu copy kaset. Itu sebuah pencapaian tertinggi bagi industri musik, tentunya Arwana Band,” ungkap Yudi mengenang.

Diceritakan Yudi, banyak cerita perjalanan band peraih Lagu Terbaik versi ballad and country dari Anugerah Musik Indonesia ini, yang tidak dapat dicatat sejarah, namun akan menjadi kenangan bagi seluruh personel. Mereka dapat menceritakannya kepada orang banyak, sebagai motivasi, bagaimana sebuah mimpi tidak dengan mudah diwujudkan menjadi kenyataan.

“Mereka tidak tau bagaimana perjuangan kita sampai ke titik itu. Dari makan mi instan potong tiga, dimakan ramai-ramai, minya sedikit, nasinya banyak. Bahkan,  waktu bulan puasa, bukanya air putih, sahurnya masih air putih. Pertanyaan kita, apakah mereka (musisi sekarang) lain sanggup? Jangan lihat keberhasilan kita, tapi bagaiman sakitnya kita melewati proses-proses itu,” tambahnya.

Selanjutnya kata Yudi, salah satu personel yang termuda di Arwana Wansyah Fadli sempat berkeluh  kesah ingin pulang ke tanah Borneo, karena merasa tidak betah di ibu kota yang semuanya masih gelap dalam karier bermusiknya. Namun Yudi dengan sikap dewasanya mencoba menenangkan rekan satu daerahnya tersebut, untuk bersabar karena kesuksesaan mereka sudah di depan mata.

Baca Juga :  Daud Yordan Selesaikan 140 Ronde Latih Tanding

“Wansyah ini kan yang termuda di Arwana Band, sudah merengek-rengek (menangis) ingin pulang ke Pontianak, karena betul, kita hidup susah di sana, semua belum jelas. Namun saya meyakinkan teman-teman,” cerita Yudi.

Di usia Arwana yang ke-25 tahun ini, Yudi bersama rekan-rekannya ingin memberikan sebuah poin penting dalam karier mereka selama 25 tahun berkarya di musik. Bahwa anak daerah, Kalbar bisa berprestasi di tingkat nasional, dan mengharumkan nama daerah di belantika musik Indonesia. Tak jauh halnya dengan sang idola mereka Daud Yordan, yang berasal dari kampung, mampu mengukir prestasi di kancah nasional hingga internasional. Berbagai prestasi yang berhasil Daud ukir di dunia olahraga tinju, namun diyakini dia tidak semua orang tahu dan merasakan proses perjuangan terebut.

Pada kesempatan tersebut, Yudi berkeinginan akan membuatkan lagu khusus sang idola. Lagu tersebut diharapkan dia dapat memberikan spirit baru bagi anak muda di Kalbar, dan sebagai bentuk dedikasi mereka kepada daerah Kalimantan Barat.

“Saya sudah beberapa kali berkomunikasi sama Daud, tentang keinginan saya membuatkan dia (Daud Yordan, Red) lagu. ini bentuk cinta kita kepada Daud, sebagai idola kami dan juga aset terbaik putra daerah Kalbar. Mudah-mudahan di usia Arwana yang ke-25 tahun ini bisa terus berbuat hal positif kepada daerah Kalimantan Barat,” tutupnya. (dan)

Most Read

Artikel Terbaru

/